Latihan Dasar Kepemimpinan: Membangun Generasi Pemimpin Masa Depan.
Kepemimpinan sejati lahir dari proses pembelajaran yang mendalam dan pengalaman bermakna. Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan bagi santri kelas 5 TMI selama lima hari pada 15-19 Januari. Kegiatan yang diprakarsai Departemen Pengasuhan Santri ini membekali calon pemimpin dengan keterampilan fundamental kepemimpinan dan manajemen organisasi yang akan mengantarkan mereka menjadi generasi unggul masa depan.
Program pelatihan di Aula Kampus 3 menghadirkan 15 pemateri berkompeten dari kalangan guru dan alumni berpengalaman. Mereka menyampaikan materi esensial yang mencakup etika kepemimpinan, retorika berbahasa resmi, manajemen fasilitas, hingga pengelolaan keuangan organisasi. Setiap materi dirancang untuk membangun fondasi kepemimpinan yang kokoh dan berintegritas.
Direktur Pengasuhan, Ust. Solehudin, S.Pd. dalam sambutan pembukaan menekankan urgensi pelatihan ini. “Sebagai santri kelas 5, kalian selain mempelajari teori kepemimpinan, juga harus siap menjadi teladan bagi adik-adik kelas!”.
Kehadiran alumni berprestasi Ahmad Subekti Mubarok dari LUMOSA memberikan dimensi praktis yang berharga. Pengalaman langsung dalam mengelola organisasi di dunia nyata menjadi jembatan antara teori dan aplikasi nyata di lapangan.
Evaluasi berbasis keaktifan menjadi ciri khas program ini dengan penilaian berdasarkan keaktifan dalam bertanya dan berdiskusi, perhatian fokus terhadap materi, serta ketekunan mencatat dan merefleksikan pembelajaran.
Ust. Achmad Hanief Jiddan, S.Pd. menekankan pentingnya manajemen emosi dalam kepemimpinan. “Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mengendalikan diri dan menginspirasi orang lain melalui kestabilan emosi,” jelasnya.
Latihan Dasar Kepemimpinan ini menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak pemimpin masa depan. Selain fokus pada pencapaian akademik, pesantren juga membentuk karakter kepemimpinan yang memiliki visi jauh ke depan, kemampuan manajerial unggul, dan jiwa pengabdian tulus untuk kemajuan bangsa.