Pembagian rapor merupakan kegiatan rutin pasca ujian. Maka hari ini, Sabtu (9/1) Pesantren Darunnajah Cipining selenggarakan pembagian rapor di Aula Kampus 3.

Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining Memberikan Sambutan Kepada Wali Santri Saat Pembagian Rapor Semester Gasal

Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining Memberikan Sambutan Kepada Wali Santri Saat Pembagian Rapor Semester Gasal

Acara dimulai sekira pukul 08.00 WIB, yang dihadiri seluruh jajaran biro pendidikan, mulai dari kepala biro sampai administratur pendidikan.

Lebih dari 500an wali murid datang memadati gedung aula, sehingga kursi yang telah disediakanpun kurang. Untuk mengatasi situasi tersebut, team acara segera kerahkan masa untuk mengambil kursi di kelas-kelas.

Di samping mereka duduk di dalam aula, sebagiannya juga menyesaki mushalla, teras asrama dan ruang makan santri.

Dalam acara tersebut, pimpinan pesantren KH. Jamhari memberikan kata sambutan sebagai pesan kepada orangtua. Berikut ringkas singkat sambutan beliau:

Pesantren mendidik anak-anak agar mengerti agamanya, bertakwa pada Allah, bersilaturrahmi dan berukhuwah terhadap sesama saudara, supaya kelak jadi pemimpin yg berkah. Saat ini negeri ini sangat melecehkan umat Islam. Ada anggapan pemimpin kafir tapi jujur, lebih baik daripada pemimpin muslim tapi korup. Seakan-akan orang Islam yang menjadi pemimpin di negeri ini korup semua, naudzubillah. Maka pesantren konsen mendidik santri dengan serius.

Wali Murid Sesaki Aula Pesantren Darunnajah Cipining Pada Pembagian Rapor Semester Gasal 2015-2016

Wali Murid Sesaki Aula Pesantren Darunnajah Cipining Pada Pembagian Rapor Semester Gasal 2015-2016

Wali murid kita undang untuk saling silaturahim, membina hubungan baik antara wali murid sebagai pemberi amanat dan pihak pesantren sebagai penerima amanat. Jangan sampai wali murid suudhon pada pihak pesantren ketika anaknya diberi sanksi karena melanggar disiplin, dianggapnya pesantren telah melanggar HAM. Maka dgn silaturahim ini wali murid tidak gampang menuduh atau terprovokasi, sehingga terwujud jalinan komunikasi baik antardua elemen tersrbut.

Anak yang dibekali ilmu akan lebih manfaat bagi orang tuanya, dari pada hanya dibekali harta. Anak diberi harta tapi tidak bertakwa dijamin tidak akan menjadi syurga bg orang tuanya. Maka mereka harus diberikan pendidikan agama yang serta pengetahuan umum yang memadai.

Bisa kita cerna penyataan dari Sayyidina Umar bin Khattab, salah satu sahabat dan mertua Nabi, sekaligus sebagai khalifah ke dua, beliau berkata “Inna abnaakum qad khalaku lijailin ghaira jailikum, wali zamanin ghaira zamanikum.” “Sesungguhnya anak-anakmu telah diciptakan untuk suatu generasi yang berbeda dengan generasimu, dan di suatu zaman yang zaman itu berbeda pula pada zamanmu.(WARDAN/Mr. Song)