Pondok Pesantren Darunnajah, melarang santrinya memiliki atau menggunakan telepon seluler (ponsel) selama mukim atau berada dipesantren karena dianggap bisa mengganggu kualitas ibadah dan proses pembelajaran.
Menurut Ust. Wahyu Fajri, Wakil Kepala Biro Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Darunnajah, larangan tersebut dikeluarkan untuk membatasi santri dari aktivitas yang kurang bermanfaat dan dapat mengganggu kegiatan selama berada dipesantren. Dan berlaku sejak santri tersebut masuk pesantren sampai dia lulus dari pesantren Darunajah.
“Selain tidak bermanfaat dan menimbulkan mudharat atau kerugiaan yang dapat mengganggu aktivotas belajar mengajar santri, Handphone juga sering disalah gunakan untuk menghubungi orang-orang yang tidak penting seperti lawan jenis yang seharusnya tidak baik untuk santri itu sendiri. Karna di usia remaja ini ketika kita belum memasuki usia yang pantas untuk menikah, Wanita adalah syaitan bagi laki-laki, dan begitu juga sebaliknya,” katanya.
Maka, untuk menghindari fitnah bahwa Handphone tersebut akan digunakan oleh Ustadz ataupun disalahgunakan, setiap Handphone hasil sitaan akan langsung dihancurkan d. Untuk memberikan pelajaran sekaligus peringatan kepada santri lain, Rabu (2/3) Ust. Wahyu menghancurkan 2 buah Handphone seri Nokia 5130 dan Samsung Corby yang berhasil disita dari 2 orang santri Aliyah menggunakan palu didepan seluruh santri.
Semoga ini dapat menjadi pelajaran kepada santri lainnya untuk tidak membawa HP ke dalam pesantren, karna hanya akan merugikan. SUDAH DIBOTAK, HANDPHONE-NYA DIHANCURKAN PULA.
Post by, Farid Syauqi Petik OSDN 11-12