SERANG — Gelaran tahunan Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka ke-17 (PORSEKA 17) resmi dibuka dengan penuh kemegahan pada Rabu, 5 Agustus 2025. Berpusat di Lapangan Utama Pesantren, Serang, ajang bergengsi ini dihadiri oleh ratusan santri, jajaran pengasuh, serta tokoh keagamaan. Pembukaan ditandai dengan orasi ilmiah dan orasi pembuka yang disampaikan oleh penceramah kenamaan, Ust. Nur Ali Saputra, S.Th.I., M.Pd. Acara ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter, pengasahan bakat, dan penguatan tali silaturahmi antarpeserta.
Dalam amanat panggung utama yang disampaikan pada pukul 08.00 WIB, Ust. Nur Ali Saputra, S.Th.I., M.Pd. menegaskan bahwa ajang perlombaan bukan sekadar arena mengejar piala atau pengakuan. Lebih dari itu, momentum PORSEKA 17 harus dimaknai sebagai sarana menempa diri, melatih kejujuran, serta mempererat rasa persaudaraan. Ia mengingatkan para peserta agar selalu menjaga nilai-nilai keislaman di tengah sengitnya persaingan kompetisi.
“Lomba ini adalah miniatur kehidupan. Di sini kalian belajar bagaimana berjuang dengan gigih, menghargai lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Ingatlah bahwa sportivitas dan solidaritas tanpa batas adalah cerminan dari akhlak seorang muslim yang sejati,” ujar Ust. Nur Ali Saputra di hadapan seluruh peserta dan undangan.
Rangkaian pembukaan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan parade defile dari masing-masing kontingen yang menampilkan beragam kostum kreasi dan atribut unik. Kehadiran defile tersebut diiringi atraksi drumband yang membakar semangat penonton. Suasana semakin khidmat saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan, sebelum akhirnya disusul oleh sambutan dari ketua panitia dan dilanjutkan dengan orasi pembuka oleh Ust. Nur Ali Saputra, S.Th.I., M.Pd.
Sebagai bentuk peresmian secara simbolis, Ust. Nur Ali Saputra bersama pimpinan lembaga memukul gong sebanyak 17 kali dan melepaskan puluhan burung merpati ke udara. Pemukulan gong tersebut disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin, menandai dimulainya seluruh cabang perlombaan yang mencakup bidang olahraga, seni islami, hingga ketangkasan kepramukaan selama sepekan ke depan.
Melalui perhelatan PORSEKA 17 ini, seluruh panitia dan pengasuh berharap para santri tidak hanya mengukir prestasi secara akademik maupun non-akademik, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai solidaritas dan kepemimpinan. Semangat juang yang telah dinyalakan pada hari pembukaan ini diharapkan terus membara hingga penutupan acara, melahirkan generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi masyarakat luas.
