PEMBUKAAN UJIAN AKHIR SEMESTER

Upacara pembukaan ujian akhir semester genap tahun ajaran 2008-2009 telah dibuka hari ini, Sabtu (30/5). Upacara yang dilaksanakan di lapangan basket tepat pada pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh dewan guru TMI Darunnajah Cipining dan dan diikuti oleh seluruh santriwan santriwati yang terdiri dari MTs, SMP, MA, dan SMK Darunnajah.

Tampil sebagai pembawa acara ustadz Imam Ghozali, S.Pd.I. yang membuka acara dengan mengajak untuk membaca surat Al-Fatihah bersama-sama. Ustadz Jeje Juraimi, S.Ag. yang mewakili Biro Pendidikan dalam sambutan pembukaan kembali mengingatkan urgensi ujian bagi semua santri. Menurut beliau, ujian kali ini harus disikapi serius oleh para santri. Kemudian beliu mengharap agar semua dapat menggunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar. Salah satu indikasi belajar adalah agar santri membawa buku catatan dan buku pelajaran kemanapun pergi, tambah beliau mengingatkan. Di akhir sambutan, secara resmi beliau membuka ujian akhir smester ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian, Ustadz Syarqi, sebelum membacakan tata tertib terkait dengan pelaksanaan ujian, beliau mengingatkan bahwa ujian kali ini akan dilakukan penegasan selama ujian berlangsung. Selanjutnya, Ustadz yang sedang menyelesaikan tugas akhir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini membacakan tata tertib dan disiplin pelaksanaan ujian disertai dengan beberapa penjelasan yang dianggap penting.

Masih penjelasan Ustadz Syarqi, bahwa ujian kali ini, selama 6 hari akan dilakukan ujian lisan bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk santri asrama. Sedangkan untuk nonasrama ditambah dengan materi Ibadah Amaliah. Setelah ujian lisan selesai, baru kemudian akan memasuki ujian tertuilis hingga tanggal 17 Juni nanti.

Acara pembukaan kemudian ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. Dalam do’a yang disampaikannya, semoga para guru dan santri dapat menyelesaikan ujian ini dengan baik dan lancar, hingga mendapatkan hasil yang terbaik.

Usai acara pembukaan, para santri yang mendapat giliran untuk hari pertama langsung memasuki ruang ujian. Sedangkan yang mendapat giliran pada hari-hari berikutnya kembali belajar untuk mempersiapkan ujiannya masing-masing. Dalam proses ujian lisan, semua santri memasuki ruang ujian satu per satu dengan 2 orang penguji dari dewan guru. Mereka menjawab beberapa materi pelajaran yang telah ditentukan oleh panitia.

Ujian lisan dilakukan untuk mengukur dan melatih para santri dalam praktik bahasa asing, yaitu Arab dan Inggris, yang dikembangkan di pesantren Darunnajah Cipining. Selain itu, diharapkan ujian lisan ini dapat menunjang para santri dalam menghadapi ujian tertulis nanti. Setelah ujian lisan, semoga saja para santri dapat lebih siap ketika harus mengerjakan soal-soal tertulis. Amin