Maulid Nabi 2025 Scaled Maulid Nabi 2025 Scaled

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/ 2025 M di Pondok Pesantren Darunnajah

Darunajah, 13 September 2025 — Pondok Pesantren Darunajah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Ustadz Mustofa Hadi Chirzin, M.Pd (Drs. H), yang menyampaikan pentingnya meneladani kehidupan Rasulullah SAW dalam seluruh aspek kehidupan umat Islam.

Dalam sambutannya, Ustadz Mustofa mengingatkan bahwa masa terbaik umat Islam adalah masa Rasulullah, para sahabat, dan tabi’in. Beliau menekankan bahwa kebangkitan umat Islam hanya bisa terwujud dengan kembali berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Beliau juga menyampaikan bahwa peringatan Maulid bukan hanya seremonial, melainkan momen untuk bersyukur atas diutusnya Rasulullah SAW, sekaligus memperkuat pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran-ajarannya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan ceramah utama yang disampaikan oleh Ustadz Robid Nur Huda, S.H.I., yang mengangkat tema besar akhlak dan adab terhadap guru.

Dalam ceramah yang disampaikan dengan gaya khas yang komunikatif dan penuh humor edukatif, Ustadz Robid menegaskan bahwa akhlak adalah kunci utama keberkahan ilmu.

Beliau mengutip pandangan Imam Al-Ghazali bahwa posisi seorang guru lebih tinggi daripada orang tua, karena guru berperan dalam membimbing akal dan jiwa.

Ustadz Robid juga menyampaikan kisah inspiratif dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, yang menunjukkan bagaimana adab terhadap orang lain, bahkan non-Muslim, bisa menjadi sebab turunnya pertolongan Allah.

Dalam kisah tersebut, Sayyidina Ali rela terlambat ke masjid demi tidak mendahului seorang tua Yahudi di jalan. Karena adabnya, Allah menunda terbitnya matahari, dan Sayyidina Ali tetap bisa mengikuti salat Subuh berjamaah.

“Kalau kamu punya akhlak, alam semesta mendukung kamu. Tapi kalau kamu sombong dengan ilmu kamu, entah itu bahasa Arab, Inggris, atau apapun, tidak akan berkah,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan. Bahkan, beliau mengutip pernyataan Sayyid Abdul Qadir al-Jailani bahwa orang yang hanya mengandalkan ilmunya tanpa akhlak, tidak ada bedanya dengan Iblis yang juga punya ilmu luar biasa.

Tak lupa, Ustadz Robid berpesan kepada seluruh santri untuk senantiasa mendatangi guru, meminta rida, dan menjaga sikap sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu.

“Adab itu yang membuat orang senang melihatmu. Yang membuat ilmu kamu diterima. Dan yang membuat guru ridha mengajarimu,” tegas beliau.

Ceramah ini ditutup dengan penekanan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari kecerdasan dan kemampuan, tetapi dari kualitas akhlak. Menjadi pribadi yang santun, rendah hati, dan menghargai guru adalah fondasi penting menuju kehidupan yang diridhai Allah.

Acara peringatan Maulid ini pun mendapat sambutan hangat dari para santri dan guru. Selain sebagai momen spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan para santri.