Personal dan Spiritual Approach Kepada Santri Kelas 3 TMI

Sistem Tarbiyatul Mu’allimin/at al Islamiyah (TIM) adalah sistem pendidikan pesantren modern yang mengakomodir pendidikan agama dan umum secara proporsional. Sistem TIM Darunnajah 2 Cipining merujuk kepada kurikulum pondok modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, Kemenag dan Kemendiknas dan dalam juga pesantren salaf dalam beberapa hal.

Sistem TIM ini ditempuh selama 6 tahun bagi lulusan SD dan 4 tahun bagi lulusan SMP. Dalam hal Ujian Nasional maka bagi santri TMI yang berasal dari lulusan SD akan berkesempatan mengikutinya pada tahun ketiga (UN SMP/MTs) dan pada tahun keenam (UN SMA/MA). Adapun bagi santri TMI yang berasal dari lulusan SMP maka dapat mengikuti UN SMA/MA pada tahun keempatnya.

Dari sisi lain, diakui maupun tidak bahwa adanya UN SMP/MTs bagi santri TMI kelas 3 membawa dampak tersendiri dalam proses pendidikan TMI yang semestinya ditempuh selama 6 tahun.

Dampak tersebut antara lain muncunya kesan kuat bagi sebagian santri kelas 3 TMI bahwa proses pendidikan mereka sudah selesai di pesantren. Sehingga ada keinginan untuk mutasi ke lembaga lain dengan berbagai macam alasan.

Bagi mereka yang tidak sampai tamat dan lulus kelas 6 TMI tentu saja tidak akan berkesempatan mendapatkan penerpaan dan pengalaman beberapa kegiatan inti pesantren yang merupakan misi dari pencapaian visi IMAMA (Imam/Pemimpin, Muttaqiy/Bertaqwa, ‘Alim/Berilmu, Muballihg/Dai, ‘Amil/Terampil).

Kegiatan-kegiatan inti dan pokok tersebut antara lain: Kursus Mahir Dasar, Latihan Dasar Kepemimpinan, Aneka Kepanitiaan (Porseka, Dasment, Pekan Baca Pelajar, Santunan Sosial, Khitan Massal, Ifthor Shoimin, Pagelaran Seni, dan sebagainya), Praktek Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Praktik Mengajar, Fathul Kutub, Sosialisasi Perguruan Tinggi, Kealumnian, Kemasyarakatan dan lain-lain.

IMG-20160527-WA0001

Berangkat dari ke semangatan agar santri kelas 3 TMI tidak goyah dan bimbang dalam melanjutkan proses pendidikan mereka di jenjang berikutnya, maka pada tahun ini diupayakan beberapa agenda untuk mereka:

1. Sosialisasi dari Kepala MA dan SMK Darunnajah sehingga diharapkan mereka mempunyai gambaran lebih lengkap tentang lembaga tersebut.

2. Sosialisasi dan Motivasi oleh fungsionaris Biro Pengasuhan antara lain Kepala Biro, Kepala Asrama dan Bagian Keamanan.

3. Penandatanganan Surat Perjanjian Khusus kelas 3 TMI untuk menguatkan azam mereka kembali belajar di pesantren.

4. Qiyamullail, Muhasabah dan Munajat yang didampingi langsung oleh para wali kelas 3 TMI.

 

adapun rangkaian kegiatan kelas 3 TMI yang sudah berjalan selama ini seperti Tasyakuran dan Studi Tour juga masih dilaksanakan. (Wardan/Mr. MiM).