Para Calon Pelatih Silat Ikuti Pendadaran

Meraih sesuatu itu lebih mudah daripada mempertahankannya Begitu bunyi pepatah yang tidak asing di telinga kita. Hal inilah yang juga menjadi perhatian serius Pesantren Darunnajah Cipining dalam olahraga bela diri pencak silat untuk selalu membina dan menumbuhkan generasi pilih tanding, sarat prestasi tinggi, sebagai peningkatan atas prestasi pencak silat yang pernah diraih sejak berdirinya pesantren ini.

Pembinaan calon pelatih selalu diselenggarakan setiap tahunnya dan wajib diikuti oleh para santri kelas IV dan V TMI dan/atau pesilat yang sudah berhasil meraih sabuk hijau. Hal ini dimaksudkan agar para santri senior ini mampu mengajari para adik kelasnya yang masih berada pada sabuk putih dan kuning (biasanya kelas I sampai kelas III TMI). Memanfaatkan waktu luang di saat kelas VI TMI mengikuti Ujian Nasional, 17 s.d 19 April 2007, dilaksanakan penataran pelatih seni beladiri. Kegiatan penggemblengan fisik dan mental ini dipimpin langsung oleh pelatih kawakan yang juga alumnus Darunnajah, Arsyad Umar.

Diikuti 36 peserta, kegiatan dimulai dengan warming-up seperti push-up, sit-up dan refresh (pelenturan otot-otot), sebelum masuk kepada pengenalan jurus-jurus tapak suci, juga untuk mengukur kekuatan fisik calon pelatih yang layak mengikuti pendadaran. Kemudian pada siang harinya barulah dimulai kegiatan inti, diawali tes tertulis tentang keorganisasian tapak suci dan pengetahuan tentang IPSI. Sesi berikutnya adalah materi jurus-jurus dasar.

Di samping Arsyad Umar, kegiatan ini juga mendatangkan Anwar, seorang pelatih IPSI Jakarta timur. Kegiatan ini menelan biaya sebesar 6 juta rupiah, yang berasal dari iuran wajib peserta. Cukup meriah kegiatan penataran tahun ini. Setiap peserta sebelum berangkat ke lapangan selalu meneriakan yel-yel tapak suci yang telah diberikan oleh pelatih dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat dan kekompakan dalam berlatih.

Kegiatan ini mencakup uji fisik terberat dengan berlari dari kampus Darunnajah Cipining ke Parung Panjang sejauh 19 km untuk pengambilan sabuk pelatih tanda kelulusan, tanpa menggunakan alas kaki dan penutup kepala. Alhamdulillah, seluruh peserta dinyatakan lulus. Dengan demikain mereka saat ini sudah berhak menggunakan seragam pelatih serta melatih silat pada latihan mingguan maupun latihan khusus.