Pagi itu, mentari seolah ikut tersenyum hangat menyambut hari bersejarah di lingkungan Pondok Pesantren Darunnajah. Bukan riuh dzikir atau sorak sorai kompetisi olahraga yang mendominasi, melainkan gelak tawa polos dari bibir-bibir mungil, calon pemimpin masa depan, santri-santri cilik Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Indoor Playground ini bukan sekadar ayunan dan perosotan biasa. Ia adalah laboratorium kreasi berlantai lembut, dilengkapi dengan climbing wall mini untuk melatih keberanian dan motorik kasar, kolam bola warna-warni yang siap menampung ledakan kegembiraan, hingga sudut-sudut edukatif yang dirancang khusus untuk stimulasi sensorik. Semuanya didesain dengan standar keamanan tinggi, mencerminkan nilai-nilai Islami yang bersih dan tertib.
Acara puncak peluncuran diawali dengan serangkaian sambutan yang sarat makna. Seluruh hadirin, termasuk jajaran Assatidz (guru) dan Ustadzaat (guru perempuan), khusyuk mendengarkan lantunan ayat suci sebelum masuk ke inti acara.
Kepala Sekolah MI Darunnajah, Ust. Hari Wijaya, M.Si., Kepala RA, Usth. Munaroh, S.Pd., dan Kepala Kelompok Bermain (KB), Usth. Suhaeti, S.Pd.I., menambahkan bahwa fasilitas ini akan diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum. “Setiap sudut di playground ini memiliki tujuan edukasi,” jelas beliau. “Mulai dari meningkatkan koordinasi mata-tangan, kemampuan pemecahan masalah (problem solving) saat menghadapi rintangan, hingga melatih kemampuan sosial (social skill) seperti berbagi, menunggu giliran, dan bekerjasama dalam tim. Ini adalah sarana Tarbiyah (pendidikan) yang sangat berharga.”

Setelah sambutan, dilakukan prosesi peresmian yang unik, di mana peresmian dilakukan bukan dengan memotong pita, melainkan dengan pelepasan puluhan balon gas oleh santri-santri cilik ke udara—simbolisasi dari cita-cita mereka yang terbang tinggi. Momen ini menjadi penanda resmi bahwa “Ruang Impian” telah dibuka.
Tirai yang menutupi pintu masuk Indoor Playground akhirnya ditarik. Seketika, suasana hening berubah menjadi gelombang tawa dan seruan kegembiraan. Mata-mata mungil itu berbinar, seolah melihat dunia baru yang selama ini hanya ada dalam imajinasi mereka.
