Menu

Persiapan Santri Kelas XII MA Menghadapi UN

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tanpa terasa tidak lama lagi para siswa akan menghadapi Ujian Nasional (UN) 2014, tepatnya pada tanggal 14 April 2014 – 16 April 2014. Tentu berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak sekolah maupun para siswa. Mulai dari persiapan akademik, psikologi, pola belajar siswa maupun strategi.

Untuk sukses menghadapi UN, tentu perlu persiapan yang matang dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaannya. Alhamdulillah sejauh ini para santri kelas akhir terus diberikan waktu BIMBEL (Bimbingan Belajar) dengan guru bidangnya masing-masing. Tak hanya itu para santripun diberikan kegiatan pemadatan materi UN 1 pekan sebelum Ujian Nasional berlangsung. Hal ini didukung langsung oleh Ust. Musthofa Kamal M.ag selaku Kepala Sekolah MA Darunnajah Cipining Bogor.

Sejak awal semester II berlangsung, kelas akhir telah dikenalkan dengan berpartisipasi dalam ujian Try Out yang mencakup materi UN seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sosiologi, Ekonomi dan Geografi. Try out diadakan guna memberikan latihan sejak dini dalam rangka mempersiapkan diri agar mampu lulus dalam ujian nasional nanti. Walaupun hasil try out bervariasi para guru terus berikan motivasi dan dorongan kepada seluruh santri agar tetap semangat dan giat berlatih kebali.

Selain diberikan waktu PM yakni Penambahan Materi oleh masing-masing guru, para santripun tetap dapat melaksanakan belajar mandiri yang dilakukan pada waktu malam hari tepatnya Ba’da isya.

Beberapa tahapan maupun strategi belajar yang digunakan diantaranya:

  1. Belajar Kelompok
  2. Membuat Catatan Intisari Pelajaran
  3. Membuat Perencanaan Yang Baik
  4. Disiplin Dalam Belajar
  5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
  6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
  7. Hindari Belajar Berlebihan
  8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian.

Tak hanya itu dalam rangka menyamakan persepsi, memberikan waktu belajar yang efektif pesantren menggabungkan para santri kelas akhir dalam 1 ruangan atau yang akrab didengar dengan sebutan “Karantina”. Kegiatan karantina ini juga mencakup santri Non asrama. Karantina untuk para santriwan beralokasi di Asrama Kampus 3 Pa dan untuk santriwati bertempatkan di Asrama Kampus 1 Pi.Tujuannya agar para santri dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar serta dapat menyeimbangkan usaha belajarnya dengan beribadah karna semua itu tetap berada pada keputusan sang ilahi rabbi yakni Allah SWT.

Mengapa santri ikuti ujian Nasional?

Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri  secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.

Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional  maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.

Semoga dengan berbagai persiapan yang telah dikerahkan oleh santri kelas akhir/Nihai’e dapat memberikan hasil yang maksimal dan sesuai harapan. Tak hanya itu semoga pesantren darunnajah dapat menjadi lembaga yang berperan penuh mencerdaskan kualitas para santri agar dapat memajukan bangsa, negara dan agama. Amin!

(WARDAN/Annisa)

 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Perbanyaklah Baca Al-Qur’an di Bulan Sya’ban

Abu Bakr Al Balkhi berkata, “Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil.” Abu Bakr AI Balkhi juga