Metode Sentra merupakan paradigma baru di bidang pendidikan dan pengajaran. Mengingat begitu luas tujuan dan cakupannya, di sini hanya akan dikemukakan beberapa prinsipnya yang berbeda dengan metode konvensional.
Dalam pembelajaran dengan Metode Sentra, kurikulum tidak diberikan secara klasikal, melainkan individual, disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing anak. Selama proses pembelajaran, guru dilarang melakukan “3M”: tidak boleh melarang, menyuruh, marah/menghukum.
Basis pembelajaran adalah bermain sambil belajar. Suasana belajar-mengajar dibangun untuk memberikan rasa nyaman dan bahagia (happy learning). Materi ajar disampaikan secara interaktif dan kongkret, dengan menempatkan murid sebagai pusat.
Metode ini membangun “kecerdasan jamak” secara bersamaan dan berimbang: kecerdasan logika-matematika, bahasa, tubuh (kinestetik), ruang (spasial), kemandirian (intrapersonal), kepedulian sosial (interpersonal), musik. Seluruh potensi kecerdasan itu dibangun melalui sentra-sentra (wahana) bermain yang meliputi tiga jenis main: main pembangunan, sensorimotor dan main peran.
Sentra merupakan komponen khusus yang membolehkan anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan bermain yang mereka inginkan sendiri. Dalam sentra anak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan anak lain, belajar secara individual atau berpasangan. Ruangan kelas untuk anak-anak kecil dibagi kedalam area tematik yang terpisah yang disebut pusat kegiatan (activity centers) atau pusat minat (interest centers).
Sentra (pusat kegiatan) adalah simbol yang menyediakan dunia mereka. Dalam “dunia sentra” mereka dapat mencoba beberapa ide dan menyusun kembali kejadian dengan benar sesuai dengan tingkat pemahamannya.
Hal-hal yang dapat dilakukan anak dalam belajar melalui sentra yaitu:
- Membuat pilihan, mengembangkan rasa percaya diri dalam kemampuan memecahkan masalah.
- Menjelajah bahasa, mengkombinasikan kata.
- Meningkatkan kemampuan kreatif, menyeleksi peralatan.
- Mengembangkan kemampuan sosial dengan anak lain.
- Memahami anak lain dan berpartisipasi dalam bermain.
- Mengembangkan tanggung jawab.
- Pengalaman belajar terpadu ketika menggunakan semua area dalam kurikulum dengan berbagai cara yang bermakna.
Ada 6 sentra yang disediakan TK Islam Darunnajah agar anak-anak bisa bermain gembira dan mendapatkan banyak pilihan pekerjaan, diantaranya :
- Sentra Seni
Sentra Seni anak merupakan tempat anak menuangkan kreativitas dan ide dalam bentuk hasil karya 3 dimensi. Kegiatan di Sentra ini anak menggunakan berbagai macam bahan untuk berkreasi. Dalam sentra ini biasanya kegiatannya berbentuk proyek. Misalnya proyek membuat topi, proyek pembuatan akuarium dll.
Kegiatan seni anak lebih difokuskan apada prosesnya bukan hasilnya. Guru mengamati anak melakukan pekerjaan seni, menggali pengertian apa yang dibangun pikiran anak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong anak mampu mengungkapkan apa yang dia pikirkan melalui karya seni. Sepereti menggunting, melukis dengan jari, mewarnai, mencipta berbagai bentuk, melipat kertas dll.
- Sentra Balok
Sentra yang membantu anak mengenal konsep matematika, mengenal bentuk geometri dan mewadahi imajinasi anak untuk membuat bentuk bangunan sebagai upaya pengenalan dimensi ruang dari balok berbagai ukuran yang tersedia. Dengan bermain balok, anak mengasah keterampilan berhubungan dengan temannya. Seperti membangun istana, jalan, jembatan dari balok.

- Sentra Peran Makro
Sentra main peran disebut juga main simbolik, main pura-pura atau main peran. Sentra yang memberi kesempatan anak dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan sekitar, mengembangkan kemampuan bahasa secara optimal dan mengekspresikan diri melalui bermain peran, serta membangun kemampuan anak sebagai makhluk sosial. Seperti menjadi polisi, dokter, teller bank, pilot dll.

- Sentra Bahan Alam
Sentra yang mewadahi anak untuk bereksplorasi melakukan percobaan sederhana sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak dan wahana anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Seperti menakar beras, memindahkan air dengan spon, bermain palstisin, bermain pasir dll.
- Sentra Ibadah
Sentra yang membantu pengembangan keislaman anak, tertanamnya perilaku akhlaqul karimah, senang menjalankan perintah agama serta optimalnya proses perkembangan motorik kasar anak. Seperti mengenal hijaiyah, praktek sholat dan berdoa dll.
- Sentra Persiapan
Sentra yang membantu mengoptimalkan pengembangan keaksaraan dan pengenalan bilangan. Seperti kecerdasan menghitung, membilang dengan benda, mengurutkan bilangan, mengenal huruf, mengenal suku kata dll.








