Satu jam. Bagi banyak orang di Curug, Tangerang, itu waktu yang biasa dihabiskan untuk pergi ke mal di Jakarta atau sekadar mengantar anak ke sekolah di pagi yang macet. Tapi sedikit yang tahu bahwa dalam waktu yang sama, mereka bisa sampai di sebuah pesantren di atas bukit Bogor Barat — di tempat yang udaranya sejuk dan jauh dari kebisingan yang mereka hadapi setiap hari.
Benarkah dari Curug hanya satu jam ke pesantren?
Curug punya posisi yang menguntungkan di peta Kabupaten Tangerang. Letaknya tidak terlalu jauh dari Serpong, dan dari Serpong jalur ke Bogor Barat sudah terbuka tanpa hambatan. Kalau kita hitung, dari Curug ke Serpong sekitar lima belas sampai dua puluh menit. Dari Serpong ke Parung Panjang dua puluh menit lagi. Dan dari Parung Panjang ke pesantren di Bogor Barat sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit.
Totalnya: kurang lebih satu jam. Dalam kondisi jalan yang normal, angka ini sangat konsisten.
Ada juga jalur yang lebih langsung tanpa harus memutar lewat Serpong — dari Curug langsung ke arah Parung Panjang lewat jalur lokal. Rute ini lebih pendek jaraknya, meskipun jalannya sedikit lebih kecil di beberapa ruas. Tapi bagi yang sudah terbiasa, waktu tempuhnya bisa lebih cepat — sekitar lima puluh menit.
Bagaimana suasana perjalanannya?
Yang paling menarik dari perjalanan Curug ke pesantren bukan jaraknya — tapi perubahannya. Dari kawasan yang relatif padat di Curug, begitu masuk jalur ke Parung Panjang, suasana langsung berbeda. Jalan makin lengang, bangunan berkurang, dan pepohonan mulai mendominasi.
Memasuki area Leuwiliang, kita sudah benar-benar di pedesaan. Sawah terhampar, udara mulai berubah lebih segar, dan sesekali ada petani yang sedang bekerja di ladang. Anak-anak yang ikut dalam perjalanan biasanya langsung tertarik — dunia yang mereka lihat dari jendela mobil sangat berbeda dari apa yang mereka temui sehari-hari.
Begitu masuk Bogor Barat, ketinggian sudah cukup terasa. Udara lebih dingin, lebih bersih. Dan di sana, di atas bukit, berdiri pesantren yang sudah menemani perjalanan pendidikan ribuan keluarga selama lebih dari tiga dekade.
Apa yang ada di pesantren itu?
banyak santri dari berbagai daerah menjalani kehidupan dan pendidikan di sana setiap hari. Mereka belajar ilmu agama dan ilmu umum dalam satu kurikulum yang utuh — fiqh di pagi hari, fisika di siang hari, tanpa ada yang merasa lebih penting dari yang lain.
Bahasa Arab dan Inggris bukan sekadar mata pelajaran. Keduanya dipakai dalam percakapan sehari-hari, bergantian setiap pekan. Itu budaya yang sudah mengakar selama puluhan tahun dan terus dijaga oleh setiap generasi santri.
Kampus putra dan putri terpisah sepenuhnya. Ada masjid sebagai pusat kegiatan, asrama, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, kolam renang, dan klinik kesehatan. Wali kamar mendampingi santri sepanjang hari — dari subuh sampai malam.
Ijazahnya diakui resmi oleh Kemenag dan Kemendikbud. Lulusan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri mana pun di Indonesia tanpa kendala administrasi.
Dan seperti semua tempat, pesantren ini juga punya kekurangan. Masih banyak yang sedang diperbaiki. Masih banyak yang dikembangkan. Kita tidak mau menutupi itu — karena kejujuran lebih dihargai daripada citra yang sempurna.
Kenapa satu jam itu penting bagi keluarga di Curug?
Bagi keluarga di Curug, waktu satu jam punya arti praktis yang besar. Itu berarti kunjungan ke pesantren bisa dilakukan tanpa harus bermalam. Itu berarti kalau ada keperluan mendesak, jarak tidak jadi penghalang. Dan itu berarti anak merasa orang tuanya tidak terlalu jauh — meskipun secara fisik memang berpisah.
Kedekatan jarak juga mengurangi kekhawatiran. Keluarga yang tahu bahwa pesantren anaknya hanya satu jam dari rumah cenderung lebih tenang dalam menjalani proses. Mereka tahu bisa datang kapan saja. Dan itu memberi rasa aman yang sulit diukur dengan angka.
Kita tidak sedang bilang jarak adalah satu-satunya faktor. Kualitas pendidikan, lingkungan, sistem pengasuhan — semua itu sama pentingnya. Tapi kalau semua faktor itu sudah terpenuhi dan ternyata jaraknya juga dekat — itu kombinasi yang sulit diabaikan.
Bagaimana kalau mau lihat langsung?
Dari Curug, survei ke pesantren bisa dilakukan kapan saja — di akhir pekan atau bahkan di hari kerja kalau ada waktu luang. Berangkat pagi, sampai sebelum siang, lihat langsung suasananya, dan pulang sore. Satu hari, tanpa menginap.
Darunnajah 2 Cipining terletak di dataran tinggi Bogor Barat. Dari Curug, hanya satu jam perjalanan lewat Serpong-Parung Panjang atau jalur langsung ke Parung Panjang.
Hubungi WhatsApp 0812111180 kalau ingin bertanya atau merencanakan kunjungan. Tidak ada syarat apa pun — cukup kirim pesan.