Pesantren Darunnajah adakan Silaturahmi bersama Wali Santri Kelas 3 TMI Pesantren Darunnajah adakan Silaturahmi bersama Wali Santri Kelas 3 TMI

Pesantren Darunnajah adakan Silaturahmi bersama Wali Santri Kelas 3 TMI

Pondok Pesantren Darunnajah menggelar kegiatan Silaturahim Pengurus Pesantren bersama Wali Santri Kelas 3 TMI (Tarbiyatul Mu’allimīn wal Mu’allimāt al-Islāmiyyah) pada hari Ahad, 24 Mei 2026. Bertempat di Aula Al-Ghozali, acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini disambut dengan antusias oleh para wali santri yang hadir.

Kegiatan ini diikuti oleh wali santri dari tiga kelas, yakni kelas 3A sebanyak 23 wali santri, kelas 3B sebanyak 21 wali santri, dan kelas 3H sebanyak 12 wali santri, sehingga total seluruh peserta yang hadir berjumlah 56 wali santri.

Tujuan utama diselenggarakannya acara ini adalah untuk membangun dan mempererat tali silaturahim antara pihak pesantren dengan para wali santri. Momen ini menjadi ajang yang sangat berharga bagi kedua belah pihak untuk saling mengenal lebih dekat, berdialog secara terbuka, dan bersinergi demi mendukung perkembangan para santri secara optimal.

Puncak acara adalah pemaparan materi oleh Ust. K.H. Busthomi Ibrohim, M.Ag., Ph.D., yang membedah secara mendalam tentang Pola Pendidikan Holistik TMI Darunnajah. Beliau menjelaskan bahwa pendidikan di TMI Darunnajah dirancang sebagai satu kesatuan proses yang utuh, berjenjang, dan tuntas mulai dari fondasi, pematangan, hingga pengabdian.

K.H. Busthomi memaparkan bahwa perjalanan pendidikan santri di TMI terbagi dalam tiga fase yang saling berkesinambungan:

Fase 1 – AKAR (Kelas 1–3): Pada fase ini, santri dibekali dengan fondasi ilmu dan karakter yang kokoh, meliputi dasar bahasa Arab dan Inggris, ilmu agama pokok, serta adab dan cara belajar melalui kitab Ta’limul Muta’allim. Output yang diharapkan adalah terbentuknya murid yang baik proaktif, disiplin, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

Fase 2 – MAHKOTA (Kelas 4–6): Memasuki fase ini, santri didorong untuk bertransformasi menjadi pemimpin muda. Mereka dilatih berpikir tingkat tinggi (analisis, evaluasi, dan kreasi), belajar menjadi guru (Ta’limul Mu’allim), serta mengembangkan jiwa kepemimpinan dari Taharrak (siap dipimpin) menjadi Muharrik (siap memimpin). Outputnya adalah pemimpin muda yang mampu mengelola dan mengamalkan ilmu.

Fase 3 – KHIDMAH (Pengabdian): Inilah puncak dari seluruh perjalanan pendidikan TMI, di mana santri mengajar dan mengabdi secara nyata di masyarakat, melatih tanggung jawab dan keikhlasan. Outputnya adalah insan yang bermanfaat dan siap terjun di tengah-tengah masyarakat.

Pesantren Darunnajah adakan Silaturahmi bersama Wali Santri Kelas 3 TMI

Selain tiga fase tersebut, K.H. Busthomi juga menjelaskan enam pilar yang menjadi landasan pendidikan TMI Darunnajah, yaitu: (1) Desain Kurikulum, (2) Metodologi Pembelajaran, (3) Order of Thinking, (4) Pendidikan Karakter, (5) The 7 Habits, dan (6) Entrepreneurship. Keenam pilar ini dirancang berjenjang disesuaikan dengan perkembangan santri dari kelas 1 hingga kelas 6.

K.H. Busthomi juga memperkenalkan Program Khidmah sebagai mahkota dari seluruh perjalanan TMI. Program ini membuka tiga jalur bagi para santri: penugasan internal di salah satu dari 23 pesantren cabang Darunnajah di seluruh Indonesia, penugasan ke lembaga pendidikan mitra, atau pengabdian mandiri sesuai pilihan santri dengan persetujuan pondok.

Para wali santri menyambut hangat seluruh pemaparan yang disampaikan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh semangat. Banyak di antara wali santri yang mengungkapkan rasa syukur dan kepercayaan mereka terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di Darunnajah.
Acara ditutup dengan pesan yang menggugah dari K.H. Busthomi Ibrohim:

“Pendidikan TMI bukan untuk ditempuh sebagian, tetapi untuk diselesaikan secara utuh. Tiga tahun pertama adalah Fondasi, tiga tahun berikutnya adalah Pematangan, dan satu tahun pengabdian adalah Penyempurnaan. Dari belajar menjadi mengamalkan, dari diri sendiri untuk orang lain.”

Semoga kegiatan silaturahim ini menjadi awal dari sinergi yang semakin kuat antara pesantren dan keluarga, demi mewujudkan generasi santri yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi umat.