IMG 20251107 WA0078 Scaled IMG 20251107 WA0078 Scaled

Persiapkan Safari Dakwah, Pesantren Darunnajah pengarahan untuk pembimbing

Jakarta – Jum’at, (07/10/2025), telah dilaksanakan acara Pengarahan dan Pembekalan Musyrif/Ah (Pembimbing) Safari Dakwah Tahun 2025 di Aula Al Ghazali.

Acara ini dihadiri oleh para pembimbing yang terdiri dari asatidzah dan mahasiswa Universitas Darunnajah.

Disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Darunnajah, K.H. Busthomi Ibrahim, Ph.D., Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan & Pengasuhan, Drs. K.H. Aunur Rofiq, M.M., serta K.H. Hasyim Sya’ban, S.Pd.I.

Dalam pengarahannya, K.H. Busthomi Ibrahim menyampaikan pentingnya mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam dakwah, seperti yang tercermin dalam pengutusan Muadz bin Jabal ke Yaman sebagai hakim dan guru.

K.H. Busthomi menekankan bahwa tugas dakwah harus dilaksanakan dengan penuh kecerdasan, keadilan, dan sikap yang baik, dengan berpijak pada prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah.

K.H. Aunur Rofiq mengutip pesan dari Pendiri Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Mahrus Amin, mengenai perbedaan antara santri dan pelajar.

Beliau menjelaskan bahwa santri memiliki posisi seperti para rasul, yang mendapat wahyu dan memiliki kewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya.

Sedangkan pelajar adalah seperti nabi, yang menerima ilmu tetapi tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan.

Oleh karena itu, para santri yang telah mendapatkan ilmu, memiliki kewajiban untuk berdakwah dan menyampaikan apa yang telah mereka pelajari kepada orang lain.

K.H. Hasyim Sya’ban juga menambahkan beberapa poin penting, mengutip ayat Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah:

وتزودوا فإن خير الزاد التقوى

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.”

Safari dakwah, menurut K.H. Hasyim, bukan hanya sekedar menyebarkan ajaran agama, tetapi juga membawa visi dan misi Darunnajah untuk mencapai Muttafaq Fiddin (kesepakatan dalam agama).

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa safari dakwah adalah sebuah proses pembelajaran untuk hidup dalam masyarakat, bukan untuk mengajari masyarakat.

Melalui pembekalan ini, diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi para pembimbing safari dakwah, serta memperkuat tujuan dakwah di tengah masyarakat.