
Pesantren merupakan tempat yang unik, tempat berkumpulnya guru dan murid, tempat menimba ilmu dunia dan akhirat, tempat untuk menambah saudara, tempat untuk hijrah, tempat untuk menjaga diri, tempat untuk mencari ketenangan, tempat untuk mencari jadi diri dan masih banyak lagi yang dapat diperoleh didalam Pesantren.
Santri sebutan bagi mereka yang menimba ilmu di Pesantren, mereka jauh dari orang tua dekat dengan orang berilmu, jauh dari teman bermain, dekat dengan teman-teman menimba ilmu, jauh dari tempat bermain, dekat dengan tempat menambah wawasan itulah sedikit untuk menggambarkan tentang santri.
Tidak hanya ‘berkecambuk’ dengan belajar ilmu agama memperlajari tumpukan kitab-kitab berbahasa arab, namun banyak pelajaran yang dapat di peroleh dengan menjadi seorang santri, belajar berorganisasi, belajar kemandirian, belajar bersosialisasi, belajar menjadi orang tua, belajar menjadi pemimpin dan masih banyak lagi hal yang dapat dipelajari.
Maka tidak akan rugi bagi mereka yang mau untuk tinggal di Pesantren, tidak akan menyesel bagi orang tua yang mengantarkan putra putrinya untuk tinggal menimba ilmu di Pesantren, tidak akan kecewa bagi mereka yang ikhlas berlama-lama hidup di Pesantren karena hidup di Pesantern 24 jam nonstop dihitung sebagai ‘jihad fi sabilillah’ berjuang dijalan Allah swt dengan kata lain selama kita berada di Pesanten untuk mencari dan berbagi ilmu maka Allah swt akan berikan pahala kepada kita.
Oleh karena itu tidak ‘kaget’ bila banyak orang yang berbondong menitipkan putra putrinya di Pesantren untuk belajar menjadi santri, tidak ‘kaget’ bila banyak orang rela merantau meninggalkan tempat tinggalnya untuk hidup di Pesantren berbagi ilmu yang dimiliki, karena memang Pesantren adalah tempat yang sepesial, tempat yang diridhai oleh Allah swt.
Maka, bila kita ingin dekat dengan Allah swt hiduplah di Pesantren karena disana banyak yang akan mengingatkan kita tatkala lupa, menegur kita tatkala khilaf, membantu kita tatkala susah, menjabat tangan kita tatkala terjatuh, membangunkan kita tatkala tertidur itulah sedikit cerita menjadi seorang santri dan hidup di Pesantren. (Abs)