Pergantian Pengurus Santri Putri; Lantik Pengurus Baru dari Kelas 5 TMI Pergantian Pengurus Santri Putri; Lantik Pengurus Baru dari Kelas 5 TMI

Pergantian Pengurus Santri Putri; Lantik Pengurus Baru dari Kelas 5 TMI

Senin, 12 Januari 2026, menjadi hari bersejarah bagi ratusan Santri Putri Darunnajah 2 Cipining. Pergantian Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Masa Amanah 2026–2027 resmi digelar, melibatkan 129 Santri Putri kelas 5 TMI sebagai panitia sekaligus pengurus baru, dan 125 Santri Putri kelas 6 TMI sebagai peserta. Kegiatan ini diusung dengan satu tema yang tegas: melahirkan kader pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab melalui organisasi santri.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat melalui beberapa tahapan yang terstruktur. Dimulai dari pembentukan Panitia Pergantian Pengurus (P3), pemilihan calon ketua, penyusunan formatur, laporan pertanggungjawaban pengurus lama, pelantikan pengurus baru, pembacaan ikrar, hingga serah terima jabatan. Prosesi ditutup dengan Latihan Dasar Kepemimpinan yang dilaksanakan selama satu pekan setelah pelantikan.

Kegiatan ini melibatkan Wakil Pengasuh, Direktur Pengasuhan Santri, serta sejumlah narasumber dari dewan guru yang hadir dalam berbagai sesi. Seluruh jajaran direktur dan guru putri turut menyaksikan, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus penuh kehangatan kekeluargaan pesantren.

Para peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias dan penuh semangat. Mereka menyambut pergantian kepengurusan bukan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan nyata untuk belajar memimpin dan berorganisasi.

Pergantian Pengurus Santri Putri; Lantik Pengurus Baru dari Kelas 5 TMI

Setelah pelantikan, agenda berlanjut pada penyusunan program kerja dalam Musyawarah Kerja, serta Rihlah Munazzhamah sebagai ruang konsolidasi pengurus baru. Harapannya sederhana namun bermakna: pengurus baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, serta menjadi teladan kepemimpinan yang kelak bermanfaat jauh di luar tembok pesantren.