Arahan Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal Lc dalam Acara In House Training Ke-3 - 2 Arahan Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal Lc dalam Acara In House Training Ke-3 - 2

“Pentingnya Guru Mengikuti In House Training” oleh Kepala Sekolah Madrasah Aliyah

Gedung Aula Muhammad Al-Fath telah dipadati oleh Guru Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Pesantren Darunnajah yang saat ini menjadi para peserta dalam acara In House Training Ke-3.

Begitupun Aula Tahfihz yang sejak dini hari telah dipenuhi oleh puluhan Dewan Guru khusus tingkat PAUD, RA, dan MI, yang juga akan melaksanakan kegiatan In House Training.

Karena kebutuhan materi yang berbeda, maka pelaksanaannya pun dilakukan secara terpisah. Namun tidak mengurangi tujuan utama kegiatan tersebut.

Apa pentingnya acara tersebut?

Kepala Sekolah MA

Inilah penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA), Ustadz Katena, S.Pd.I.

Sebagaimana telah dicanangkan oleh Yayasan Darunnajah, maka setiap guru harus bisa mengajar dengan profesional.

Salah satu caranya adalah dengan mengikuti In House Training ini dengan sungguh-sungguh.

Kepala sekolah juga sudah mengkuti kegiatan yang sama sebelumnya.

Sebagai seorang guru, harus parnipura dalam memberikan ilmu. Di dalam acara In House Training ini, kita akan dicas, mereview cara mengajar dan memberikan ilmu, supaya bisa diterima dengan baik oleh setiap murid.

Jika di media sosial kita sering membaca, bahwa saat ini murid-murid kita berada di abad 21 atau disebut dengan murid zaman now.

Sementara persepsi kita didalam pengajaran itu masih pada abad 18 atau 19.

Maka dari itu, kita harus bisa menyesuaikannya kepada anak-anak zaman sekarang.

Bagaimana ilmu yang kita sampaikan itu bisa sampai dan bisa difahami.

Maka seorang guru tentunya, harus memenuhi dari sifat-sifat mulia. Kita review kembali bagaimana kreteria seorang guru. Diantaranya yang telah dirangkum singkat dalam kata IMAMA

Imam, harus menjadi pemimpin, mampu menguasasi kelas dimana kita mengajar. Dari detik awal masuk sampai detik keluar kelas.

Kondisi kelas seperti apa? Bagaimana anak-anak bisa menyerap ilmu kita? Jangan sampai ketika kita mengajar ada anak yang lengah, tidur dan lain-lain.

Maka dari itu, kita harus mempunyai cara untuk menguasainya. Itulah kewajiban kita sebagai imam.

Muttaqin, kita harus menjadi pribadi yang bertaqwa. Tentunya disini telah dicirikan atau diejawantahkan dengan salah satu yang harus kita miliki yaitu harus berakhlak mulia atau berkarakter.

Maka semua itu harus diwujudkan juga di dalam kepribadian kita dengan adab. Pakaian seorang guru atau seorang ustadz dan ustadzah.

Semua itu menunjukan bahwa setiap sikapnya adalah sikap yang mulai.

Maka ada ketentuan di seluruh Yayasan Darunnajah, agar setiap kegiatan harus mengenakan peci hitam dan pakaian yang rapih.

Alim, sebagai seorang guru kita dituntut untuk menjadi seorang yang memiilki ilmu pengetahuan yang luas untuk bisa menyampaikan kepada santri-santri kita, sesuai dengan materi yang kita ampu, silabus yang kita punya.

Menjadi seorang guru kita tidak boleh berhenti belajar. Kita akan terus dituntut untuk belajar.

Sebagaimana telah disampaikan juga oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH. Imam Zarkasyi, bahwa “Jika siap menjadi guru, berarti harus siap belajar selamanya, jangan menjadi guru kalo tidak mau belajar”

Sesuaikan! Saat ini kita berdara di abad 21, kita harus rajin membaca, meperdalam materi yang kita ampu, termasuk harus menyesuaikan dengan media-media saat ini.

Mubaligh, seorang guru adalah penyampai terutama dalam menyampaikan pelajaran dikelas.

Meskipun menjadi pengajar Matematika ataupun Fisika, harus juga menyertakan keislaman, atau mengaitkannya dengan nilai-nilai agama serta nilai syariah islam yang ada.

Selain itu juga harus bisa menyampaikan kepada khalayak ramai atau di lingkungan masyarakat. Untuk itu seorang guru harus bisa menjadi mubaligh.

Yang terakhir adalah ‘Amil, mengamalkan ilmu yang sudah kita dapat selama ini, dan juga kreatif dalam menjalankan amanah serta jadwal mengajar yang sudah diberikan oleh bagiaan Kurikulum

Peserta IHT 2019

Maka, masing-masing kita harus memiliki perangkat-perangkat pelaksana dari pelajaran. Misalnya seperti silabus mapun jadwal. Jangan sampai salah menggunakan jadwal.

Harus tau juga batasan-batasan mengajar. Jika dalam satu semester ada 4 Bab yang harus diajarkan, maka 4 Bab tersebut adalah hak anak untuk mendapatkannya.

Karena dari 4 Bab tersebutlah yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan dalam ujian semester.

Juga harus memiliki kalender pendidikan pesantren.

Berapa jam efektif yang kita punya? Jika semua perangkat tersebut sudah kita kuasai maka tentu saja kita akan menjadi para pengajar yang paripurna.

Demikianlah pentingnya mengikuti kegiatan In House Training. (WARDAN/Mbafer)