Pelajaran Nahwu Shorof di Pesantren dan Kenapa Penting untuk Memahami Quran

Nahwu dan shorof adalah dua cabang ilmu tata bahasa Arab yang menjadi fondasi untuk memahami teks-teks Arab — termasuk Quran dan hadits — secara mendalam. Di sekolah umum, pelajaran ini biasanya tidak diajarkan. Di pesantren, keduanya menjadi bagian dari kurikulum dasar yang dipelajari sejak awal.

Apa bedanya nahwu dan shorof?

Nahwu adalah ilmu tentang susunan kalimat bahasa Arab — mirip dengan grammar dalam bahasa Inggris. Ia mengajarkan bagaimana kata-kata disusun agar membentuk kalimat yang benar secara struktur.

Shorof adalah ilmu tentang perubahan bentuk kata — bagaimana satu akar kata bisa berubah menjadi puluhan bentuk dengan makna yang berbeda-beda. Ini unik untuk bahasa Arab dan tidak ada padanannya yang persis di bahasa Indonesia.

Keduanya saling melengkapi. Tanpa nahwu, kita tidak tahu cara merangkai kalimat. Tanpa shorof, kita tidak tahu makna pasti dari setiap kata yang berubah bentuk. Dan tanpa keduanya, membaca Quran dalam bahasa aslinya hanya sebatas mengucapkan huruf tanpa pemahaman yang utuh.

Pelajaran ini memang cukup menantang — terutama bagi anak yang baru pertama kali mengenalnya. Tapi di pesantren, karena dipelajari secara bertahap dan dipraktikkan setiap hari lewat percakapan, prosesnya terasa lebih natural dibanding belajar dari buku saja.

Salah satu pesantren di Bogor

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengajarkan nahwu dan shorof secara bertahap dari jenjang awal. Tingkat kemahiran santri bervariasi — ada yang cepat menguasai, ada yang butuh waktu lebih. Hubungi lewat WhatsApp 0812111180.