Panduan Lengkap Safari Da’wah

A. KEUTAMAAN MENJADI SANTRI (PENUNTUT ILMU AGAMA)

1. Termasuk golongan yang dimaksud oleh Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 122:
وما كان المؤمنون لينفروا كافّة فلولا نفر من كلّ فرقة منهم طائفة ليتفقّهوا في الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلّهم يحذرون
“ Tidak sepatutnya bagi orang-orang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam agama dan untuk member peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya ”.

2. Termasuk golongan yang dimaksud oleh Allah SWT dalam surat Al An’am ayat 125:
من يرد الله أن يهديه يشرح صدره للإسلام ومن يرد أن يضلّه يجعل صدره ضيّقا حرجا كأنّما يصعّد في السماء
“ Barang siapa yang Allah SWT menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangnkan dadanya untuk (mempelajari, memeluk, mengamalkan dan menda’wahkan) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah SWT kesesatannya, niscaya Allah SWT menjadikan dadanya sesak lagi sempit (untuk mempelajari, memeluk, mengamalkan dan menda’wahkan Islam), seolah-olah ia sedang mendaki ke langit”.

3. Termasuk dalam golongan yang dimaksud Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al Mujadilah ayat 11:
يرفع الله الّذين أمنوا منكم والّذين أوتوا العلم درجات
“Niscaya Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

4. Termasuk golongan yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadits dari Mu’awiyah RA :
من يرد الله به خيرا يفقّهه في الدين
“ Barang siapa dikehndaki Allah SWT dengan kebaikan (dunia dan akhirat) maka Allah akan memahamkannya dalam (urusan) agama”. (Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 2948 dan Muslim, no. 1037).

5. Termasuk golongan yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadits :
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلّى الله عليه وسلّم قال: سبعة يُظلّهم الله في ظلّه يوم لا ظلّ إلاّ ظلّه : إمام عادل، و شابّ نشأ في عبادة الله تعالى، ورجل قلبه معلّق بالمساجد، ورجلان تحابّا في الله اجتمعا عليه وتفرّقا عليه، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال، فقال إنّي أخاف الله، ورجل تصدّق بصدقة فأخفاها حتّى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه، ورجل ذكر اللهَ خاليا ففاضت عيناه”. (رواه متفق عليه) .
Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “ Ada 7 golongan yang akan mendapat naungan Allah SWT pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: pemimpin yang adil, remaja yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan masjid, dua orang yang saling cinta-mencintai karena Allah SWT dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan lalu menjawab:’Sesungguhnya saya takut kepada Allah SWT!’, seseorang yang mengeluarkan sedekah kemudian ia merahasiakannya sampai-sampai tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir kepada Allah SWT di tempat yang sunyi kemudian menenteskan air mata”. ( Riwayat Bukhari dan Muslim).

6. Termasuk golongan yang dimaksud Rasulullah SAW dalam Hadits:
من خرج في طلب العلم فهو في سبيل الله حتّى يرجع (أخرجه الدارمي و الصياء المقدسي)
“Barang siapa yang keluar dalam rangka menuntut ilmu maka ia dalam jalan-Nya Allah SWT hingga ia kembali”.

7. Termasuk golongan yang dimaksud Rasulullah dalam hadits:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَبْتَغِي فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَريْقاً إِلَى الجَنَّةِ، وَإنَّ الملَاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضاً بِمَا يَصْنَعُ، وَإنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّماوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ حَتَّى الْحِيْتَانُ فِي الْمَاءِ، وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، وَإنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يَوَرِّثُوْا دِيْنَاراً وَلاَ دِرْهَماً وَإنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بحَظٍّ وَافِرٍ.
“Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya –dengan hal itu- Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga. Dan sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayap-sayap mereka kepada pencari ilmu sebagai keridhaan atas apa yang ia perbuat. Dan sesungguhnya penghuni langit dan di bumi, sampai ikan-ikan di laut pun memohonkan ampun untuk orang-orang yang berilmu. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas semua bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 3641 dan ini adalah lafazhnya. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi, no. 3641; Ibnu Majah, no. 223; Ahmad 4/196; Darimi, 1/98. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin, 2/470, hadits no. 1388).

8. Termasuk golongan yang dimaksud oleh Sahabat Rasul, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan Ulama Salafus Sholih:

 Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan

 مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ اْلأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barangsiapa yang menghendaki dunia, hendaknya dia berilmu. Dan barangsiapa yang menghendaki akherat, hendaknya dia berilmu. Dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (dunia dan akherat), maka hendaknya dia berilmu.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah juga mengatakan, “Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunnah”. (Shahih Jami’ Al-Bayan 31/48, Hilyatul Auliya’ 9/119).

 Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah mengatakan, “Tidak ada suatu amal perbuatan yang lebih utama daripada menuntut ilmu kalau ia niatnya benar”. (Miftah Daaris Saa’dah I/212).

 Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Pelajarilah ilmu karena sesungguhnya mempelajari ilmu merupakan karena Allah adalah takwa kepada-Nya, mencarinya adalah ibadah, mengkajinya adalah tasbih, menelitinya adalah jihad dan mengajarkan kepada orang yang tidak mengetahui adalah sedekah.” Beliau juga mengatakan, “Ilmu adalah penghibur hati di saat sendiri dan sahabat karib di saat sunyi.”

 Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Ilmu itu lebih baik daripada harta, sebab ilmu akan selalu menjagamu, sedangkan engkau yang selalu menjaga harta.” (Faqih wal Mutafaqqih 1/50, Ittiba’ milik Ibnu Abdil ’Izz hal. 86, Bidayah wa Nihayah 9/47 dan I’tishom 2/358).

 Imam Ahmad bin Hambal rohimahulloh berkata, “Kebutuhan manusia terhadap ilmu itu melebihi kebutuhannya terhadap makan dan minum. Yang demikian itu karena seseorang terkadang membutuhkan makanan dan minuman sekali atau dua kali, adapun kebutuhannya terhadap ilmu itu sebanyak tarikan nafasnya”. (Tahdzib Madarijis Saalikiin, Ar-Rusydy rahimahulloh).

 Hasan Al Bashri rahimahulloh mengatakan, “Beramal tanpa ilmu itu seperti berjalan di luar jalurnya. (Apabila seseorang) beramal tanpa ilmu maka kerusakan yang ditimbulkan itu lebih banyak daripada kebaikan yang diraih. Maka carilah ilmu dengan tidak mengganggu ibadah, dan beribadahlah dengan tidak mengganggu mencari ilmu. (Miftaah Daaris Sa’aadah 1/83, Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh).

 Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berpesan, “Jadilah alim (orang yang berilmu), muta’allim (orang yang menuntut ilmu), mustami’ (orang yang mendengar ilmu), atau muhibb (orang yang mencintai ilmu), dan janganlah menjadi orang yang kelima sehingga kamu celaka. Dia adalah orang tidak berilmu, tidak belajar, tidak mendengar, dan tidak pula mencintai orang yang berilmu.” (Al-Kabaair hal. 20, oleh Imam Adz-Dzahabi).

B. RANGKAIAN KEGIATAN SAFARI DA’WAH MASSAL 2012

Organizing

Dalam hal ini pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc melalui wakil pimpinan pesantren bidang Da’wah dan Hubungan Masyarakat, Ust. Katena Putu Ghandi, S.Pd.I selaku penanggungjawab umum menunjuk beberapa koordinator;
Koordinator Umum : Ust. Nurrohim Zaenuri Al Hafidz, S.Pd.I
Koordinator Santri Putra Asrama : Ust.
Koordinator Santri Putra Non Asrama : Ust.
Koordinator Santri Putri Asrama : Usth.
Koordinator Santri Putri Non Asrama : Usth.

Diperkuat oleh jajaran Biro Da’wah dan Hubungan Masyarakat : ust. Imam Ghozali, S.Pd.I, ust. Husnul Mubarok, ust. Sholehuddin Hidayat, usth. Ella Hulasho, S.Sos,

Diantara tugas para coordinator dan jajaran BDHM adalah bermusyawarah untuk penunjukan Musyrif/ah, Amir/ah dan anggota kelompok, pengadaan surat-menyurat, pengadaan trasportasi pada liburan semester gasal 2012 untuk …. kafilah; 49 kelompok santri putra asrama, …. kelompok santri putra non asrama, 42 kelompok santri putri asrama dan …. kelompok santri putri non asrama. Setiap kelompok terdiri dari 10 – 12 santri kelas 1-6 TMI/ VII MTs/SMP-XII MA/SMK.
Musyawarah Ahlu Bait

Setelah terbentuk kelompok-kelompok Safari Da’wah, kemudian mereka bermusyawarah untuk menentukan salah-satu keluarga dari mereka menjadi ahlu bait (tuan rumah), ahlu bait yang notabene juga wali santri ini diharapkan akan mau dan mampu membantu dan mengarahkan para peserta Safari Da’wah di lingkungan tempat tinggal mereka. Diutamakan juga dalam pemilihan ahlu bait; adanya Masjid, Mushola, Majlis Ta’lim, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah dan atau SD/MI, MTs/SMP.

Musyawarah Transportasi

Setelah penentuan lokasi kegiatan, maka hal penting berikutnya yang harus dimusyawarahkan adalah bagaimana transportasi mereka menuju lokasi tersebut?. Berdasarkan pengalaman dalam pelaksanaan Safari Da’wah Massal, sebagian kelompok biasanya dijemput oleh kendaraan pribadi salah-satu keluarga ahlu bait atau anggota kelompok tersebut, atau carter kendaraan yang dikoordinir oleh para penanggungjawab.

Pembekalan dan Simulasi Silaturrahmi

Pembekalan Safari Da’wah ditujukan kepada para penanggungjawab, musyrif/ah, amir/ah dan seluruh peserta. Materi pembekalan meliputi; Petunjuk Teknis Kegiatan Harian Safari Da’wah, Mudzakaraoh Adab-Adab Harian, Tadrib Imamah, Tadrib Khithobah/Muhadloroh, Mentoring Keagamaan (Aqidah-Ahlaq, Fiqh, Tarikh Islam, Tajwid, dan lain sebagainya), percakapan bahasa asing (muhadatsah ‘arabiyyah dan english conversation), bimbingan Laporan Tertulis dan Lisan, serta kiat sukses mendekati anak-anak/peserta didik dengan BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) Islami.

Para peserta juga mendapatkan materi kunci sukses bersosialisasi di masyarkat, yaitu bersilaturrahmi. Secara teknis dalam simulasi silaturrahmi ini, setiap kelompok diharuskan mendatangi minimal 3 tokoh Darunnajah Cipining yang terdiri dari Kepala Biro, Kepala Asrama (representasi tokoh masyarakat dan agama), Pengawas Pendidikan, Kepala Madrasah (representasi tokoh pendidikan), dan guru lajang/muda (representasi tokoh remaja dan pemuda).

Sebelum simulasi, mereka terlebih dulu mendapatkan briefing tentang adab perjalanan, adab bertamu dan adab meminta izin yang disampaikan oleh masing-masing penanggungjawab, mereka juga dilengkapi dengan kertas evaluasi yang akan diisi oleh para nara sumber yang mereka datangi. Dengan demikian mereka akan lebih memahami etika bertamu dengan baik. Diharapkan mereka juga menjadi senang dan gemar bersilaturrahmi, hal mana silaturrahmi ini sudah kurang bahkan tidak diminati lagi oleh para remaja masa kini.

Penyiapan, Penandatanganan dan Penyebaran Surat Permohonan Izin

Pada dasarnya penyiapan dan penyampaian surat-surat Safari Da’wah menjadi tanggung-jawab penuh setiap kelompok. Surat-surat tersebut meliputi surat keterangan/penugasan, pengantar dan atau permohonan izin kepada ahlu bait, aparat pemerintah (kepala desa, rw, rt), kepala Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), kepala MD/MI/SD/TPA/MTs/SMP dan fihak lain yang mengharuskan adanya disposisi surat sebelum pelaksanaan kegiatan.

Setelah proses entri data dan pengepritnan surat-surat, maka setiap amir/amirah kelompok mendatangi dan meminta tanda-tangan Kepala Biro Da’wah dan Humas serta Koordinator Safari Da’wah. Berikutnya, mereka berkumpul di sekretariat pesantren untuk mendapat tanda-tangan pimpinan pesantren sekaligus mendengarkan pengarahan kiat sukses bermasyarakat.

Diupayakan surat-surat tersebut bisa sampai kepada fihak terkait minimal 3 hari sebelum hari H. Hal ini bisa dilakukan dengan mengantar langsung, diambil oleh ahlu bait atau via email pesantren ( [email protected]).

Briefing Para Musyrif/ah

Menggunakan kesempatan jadwal majlis ilmi bagi para guru lajang pada Rabu pagi atau kesempatan lainnya, di ruang musyawarah mingguan, bapak kyai dan Biro Da’wah menyampaikan arahan kepada para musyrif dan musyrifah Safari Da’wah. Dalam forum tersebut, pimpinan pesantren menjelaskan latar belakang Safari Da’wah yang bermula dari kesuksesan progam Praktek Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) bagi santri kelas 6 TMI/ XII MA dan tugas para musyrif/ah.

Maksud dan tujuan dari Safari Da’wah adalah sebagai aplikasi ajaran Islam di masyarakat dengan bersilaturrahmi, berahlaq karimah, meminta nasehat kepada para tokoh, berkawan secara islami dengan teman sebaya serta mengajak dan mengajari adik-adik kelasnya untuk memakmurkan masjid dengan sholat berjama’ah, mempelajari al Qur’an dan hadits, mendengarkan kisah para Rasul dan shohabat atau berdiskusi tentang kegiatan di pesantren.

Dalam Safari Da’wah para santri juga belajar melaksanakan bhakti sosial sesuai kemampuan mereka yang meliputi; di Masjid, mushola, Majlis Ta’lim : membersihkan tempat sholat, midho’ah / tempat wudhu, tempat sandalsepatu, dinding, kaca-kaca jendela, dan halaman sekitar masjid, mushola, majlis ta’lim. Di Sekolah/Madrasah : mengadakan ANEKA BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) Islami, membantu ta’lim qur’an/IQRA. Di rumah Ahlu Bait : membantu dalam penyiapan konsumsi, cuci alat-alat konsumsi, tidak merepotkan ahlu bait,dan mempraktekkan adab-adab makanminum. Di kelompok : merapikan tas-tas, pakaiaan, buku-buku dan barang-barang bawaan lainnya.

Berikut ini merupakan tanggung-jawab dan tugas para musyrif/ah Safari Da’wah, secara umum dibagi ke dalam tiga tahapan:

Sebelum Safari Da’wah
 Memahami rangkaian serta maksud dan tujuan Safari Da’wah
 Membimbing peserta Safari Da’wah dalam musyawarah penentuan ahlu bait dan alat transportasi yang akan digunakan
 Membimbing dan mengevaluasi peserta Safari Da’wah terkait Tadrib Imamah, Khutbah / Muhadloroh / Ta’lim / Ceramah, Adzan wa Iqomah
 Membantu peserta Safari Da’wah dalam menyiapkan materi mentoring keagamaan ( Aqidah Ahlaq, Fiqh, Tarikh Islam, Tajwid, do’a harian, dll), Muhadatsah dan conversation, BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) dengan mengecek dan membenarkan jika terjadi kesalahan
 Membantu peserta Safari Da’wah dalam membuat ‘Yel-yel Islami’
Selama Safari Da’wah
 Mendampingi para peserta Safari Da’wah dalam melaksanakan aneka kegiatan harian; musyawarah, sholat berjama’ah, ta’lim, mudzakarah adab harian, silaturrahmi
 Mengarahkan peserta da’wah dalam pengambilan foto standar publikasi
 Berkomunikasi dan menyampaikan informasi harian via SMS kepada Pimpinan Pesantren, Kepala Biro Da’wah dan Hubungan Masyarakat serta Koordinator Safari Da’wah.
 Menjalin komunikasi efektif dengan keluarga ahlu bait dan tokoh masyarakat
 Memimpin musyawarah evaluasi harian dan kegiatan intern kelompok (Qiyamullail dan Muhasabah)
Sesudah Safari Da’wah
 Mengarahkan proses perpulangan peserta Safari Da’wah ke rumah masing-masing
 Menyiapkan laporan kegiatan untuk dibuat reportase di website pesantren
 Membuat evaluasi untuk pelaksanaan Safari Da’wah yang akan datang
 Mendampingi kegiatan laporan lisan / presentasi Safari Da’wah pasca liburan di masjid
Apel Pemberangkatan

Apel pemberangkatan ini dilakukan di lapangan terbuka (lapangan parkir/Basket/Futsal) dan dihadiri oleh pimpinan pesantren, asatidz, ustadzat, penanggungjawab/panitia pelaksana kegiatan (Biro Da’wah dan Humas), musyrif/ah, amir/ah dan seluruh peserta Safari Da’wah. Maksud dan tujuan dari apel pemberangkatan ini adalah untuk lebih menggairahkan dan membakar semangat juang ‘ruhul jihad’ para santri yang akan belajar bersosialisai di masyarakat.

Rangkaian apel pemberangkatan diawali dengan ‘perang yel-yel Islami’ antar kafilah, sambutan Kepala Biro Da’wah dan Humas, pengarahan langsung dari pimpinan pesantren serta do’a dan ucapan selamat berjuang dari asatidz dan ustadzat dalam mushafahah (bersalaman) di akhir acara.

Selanjutnya, secara berkelompok dengan membawa seluruh perlengkapan dan masih beryel-yel penggunggah semangat, mereka menuju kendaraan masing-masing (pribadi dan carteran) yang sudah berjajar rapi di sebelah Timur/kiri jalan menghadap Selatan bagi santriwati dan Barat/kanan menghadap ke Utara bagi santriwan.

Agenda Kegiatan Harian Safari Da’wah

Berikut ini jadwal kegiatan harian Safari Da’wah yang dilakukan pada hari Kamis – Jum’at yang awalnya bernama Perkemahan Kamis – Jum’at (PERKAJUM). Prinsip penting dalam aplikasi jadwal ini harus meminta izin tokoh agama/masyarakat/pendidikan dan dengan memperhatikan kearifan lokal. Juga disesuaikan dengan waktu sholat di daerah tersebut.

NO WAKTU ANEKA KEGIATAN
1 BA’DA DHUHUR
13.00 – 13.15 UPACARA PEMBERANGKATAN
13.15 – 14.30 MUDZAKARAH DAN PRKATEK ADAB-ADAB SAFAR
14.30 – 14.50 MUSYAWARAH, TA’ARRUF DENGAN AHLU BAIT
14.50 – 15.00 ISTI’DAD SHOLAT ASHAR BERJAMA’AH
15.00 – 15.30 SHOLAT ASHAR BERJAMA’AH (PLUS QABLIYYAH)
2 BA’DA ASHAR
15.30 – 15.45 TA’LIM SORE ( HALAQOH INTERN KELOMPOK)
15.45 – 16.00 DZIKIR SORE AL MA’TSURAT
16.00 – 17.00 SILATURRAHMI, MEMBANTU DI TPQ/MD
17.00 – 18.00 MCK, ISTI’DAD SHOLAT MAGHRIB BERJAMA’AH, TADARRUS ALQUR’AN
18.00 – 18.30 SHOLAT MAGHRIB BERJAMA’AH (PLUS QABLIYYAH WA BA’DIYYAH)
3 BA’DA MAGHRIB
18.30 – 18.45 KULTUM / TA’LIM QUR’AN / MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN YANG SUDAH ADA DI MASYARAKAT
18.45 – 18.55 MU’ASYARAH (BERKENALAN DENGAN JAMA’AH MASJID)
18.55 – 19.00 ISTI’DAD SHOLAT ISYA BERJAMA’AH
19.00 – 19.30 SHOLAT ISYA BERJAMA’AH ( PLUS QABLIYYAH WA BA’DIYYAH)
4 BA’DA ‘ISYA
19.30 – 19.45 TA’LIM QISHAH SHOHABAH NABI MUHAMMAD SAW
19.45 – 19.55 MUDZAKARAH ADAB-ADAB MAKAN DAN MINUM
19.55 – 20.30 PRAKTEK ADAB-ADAB MAKAN DAN MINUM
20.30 – 21.30 MUSYAWARAH ( LAPORAN PER INDIVIDU DAN EVALUASI )
21.30 – 21.30 MUDZAKARAH ADAB-ADAB TIDUR
22.00 – 03.00 PRAKTEK TIDUR FULL SUNNAH RASUL SAW
03.00 – 04.00 QIYAMULLAIL WA MUHASABAH
04.00 – 04.10 ISTI’DAD SHOLAT SHUBUH BERJAMA’AH
04.10 – 04.30 SHOLAT SHUBUH BERJAMA’AH (PLUS QABLIYYAH)
5 BA’DA SHUBUH
04.30 – 05.00 KULTUM / TA’LIM QUR’AN / MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN YANG SUDAH ADA DI MASYARAKAT
05.00 – 05.15 DZIKIR PAGI AL MA’TSURAT
05.15 – 05.30 MUSYAWARAH KEGIATAN DARI PAGI – MALAM
05.30 – 05.45 SHOLAT SUNNAH ISYRAQ
05.45 – 07.00 TANDHIF MASJID
07.00 – 08.00 RIYADHAH DAN MCK
08.00 – 09.00 MUDZAKARAH DAN PRAKTEK ADAB-ADAB MAKAN PAGI
09.00 – 10.00 TA’LIM PAGI ( TAJWID , TAHSINU QIRA’AH, TA’LIM FADHAIL A’MAL), KHIDMAH DI MADRASAH/SEKOLAH/TPQ. RIHLAH IQTISHODIYYAH
10.00 – 10.30 SHOLAT DHUHA
10.30 – 11.30 MENERUSKAN TA’LIM PAGI / KHIDMAH DI SD/MI/MD/TPQ
11.30 – 12.00 QAILULAH / ISTI’DAD SHOLAT DHUHUR BERJAMA’AH
12.00 – 12.30 SHOLAT DHUHUR BERJAMA’AH (PLUS QABLIYYAH WA BA’DIYYAH)
12.30 – 13.30 MUDZAKARAH DAN PRAKTEK ADAB-ADAB MAKAN SIANG
13.30 – 14.00 SILATURAHMI PAMITAN
14.00 – 17.00 KEMBALI KE DARUNNAJAH CIPINING

Kunjungan Supervisi

Ditengah pelaksanaan kegiatan Safari Da’wah, jajaran Biro Da’wah dan Humas mengadakan kunjungan supervisi ke lokasi kegiatan. Dengan melihat langsung kegiatan Safari Da’wah dan bertemu dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan serta ahlu bait, menjadi wahana efektif untuk mendapatkan feed back dan bahan evaluasi Safari Da’wah berikutnya.

Bagi kelompok yang tidak terkunjungi, maka dimonitoring via komunikasi telepon kepada ahlu bait / tuan rumah, musyrif/ah dan tokoh masyarakat. Dengan demikian, kegiatan setiap kelompok diharapkan run well on the right track.

Laporan dan Evaluasi

Ada dua jenis laporan dalam kegiatan Safari Da’wah ini, pertama adalah laporan lisan yang disampaikan secara bergantian oleh seluruh kafilah di masjid pasca kedatangan mereka di pesantren. Dalam laporan lisan ini, masing-masing kelompok menunjuk juru bicara handal yang telah merangkum kegiatan secara globlal, singkat, padat, akurat dan memikat dan kemudian dilengkapi oleh laporan pribadi setiap peserta dalam kelompok tersebut. Kelompok yang sudah menyampaikan laporannya, masih harus ikut mendengarkan kelompok lainnya sehingga terjadi sharing informasi.

Kedua, laporan tertulis yang juga menjadi bahan utama berita on line website pesantren www.darunnajah-cipining.com dan reportase bulletin tengah tahunan Warta Darunnajah (WARDAN). Untuk laporan tertulis ini setiap kelompok juga diharuskan memiliki bukti otentik berupa dokumen foto setiap kegiatan yang dilakukan. Di sini mereka belajar memahami standar foto publikasi.

Point-point penting dalam laporan lisan maupun tulisan adalah waktu dan tempat kegiatan, aneka kegiatan yang dilakukan, bagaimana tanggapan masyarakat, siapa dan apa nasehat dari para tokoh agama/masyarakat/pendidikan, identitas kawan-kawan baru (murid kelas 4,5,6 SD/MI – 7,8,9 SMP/MTs), pengalaman menarik yang mengesankan, serta pesan, saran dan kritik positif konstruktif untuk SAFARI DA’WAH berikutnya.

C. PETUNJUK TEKNIS SHOLAT, MUSYAWARAH, SILATURRAHMI, MU’ASYARAH, KHIDMAH, LAPORAN

SHOLAT
• Dikerjakan di masjid (terutama bagi laki-laki muslim)
• Dikerjajakan secara berjama’ah (membaur dengan jama’ah masjid)
• Dikerjakan di awal waktu sholat
• Dikerjakan dengan khushu’

MUSYAWARAH
 Musyawarah merupakan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SAW. Hendaknya dipimpin oleh amir shoff / ketua kelompok dan mintalah pendapat, masukan dari setiap peserta musyawarah. Mulailah dengan do’a ilham dan diakhiri dengan do’a kaffaratul majlis.
 Setiap kegiatan dalam SAFARI DA’WAH harus berlandaskan musyawarah bukan perintah, ingatlah selalu bahwa da’wah merupakan ‘amal jama’i maka sangat penting untuk menjaga kesatuan hati seluruh peserta.
 Hal-hal yang dimusyawarahkan; penentuan lokasi ahlu bait, dana transportasi, akomodasi dan konsumsi.
 Musyawarahkan juga dengan bijaksana para petugas kegiatan; mu’adzin, qari al qur’an qabla adzan, ta’lim, bayan, kultum, khidmah, jaulah, silaturrahmi dan lain-lain.

SILATURRAHMI
 Silaturrahmi adalah kunci kesuksesan, dengan silaturrahmi maka akan bertambah rizki dan relasi.
 Sampaikan salam dari pimpinan pesantren dan maksud tujuan safari da’wah adalah belajar bermasyarakat dengan ikut menyemarakkan kegiatan keagamaan di masyarakat.
 Hindari silaturrahmi pada waktu-waktu yang tidak tepat,antara lain: setelah sholat shubuh langsung, saat istirahat siang atau istirahat malam.
 Motto yang harus selalu dipraktekkan: Berguru kepada yang lebih dewasa/senior, berkawan dengan teman sebaya dan menjadi guru kepada yang lebih yunior.

MU’ASYARAH (BERGAUL)
 Ta’arruf : kenalkan terlebih dahulu identitas dan asal-usul diri kita, orang lain bisa jadi segan menegur karena belum mengenal bahkan cenderung curiga dengan orang baru.
 Ta’alluq : berperilakulah yang islami agar orang lain simpati dengan Islam.
 Targhib : berikan apresiasi dan motivasi pentingnya belajar dan mengamalkan ajaran agama Islam.
 Tasykil : Ajak kawan baru kita untuk ikut dalam kegiatan safari da’wah seperti; sholat 5 waktu berjama’ah, qiyamullail, ta’lim, silaturrahmi, khidmah masjid, dan lain-lain.

KHIDMAH:
o Masjid / Majlis Ta’lim : bersihkan tempat sholat, midho’ah, tempat sandal&sepatu, dinding, kaca-kaca jendela, dan halaman sekitar masjid/majlis ta’lim.
o Sekolah/Madrasah : adakan ANEKA BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) Islami, bantu ta’lim qur’an/IQRA, Perkajum, mentoring kajian Islam dan lain-lain
o Ahlu Bait : Bantu dalam penyiapan konsumsi, cuci alat-alat konsumsi, jangan merepotkan ahlu bait, praktekkan adab-adab makanminum.
o Kelompok : rapikan tas-tas, pakaiaan, buku-buku dan barang-barang bawaan lainnya.

LAPORAN
 Sebagai apresiasi dan evaluasi maka setiap kelompok SAFARI DA’WAH akan dimintai laporan secara lisan dihadapan para santri dan asatidz.
 Pilhlah juru bicara yang handal, buatlah ringkasan laporan yang singkat, padat, akurat dan memikat.
 Hal-hal yang perlu dilaporkan: tanggapan masyarakat, nasehat dari para tokoh, identitas kawan-kawan baru (kelas 4,5,6 SD/MI atau 1,2,3 SMP/MTs), pengalaman menarik yang mengesankan, saran untuk SAFARI DA’WAH berikutnya, dan hal-hal lain yang penting untuk diketahui secara umum.
 Ucapan terima-kasih dan permintaan maaf kepada berbagai fihak dan permohonan do’a agar istiqamah dalam da’wah fi sabilillah (Karte-Karte Martehe, Marte-Marte Kartehe: Da’wah Sampai Mati, Mati Da’lam Da’wah)!.

D. Azas- Azas Da’wah, Kiat Sukses Da’wah
Merupakan amal Ijtima’i (kerja sama), bukan infiradi (kerja individual)
Perbanyak Risau, bukan fikir yang tinggi-tinggi
Perbanyak Gerak, bukan hanya tulisan dan lisan
Biasakan Musyawarah, bukan menggunakan ‘perintah’
Perbanyak Kabar gembira, bukan menebar ancaman
Amar ma’ruf diutamakan dari nahi munkar
Senyap-senyap fokus pada sasaran, bukan propaganda yang menyilaukan
Berbicara yang pokok-pokok, tidak terlalu mendetail
Tumbuhkan kasih-sayang, hindari perpecahan
Usaha atas akar, jangan sibuk dengan ranting
Maksimalkan dengan diri, kemudian dengan harta
Damai itu indah, perang itu musibah
Dengan tawadhu’ dan jangan takabbur

7 Sunnah Harian Rasulullah SAW
1. Mendawamkan qiyamullail
2. Tadarrus al Qur’an
3. Sholat Shubuh di Masjid
4. Menjaga Sholat Dhuha
5. Bersedekah
6. Selalu menjaga wudhu
7. Beristighfar setiap saat

Fungsi Anatomi Tubuh
o Tatapan mata penuh rahmat/kasih-sayang,
o Fikiran senantiasa husnudzan/positif thinking,
o Tarikan nafasnya disertai Tasbih,
o Gerak hati sebagai do’a,
o Bicaranya bernilai da’wah,
o Diamnya full dzikir,
o Gerakan tangannya sedekah,
o Langkah kakinya jihad fii sabilillah!

Obat Hati Ada 5 Perkara
 Tadarrus al Qur’an dengan maknanya
 Sholat berjama’ah dan sholat malam jangan lupa
 Senang bergaul dengan ulama dan ahli agama
 Gemar melaksanakan ibadah puasa
 Dzikir lama-lama mesti biasa

4 Asbab Istiqomah
 Da’wah dengan berhijrah
 Mujahadah
 Hidupkan sunnah
 Ikrom / saling menghormati

4 Perusak Hati Manusia
• Berdebat dengan orang bodoh
• Memperbanyak dosa
• Bergaul dengan wanita yang bukan muhrim
• Banyak berhubungan dengan ‘orang mati’ ( orang kaya yang sombong)

4 sifat Sahabat Rasulullah
o Ta’at yang luar biasa
o Tidak cinta dunia
o Hartanya untuk agama
o Merasa belum berbuat apa-apa

4 sifat para Anbiya
 Selalu mencari kebaikan orang lain
 Selalu mencari kejelekan/kekurangan diri sendiri
 Selalu menafikan kebaikan diri sendiri
 Selalu menafikan kejelekan/kekurangan orang lain

4 perkara yang diperbanyakkan;
• Dakwah ilallah – Dakwah ijtima’i, dakwah infradi, dakwah umumi dan dakwah khususi.
• Ta’lim wal ta’lum – Ta’lim infradi, ta’lim ijtimai, halaqah tajwid, fadhilah amal dan muzakarah sifat-sifat sahabat.
• Zikir dan Ibadah – Zikir: membaca Subhanallah, wal hamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar; sholawat, istighfar dan tilawah Al-Quran. Ibadah: Ibadah fardhu, wajib, sunat dan mustahab.
• Khidmat – Khidmat kepada diri sendiri, rombongan jemaah, kampung dan amir jemaah.
4 perkara yang dikurangi;
• Kurangi waktu makan dan minum.
• Kurangi waktu tidur dan rehat.
• Kurangi waktu percakapan yang sia-sia.
• Kurangi waktu di luar masjid.

4 perkara yang ditinggalkan;
• Ishraaf (perbuatan boros atau membazir).
• Berharap (dalam hati) kepada makhluk.
• Meminta kepada makhluk.
• Menggunakan barang orang lain tanpa izin/ ghoshob.

4 perkara yang tidak boleh disentuh;
• Perbedaan aqidah.
• Khilafiah/ mazhab.
• Politik, aib masyarakat, pangkat serta derma.
• Berdebat (mujadalah).

4 perkara yang dijaga;
• Mengutamakan amal ijtima’i daripada amal infradi.
• Kehormatan masjid.
• Ketaatan kepada amir/amirah.
• Sabar dan tahamul (ketahanan dalam menghadapi ujian).

4 perkara yang dijauhkan;
• Tanqish (merendahkan).
• Tanqid (mengkritik).
• Tardid (menafikan atau menolak sama sekali).
• Taqobul (membanding-bandingkan).

4 pilar (tiang/ dasar) agama;
• Ahli dakwah (muballigh, juru tabligh, da’i, juru dakwah, penceramah).
• Tadris (para ulama, pengasuh/mudir pondok pesantren/ madrasah, majlis ta’lim, asaatidz).
• Kanka (mursyid, ahli tareqat) dan
• Mushanif (para pengarang kitab agama).

E. ADAB-ADAB HARIAN MUSLIM MULTAZIM

Menurut Imam Ghozali dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin Juz III Ahlaq adalah sifat yang tertanam kuat di dalam jiwa manusia, yang dari sifat tersebut timbul perbuatan dan gerak-gerik lahiriah dengan mudah, tanpa memerlukan pertimbangan fikiran lebih dahulu (reflek).
1. ADAB PERJALANAN

1. Berniat semata-mata karena Allah SWT, bukan perjalanan untuk ma’siat.

2. Sebaiknya berwudhu terlebih dahulu, melakukan Sholat Safar 2 raka’at serta membaca do’a. :
بسم الله توكلت على الله لا حول ولا قوة إلا بالله, tatkala keluar dari Masjid/rumah dengan kaki kiri, ketika memakai sandal/sepatu masukkan kaki kanan terlebih dahulu ( sambil duduk atau jongkok ) dengan mengucapkan :
بسم الله الرحمن الرحيم

3. Jika naik kendaraan, langkahkan kaki kanan terlebih dahulu dengan mmebaca:
بسم الله الرحمن الرحيم lalu duduk dengan membaca الحمد لله رب العالمين, dan jika bertemu dengan saudara muslim hendaknya kita mengucapkan salam. Do’a naik kendaraan : سبحان الذى سخرلناهذا وماكنّاله مقرنين وانّاإلى ربّنا لمنقلبون
( QS. Az-Zukhruf : 13-14 ), kemudian membaca :الحمدلله ( 3 X ),الله اكبر serta membaca : ( 3X ) سبحانك انى ظلمت نفسى فاغفرلى فانه لايغفر الذنوب إلاأنت

4. Selama dalam perjalanan duduk dengan adab, hidupkan suasana agama, perbanyaklah mengingat Allah dan renungkanlah kebesaran-Nya.

5. Jika sampai ke tempat tujuan, kita berlindung kepada Allah dengan mengucapakan :

اعوذ بكلمات الله التامات من شر ماخلق
Kemudian membaca do’a : اللهم بارك لنا فيها ( 3 X )

2. ADAB TIDUR

1. Sebelum tidur disunnahkan berwudlu dulu.
2. Disunnahkan mengibas-ibaskan alas tidur sebelum di hamparkan.
3. Sebelum tidur hendaknya menghisab diri, yaitu mengoreksi amal perbuatan kita pada hari itu dan berniat akan beramal lebih baik pada hari berikutnya.
4. Berniat bangun untuk Sholat Tahajjud dan mengajak keluarga kita untuk bertahajud.
5. Rasulullah tidur menggunakan bantal, bantal beliau terbuat dari kulit yang berisi daun-daun kurma.Kasurnya juga dari kulit. Bila musim dingin dilipat tipis dan pada musim panas dilipat tebal.
6. Posisi tidur yang disunnahkan adalah dengan tulang rusuk kanan berada pada posisi bawah, muka dan badan menghadap kiblat, dan telapak tangan diletakkan di bawah pipi.
7. Boleh tidur terlentang dengan meletakkan kaki yang satu di atas kaki yang lainnya.
8. Hendaknya menjaga aurat walaupun di kamar sendiri.
9. Sesama laki-laki atau wanita dilarang tidur dalam satu selimut.
10. Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya semenjak usia 6 tahun.
11. Sebelum tidur hendaknya menjauhkan benda-benda tajam dari sisi kita.
12. Jika bermimpi buruk jangan menceritakannya kepada siapapun, dan disunnahkan menceritakan mimpi yang baik kepada orang yang dipercayai.

Larangan dalam tidur :
1. Dilarang tidur tengkurap. Itu adalah cara tidur yang dibenci Allah SWT.
2. Dilarang tidur dengan melonjorkan kaki kearah Qiblat.
3. Dilarang tidur hanya memakai selimut, tanpa berpakaian apapun.

Bacaan-bacaan sebelum tidur :
1. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas kemudian ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan keseluruh anggota badan, sebanyak tiga kali.
2. Membaca Surat Al-Kafirun agar terhindar dari sifat Syirik.
3. Membaca Surat Al-Mulk agar terhindar dari adzab kubur.
4. Membaca Surat Al-Waqi’ah, barang siapa yang membacanya setiap malam akan dihindarkan dari kelaparan selamanya.
5. Membaca Surat Yasin agar dosa kita diampuni dan akan dijaga oleh malaikat sehingga syetanpun tidak akan mendekatinya.
6. Membaca istigjfar sebanyak-banyaknya, minimal 3 X.
7. Membaca sedikitnya 10 ayat Al-Qur’an sebelum tidur, bila dibaca pada malam hari kemudian ia meninggal dunia maka ia tidak termasuk kedalam golongan orang yang lalai.
8. Membaca Sayyidul Istighfar.
9. Membaca tasbih Fatimah, yaitu سبحا ن الله (33 X), الحمدلله (33 X), الله اكير (33 X)
Barang siapa membacanya maka ia akan bangun dalam keadaan segar bugar.
10. Membaca do’a اللهم بسمك أموت وأحيا, jika terbangun karena mimpi buruk, hendaklah membaca do’a أعوذبالله من الشيطان الرجيم , kemudia meludah dengan isyarat ke kiri 3 X, jika sampai 3 Xmasih juga mimpi buruk, maka sebaiknya pindah tempat tidur dengan membalikkan bantal.
11. Jika bermimpi baik disunnahkan membaca الحمدلله
Adab bangun tidur :
1. Ketika bangun tidur hendaklah mengucapالحمدلله (3 X) lalu disunnahkan membaca do’a الحمدلله الذى أحيانابعد ما أماتنا و إليه النشور
2. Setelah bangun disunnahkan mencuci tangan 3X, jangan menyentuh makanan atau minuman sebelum cuci tangan.
3. Disunnahkan segera bersiwak dan berwudhu, dan memasukkan air ke hidung, karena syetan banyak bersembunya di lubang hidung ketika tidur.Setelah itu hendaknya melaksanakan sholat dua raka’at dengan niat syukrul wudhu atau Qobliyah Fajr.
4. Jika bangun sebelum adzan disunnahkan membaca
استغفرالله العظيم لى ولجميع االمسلمين والمسلمات

3. ADAB SALAM DAN IZIN

1. Menyebarkan salam berarti menyebarkan kasih sayang.
2. Memberikan salam akan menghilangkan takabbur.
3. Mengucapkan ‘Assalamu’alaikum’ akan mendapatkan 10 pahala, dan “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wabarokatuh’ akan mendapatkan 30 pahala.
4. Sunnah memberikan salam kepada orang yang dikenal maupun belum dikenal.
5. Lebih utama bagi yang lebih dulu mengucapkan salam.
6. Aturan dalam mengucapakan salam :
– Yang kecil memberi salam kepada yang lebih tua.
– Yang berjalan memberi salam kepada yang duduk.
– Yang sedikit memberi salam kepada yang banyak.
– Yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan kaki.
7. Jangan mendahului salam kepada non muslim.
8. Jika orang non muslim mengucapkan salam kepada kita, hendaknya dijawab : Wa’alaikum.
9. Tidak boleh mengucapakan salam dengan kalimat : “alaikas salam “ karena yang demikian adalah salam yang diperlukan bagi orang mati.
10. Tidak boleh memberi salam ala Yahudi atau Nasrani, yaitu dengan melambaiakan tangan dan memberi isyarat jari.
11. Boleh mencium tangan orang alim dan terhormat.
12. Tidak boleh menyambut orang yang datang dengan cara berdiri langsung dari duduk.
13. Bila diberi salam melalui seseorang hendaknya dijawab “alaika wa ‘alaihis salam!”.
14. Disunnahkan agar selalu memberi salam ketika memasuki rumah dan keluar rumah, baik di rumah sendiri atau orang lain, walaupun rumah itu kosong.
15. Memasuki rumah dengan mengucapkan salam akan membawa berkah Allah di dalamnya.
16. Dianjurkan agar memberi salam ketika memasuki majlis atau meninggalkannya.
17. Hendaklah memberi salam dengan suara keras, sehingga cukup terdengar.
18. Hukum menjawab salam adalah wajib.
19. Disunnahkan mengantar tamu yang akan pulang hingga sampai keluar rumah atau sebatas pintu. Setiap tamu yang akan pulang Rasulullah akan mengantarkannya sampai ia keluar rumah.
20. Jika Rasulullah menyapa seseorang yang tidak diketahui namanya, maka biasanya memanggil dengan sebutan : Yaa ‘Abdallah..! “.

4. ADAB BERJABAT TANGAN

1. Sunnah berjabat tangan.
2. Dua orang muslim yang berjabat tangan, Allah akan mengampuni dosanya sebelum mereka berpisah.
3. Hendaknya berjabat tangan dengan tangan kanan, bukan dengan tangan kiri, kecuali jika udzur.
4. Disunnahkan juga berangkulan (mu’anaqoh).
5. Sunnah berjabat tangan sambil berdo’aيغفر لنا ولكم :
6. Para Rasulullah sahabat jika berjumpa satu sama lainnya, akan berjabat tangan dan jika pulang dari perjalanan jauh mereka akan berpelukan.
7. Laki-laki tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang ukan mahramnya, begitu juga sebailknya.
8. Jika berjabat tangan biasanya Rasulullah menunggu dilepas tangannya, bukan Rasulullah yang melepaskan.
9. Jangan memalingkan muka dari orang yang menyalami kita karena Rasulillah tidak pernah memalingkan muka dari orang yang menyalaminya.
10. Berjabat tangan tidak cukup hanya dengan bersentuhan satu jari, tetapi saling memegang telapak tangan dengan kuat.

5. ADAB MEMASUKI RUMAH ORANG LAIN/BERTAMU

1. Tidak boleh melihat ke dalam rumah orang lain sebelum minta izin kepada pemiliknya.
2. Rasulullah memerintahkan agar mencukil mata orang yang mengintip rumah orang lain tanpa izin.
3. Tidak boleh minta izin hanya dengan mengatakan : “Bolehkah aku masuk..?”, tetapi harus dengan mengucapakan ‘Assalamu’alaikum bolehkan aku masuk..?.
4. Batas meminta izin atau salam adalah 3 X, jika tidak ada jawaban disunnahkan agar kembali.
5. Ketika memberi salam atau meminta izin memasuki rumah orang lain, sebaiknya jangan memandang kearah pintunya. Dikhawatirkan dengan melihat langsung ke arah pintu, bila terbuka akan terlihat aurat tuan rumah.
6. Jika ditanya oleh pemilik rumah : Siapa…?, maka disunnahakan memberi tahu siapa kita dengan jelas, jangan hanya menjawab :….Saya..!.
7. Diharuskan meminta izin masuk ketempat wanita di tiga waktu, walaupaun keluarga sendiri, anak kecil, atau pembantu. Tiga waktu tersebut adalah : sebelum Shubuh, Masa tidur siang dan setelah Isya.

6.ADAB DI DALAM MASJID
‘Masjid adalah sebaik-baik dan semulia-mulianya tempat di bumi’ jagalah adab-adabnya:
1. Jika melihat Masjid hendanya membaca Basmallah dan sholawat kepada Rasulullah SAW.
2. Memakai pakaian yang bersih, baik, sopan, sesuai ajaran islam.
3. Badan dalam keadaan suci berwudhu dan disunnahkan memakai wangi-wangian.
4. Masuk masjid dahulukan kaki kanan, dengan niat ‘itikaf
نويت الإعتكاف فى هذا المسجد لله تعالى
5. Masuk masjid disunnahkan membaca do’a :
اللهم افتح لى أبواب رحمتك
6. Di dalam masjid hendaknya memperbanyak amalan masjid Nabawi yaitu : Da’awah, ta’lim wa ta’allum, ibadah dan khidmat.
7. Selama di masjid harus menutup aurat.
8. Sebaik-baik Shof bagi laki-laki adalah yang terdepan dan Shof terbaik bagi wanita adalah yang paling belakang.
9. Bila hendak keluar masjid , langkahkan kaki kiri terlebih dahulu serta ucapkan do’a
اللهم إنى اسألك من فضلك
10. Pakailah alas kaki dengan mendahulukan kaki kanan dengan membaca :
بسم الله الرحمن الرحيم
Hal-hal yang dibolehkan :

1. Mengeluarkan orang yang membawa bau-bauan tidak enak.
2. Boleh tidur, makan dan minum di masjid dengan niat ‘itikaf

Hal-hal yang tidak dibolehkan :

1. Tidak boleh meludah di dalam masjid.
2. Tidak boleh bersyair dan bernyanyi di dalam masjid, karena dido’akan agar Allah menghancurkan mulutnya.
3. Tidak boleh mengadakan jual-beli.
4. Tidak boleh mencari/mengumumkan barang yang hilang.
5. Tidak boleh mwmbawa senjata terhunus .
6. Tidak boleh menjadikan masjid sebagai jalan lintasan.Tidak boleh tertawa, bersuara keras, bersenda gurau, berbicara sia-sia.
7. Jangan buang angin di dalam masjid.
8. Tidak boleh memotong kuku, rambut, mengibaskan kain dengan keras, menyisir rambut dan janggut.

7. ADAB MAKAN MINUM

1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir
2. Menunggu makanan di tempat yang telah disediakan.
3. Apabila makanan datang kita membaca do’a :
اللهم بارك لنا فيما رزقتنا وقنا عذاب النار
4. Sebelum makan baik juga mencicipi garam.
5. Sewaktu makan usahakan bericara masalah agama atau banyak berdzikir dalam hati : اللهم لك الحمد ولك الشكر
6. Sunnah dengan tiga jari dan boleh dengan lima jari.
7. Disunnahkan secara berjama’ah.
8. Jika ada makanan yang enak kita dahulukan untuk teman kita atau dibagi rata.
9. Jangan mencela makanan bahkan dianjurkan memujinya.
10. Jika ada makanan yang tidak kita sukai, lebih baik tidak memakannya.
11. Usahakan mengambil makanan yang terdekat dan jangan sampai mubadzir.
12. Disunnahkan membersihkan makanan yang ada di tangan dengan mulut sampai bersih.
13. Jangan minum air sekaligus dalam satu nafas, hendaklah sedikit demi sedikit, diawali dengan Basmallah dan diakhiri dengan Hamdallah.

14. Jangan meniup air panas, dihawatirkan kuman yang ada di mulut kita akan masuk kembali ke badan.
15. Bila makan buah-buahan disunnahkan membaca do’a :
اللهم بارك لنا في ثمرنا
16. Cara duduk ketika makan adalah duduk di atas telapak kaki kiri dan menegakkan betis kaki kanan.
17. Sunnah mulai makan dari pinggir piring menuju ke tengah, karena berkah makanan berada di tengah.
18. Sunnah memaki tutup kepala ketika makan.
19. Disunnahkan menggunakan alas di bawah piring.
20. Makanan yang jatuh hendaknya diambil kembali, mungkin adalah makanan yang berkah.
21. Selesai makan disunnahkan membersihkan piring bekas makam sehingga bersih seperti semula.
22. Hendaknya di akhiri dengan membaca do’a :
الحمد لله الذى أطعمنا وسقانا وجعلنا مسلمين
23. Jika kita lupa membaca do’a di awal, maka hendaknya membaca :
بسم الله أوله وأخره

8. ADAB BERBICARA

1. Barang siapa menjamin terjaganya lidah dan kemaluannya, maka akan dijamin masuk surga.
2. Hindarilah kebohongan dalam setiap pembicaraan.
3. Hendakbya tidak bebkata kasar atau menghina orang lain. Jangan membentak atau menghardik, namun berlemah-lembutlah. Bahkan kepada Firu’anpun Nabi Musa diperintahkan untuk berlemah lembut.
4. Jangan menyela atau memotong pembicaraan orang laoin, tapi dengarkanlah dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan apa yang dibicarakannya.
5. Nabi melarang kita mengutuk orang lain dan tidak pandai berterima kasih. Jika kutukan tersebut tidak sesuai bagai orang yang dikutuk, justru kutukan tersebut akan kembali kepada sipengutuk. (HR. Tirmidzi).
6. Nabi melarang kita menyumpahi orang lain. (HR. Muslim). Dan diantara dosa besar adalah menyumpahi orangtua sendiri. (HR. Muslim).
7. Kita juga dilarang menyumpahi atau melaknat orang-orang yang telah meninggal dunia, karena hal itu akan menyebabkan kerugian bagi orang yang masih hidup di dunia. (HR. Tirmidzi).
8. Dilarang keras menuduh orang Islam lain dengan sebutan kafir.
9. Tidak akan masuk syurga orang yang suka mengadu-domba. (HR. Mutafaqqun ‘alaih).
10. Ghibah/membicarakan keburukan orang lain dengan niat yang tidak baik, seperti memakan daging saudaranya sendiri.
11. Sumpah palsu adalah dosa besar. Barang siapa bersunpah demi Alloh, kemudian dalam pembicaraannya meneyertakan ketidakbenaran walaupun sebesar ayap nyamuk, maka sumpah tersebut akan menjadi titik hitam di hatinya yang akan tinggal/berbekas hingga hari Qiyamat. (HR. Tirmidzi).
12. Berbicaralah yang baik atau diam. Diam itu banyak kebaikannya namun sangat sedikit pelakunya.
13. Dalam berbicara harus memperhatikan: lawan bicara (orang tua, teman sebaya, nelayan, mahasisiwa, guru, pejabat dll) waktu; kondisi; keperluan; lokasi: volume; diksi/plihan kata; Bahasa tubuh/body language; dll.

(dipersiapkan oleh Abu Ezzat El Wazira Muhlisin Ibnu Muhtarom)