Darunnajah 13-Robiul Qulub kembali mengadakan sima’an minggguan. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap minggu yang dipimpin langsung oleh ketua lembaga ilmu Qur’an Al-Ustadz Yusuf Bur. Dengan bulat hati para santri mengikuti sima’an mingguan guna memperkuat serta menjaga hafalan mereka.
Kegiatan dimulai pada pagi hari dan diikuti oleh seluruh santri. Ustdadz Yusuf Bur menekankan betapa pentingnya niat serta istiqomah dalam menghafal Al-Qur’an. Tanpa adanya niat serta kedisiplinan dalam menghafal, hafalan itu hanya akan menempel sementara dan akan menjadi beban pikiran. oleh karena itu harus dilandasi juga dengan rasa ikhlas menghafal karena Allah semata.

Dengan semangat para santri saling bergantian membacakan hafalan mereka, mendengarkan lalu mengevaluasi adalah tujuan utama dari kegiatan sima’an ini. Dengan mendengarkan kita akan menajamkan telinga dan otak, sedangkan dengan mengevaluasi kita dapat menghindari kesalahan yang menjadi kebiasaan nantinya.
Mengahafal Al-Qur’an memberikan efek yang signifikan terhadap para santri. Diantaranya dapat menjaga hati dari perbuatan negatif, serta memberikan ketenangan jiwa dan kedaimaian hati. Kemuliaan yang Allah SWT berikan juga berupa syafa’at pada hari kiamat kelak dan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tua.
Keberkahan selama hidup pun akan Allah SWT berikan. Selama kita menghafal dan mendalami Al-Qur’an maka kebaikan hadir untuk kita. Membaca satu huruf saja dari Al-Qur’an sudah menjanjikan kebaikan yang melimpah, di mana Rasulullah SAW menegaskan bahwa setiap satu hurufnya dilipatgandakan menjadi 10 pahala kebaikan.

Bayangkan betapa besarnya ganjaran bagi seorang yang menghafal Al-Qur’an. Jika melafalkan satu huruf saja sudah mendatangkan pahala yang begitu berlimpah, maka seorang penghafal akan memanen kebaikan yang tak terhitung jumlahnya. Sebab, untuk melekatkan ribuan ayat di dalam dadanya, ia harus membaca, mengulang (muroja’ah), dan menyimak (sima’an) ayat yang sama berkali-kali—di mana setiap detik, setiap tarikan napas, dan setiap huruf yang terucap berulang-ulang itu terus mengalirkan sungai pahala tanpa henti.
Dengan mengadakan sima’an mingguan ini, pondok dapat mencetak generasi penghafal Al-Qu’an yang tidak hanya kuat secara ingatan, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur’an
