Peringati Milad ke-2, Kopdar Gelar Lomba Puisi Nasional

Peringati Milad ke-2, Kopdar Gelar Lomba Puisi Nasional

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Tak terasa, Komunitas Penulis Darunnajah —atau yang lebih dikenal dengan Kopdar— genap berusia dua tahun pada tanggal 11 Maret kemarin. Dan sebagai bentuk kesyukurannya, segenap pengurus komunitas menulis kampus STAI Darunnajah Bogor ini menggelar lomba cipta puisi nasional yang terbuka untuk segala kalangan tanpa batasan usia dan jenjang pendidikan.

Loading...

Setelah sebelumnya dibuka dengan acara launching buku pada malam tanggal 11, Kopdar melanjutkan kesyukurannya dengan mengadakan Lomba Cipta Puisi Nasional. Untuk tema, sengaja tidak ditentukan, supaya penulis lebih bisa mengekspresikan perasaannya sendiri tanpa ada batasan tema karangan.

Pendaftaran lomba puisi ini dibuka sejak disebarnya pamflet, yakni tanggal 11 Maret. Sedangkan deadline pengumpulan karya hingga tanggal 5 April 2021 pukul 23.59. Dilanjut dengan kegiatan penjurian dan pengumuman pemenang pada tanggal 15 April 2021.

Untuk peserta, lomba ini diikuti oleh peserta intern Darunnajah (guru, dosen dan mahasiswa), serta peserta umum yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus, guru, serta karyawan dari berbagai instansi yang beragam.

Loading...

Adapun untuk pemenang, diambil tiga karya terbaik dari 40 lebih puisi yang terdaftar dalam event tersebut.
Untuk juara pertama, berhasil diraih oleh Syara J. Mukti, peserta umum, dengan puisi berjudul ‘Senandung Doa’.
Adapun juara kedua, berhasil diraih oleh Mukhlisin Ibnu Muhtarom, Dosen STAI Darunnajah Bogor sekaligus mahasiswa pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor, dengan judul puisi ‘Ramadhan Mulia Tiba’.
Untuk juara ketiga, jatuh kepada puisi Farrah Hanifah, mahasiswi STAI Darunnajah Bogor, yang diberi judul ‘Salahku’.

 

Adapun poin yang diambil dewan juri dalam penilaian meliputi keunikan (daya tarik), kerapihan, kesesuaian penulisan (ejaan dan kapitalisasi), dan bahasa yang digunakan (diksi).

Selanjutnya, puisi akan dibukukan sebagai kenang-kenangan sekaligus persembahan kepada komunitas dan kampus tercinta. Semoga kedepannya banyak yang semakin termotivasi untuk giat menulis dan mengungkapkan pikiran mereka lewat tulisan. Semoga dengan tulisan-tulisan yang lahir dari tangan-tangan para calon penulis tersebut mengandung bulir-bulir hikmah yang kemudian menjadi salah satu jalan dakwah.

(WARDAN/Rizka L)

Loading...

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah

Info Lainnya