Cidokom (05/11). Memasuki waktu akhir semester 1, di tahun ajaran 2019-2020 ini, tidak heran rasanya melihat para santri Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom mengencangkan gesper mereka, lebih memperkuat mental dan memperkuat amunisi mereka menjelang pelaksannan ujian lisan akhir semester 1 ini. Iya dengan ujian maka jelas manusia itu akan terlihat identitas aslinya, dihormatikah ? atau malah terhina? Tentu masing-masing individulah yang akan menjawab pertanyaan tersebut, karena tekad dan jihad mereka lah yang akan menjadi nilai mereka dalam mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi ujian lisan ini.

Ujian lisan ini sendiri telah menjadi rutinitas semesteran di pondok pesantren Annur Darunnajah 8 cidokom ini, jelas sekali bahwa teknisi ujian lisan seperti ini sangat jarang kita temukan diluar sana, satu santri menghadapi 2 penguji atau 3 penguji atau bahkan 4 penguji, dan masing-masing penguji tentu saja telah menyiapkan ratusan soal untuk diujikan kepada peserta ujian lisan itu sendiri. Ujian lisan sangatlah berbeda dengan ujian lainnya karena yang diujikan bukan hanya sekedar teori didalam kelas tetapi lebih dari itu yaitu kematangan berfikir dan mentalitas santri.

Untuk tahun ini sendiri, ujian lisan Di pondok pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom dilaksanakan selama 5 hari, terhitung mulai tanggal 6 November 2019 samapai tanggal 11 November 2019 di potong dengan 1 hari Musamahah pada hari jumat sebagai waktu luang untuk santri mengevaluasi yang sudah mereka lewati dua hari sebelumnya. Ujian lisan ini sendiri diikuti oleh seluruh santri kelas 1 sampai dengan kelas 5, sementara kelas 6 di berikan tugas sebagai penguji pada ujian lisan ini sebagai pembantu penguji.

Tidak hanya berfokus kedalam ruangan saja, persiapan-persiapan kian digencarkan. Mulai dari santri kelas 1 sampai kelas 5 TMI  100% difokuskan untuk menghadapi ujian, maka para santri kelas 6 TMI dan beberapa dari asatidz maupun ustadzat ada yang ditugaskan untuk menjaga keamanan dan kebersihan pondok, contohnya saja ada beberapa santri kelas 6 TMI yang mempunyai tugas untuk melaksanakan piket pondok pada pagi dan sore hari, dan sebagian asatidz atau santri kelas 6 untuk menjaga keamanan piket malam, adapula penambahan fasilitas kelengkapan belajar malam dengan satu tujuan menyukseskan kegiatan ujian lisan di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 cidokom ini.

Untuk mempersiapkan ujian itu sendiri, para santri dituntut untuk menemukan cara belajarnya masing-masing karena sesungguhnya ujian itu untuk belajar bukan belajar untuk ujian, maka tidak heran jika melihat santri belajar dengan cara atau gaya yang Bermacam-macam, contohnya teriak sambil jalan kesana kemari, adapula yang sembari memakan makanan ringan ada yang diam tidak bersuara, dan yang paling terakhir adalah yang jarang dimiliki oleh orang lain, yaitu mendengar sambil tertidur, iya sangat jelas perbedaan yang dimiliki oleh para santri itu sendiri.

Karena bayangkan saja jika ada 1000 santri berarti ada 1000 kepala dan akan terdapat ribuan pemikiran, yang pastinya akan terdapat cara yang tidak akan dapat terhitung, karena sesungguhnya perbedaan ialah rahmat dari Allah SWT. Dengan ujian ini kita semua dapat berharap adanya perbaikan ketika atau setelah ujian lisan berlangsung.