{mosimage}JAKARTA/dn3. Tanah wakaf yang dimiliki Yayasan Darunnajah cukup banyak dan tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, diantara tanah wakaf tersebut belum sepenuhnya dilakukan pemetaan oleh yayasan. Untuk mengamankan tanah-tanah wakaf tersebut biro pengembangan wakaf Yayasan Darunnajah mengadakan pelatihan metode pemetaan tanah menggunakan GPS (Global Positioning System).
“Saat ini Darunnajah baru mempunyai satu alat GPS model Garmin GPSMAP 60 CSx” ujar Pimpinan Pesantren Drs.H.Sofwan Manaf pada saat pelatihan.
Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 Mei 2009, diikuti H.Sofwan Manaf, Sulistyo, Haris Qodir, Aziz, Mastur, Salim, Trimo dan Amin. Pelatihan dimulai pada pukul 09.00 – 15.00 wib, bertempat di Baitul Wakif.
“GPS dapat digunakan sebagai alat militer, navigasi, system informasi geografis atau pemetaan, alat pelacak, dan pemantau gempa” ujar bapak Bagus dari PT. Indogeotech perusahaan distributor GPS di Indonesia. “system kerja GPS terhubung dengan 31 satelit yang ada diangkasa, untuk lebih akurat dalam pemetaan minimal ada 3 gelombang satelit yang tersambung ke GPS” lanjutnya.