Amerika Serikat – Sebuah pertemuan yang penuh makna berlangsung di kota New York pada 13 Oktober 2024. Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si., bersama perwakilan Jamaica Muslim Center (JMC) duduk bersama dalam sebuah focus group discussion (FGD) yang membahas kondisi umat Islam di Amerika Serikat. Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti ruangan saat kedua pihak berbagi pengalaman dan wawasan tentang perkembangan komunitas Muslim di Negeri Paman Sam.
Pimpinan Pesantren Darunnajah membuka diskusi dengan memaparkan beberapa program pendidikan di lingkungan Darunnajah secara umum dan berbagai keunikan yang ada. Kemudian, diskusi berkembang terkait dinamika dakwah di Amerika.
Perwakilan JMC menanggapi dengan antusias, menjelaskan bahwa meskipun tantangan dakwah masih ada, Islam terus berkembang pesat di negara tersebut. Mereka menceritakan bagaimana masjid-masjid di New York kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan yang memperkuat ikatan komunitas Muslim. JMC, sebagai organisasi komunitas orang-orang Bangladesh yang telah bertahan lebih dari 40 tahun di Amerika, aktif membangun komunitas Muslim melalui berbagai kegiatan dakwah dan sosial.
Pembicaraan kemudian beralih ke isu Islamofobia yang masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat Amerika. Kedua pihak sepakat bahwa kunci keberhasilan membangun generasi muda adalah melalui pendidikan. Perwakilan JMC juga berbagi cerita inspiratif tentang program outreach (penjangkauan) yang mereka lakukan, seperti mengundang tetangga non-Muslim untuk buka puasa bersama selama Ramadhan dan mengadakan tur masjid untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat luas.
Diskusi semakin menarik ketika topik beralih ke peran generasi muda Muslim Amerika dalam membangun jembatan pemahaman. Salah satu anggota komunitas menceritakan bagaimana mahasiswa Muslim di kampus-kampus Amerika aktif dalam kegiatan sosial dan dialog lintas agama, membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mendorong perdamaian dan kemajuan. Pihak JMC juga sangat tertarik dan berminat untuk melakukan kunjungan balik ke Pesantren Darunnajah guna mempelajari sistem pendidikan Islam yang unik di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat silaturrahmi dan kerjasama antara komunitas Muslim di Indonesia dan Amerika. Kedua pihak sepakat bahwa pertukaran ide dan pengalaman seperti ini sangat berharga dalam membangun pemahaman yang lebih baik tentang Islam di kancah global. Mereka berpisah dengan harapan baru untuk terus membina generasi muda dan menyebarkan pesan perdamaian di tengah masyarakat yang beragam.