Pahala Dapat, Badan Sehat Wal’afiat

Pahala Dapat, Badan Sehat Wal’afiat

Usai Pengajian, seperti yang sudah diagendakan dalam Acara, seluruh hadirin dibekali dengan pengetahuan Metode Pengobatan Hijamah atau Bekam. Bukan hanya teori, tetapi ada juga prakteknya. Untuk itulah Bekam Gratis ditawarkan kepada seluruh hadirin. Dengan mendapatkan bekam Gratis, ada dua keuntungan, pertama yang dibekam mendapat pengobatan thibun Nabawi dengan Gratis, yang kedua, Peserta pelatihan bekam semakin memahami bagaimana metode melakukan bekam yang baik dan benar.

Secara umum yang dapat dikenali, Bekam ada beberapa macam, yakni

a)     Bekam Basah (Wet Cupping), Yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.

b)     Bekam Kering (Dry Cupping), Yaitu metode bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh.
c)     Bekam Seluncur (Sliding Cupping), Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.
d)     Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik, Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Dari keempat macam Hijamah atau bekam diatas, yang dilakukan pada Pengajian Bersama ulama dan Umara tersebut adalah Bekam Basah (Wet Cupping). Berikut adalah Tata Cara Melakukan Bekam Basah :
1.     Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.

2.     Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.

3.     Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektans/alkohol.

4.     Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.

5.     Biarkan selama 3-5 menit.

6.     Lepas gelas bekam dan sayat bagian bekas bekam dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril.

7.     Bekam lagi posisi yang disayat tadi.

8.     Tunggu selama lebih kurang  3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.

9.     Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar, bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.

10. Bekam lagi sebanyak 3-5 kali, atau sampai keluar cairan putih dari kulit.

11. Oles bekas sayatan dan bekam dengan minyak habbatus sauda’ (jinten hitam).

12. Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.

Adalah ibu Tini yang diwawancarai oleh WARDAN, menurut Istri dari Wakil Rektor Akademi Farmasi Islam Leuwi Liang Bogor ini, Ilmu bekam sangat mudah dipelajari. Sehingga dapat dipelajari oleh siapa saja, bahkan dengan otodidak. Namun baiknya orang yang akan belajar bekam harus di bekam dahulu oleh ahlinya. Agar lebih memahami bagaimana tehnik bekam dengan baik.

Banyak Hadits yang menyebutkan tentang keutamaan Bekam atau Hijamah.  Diantaranya adalah;

1. Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
2. Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).
3. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
4. Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi)

Demikian Hikah Hijamah yang sangat agung, Beobat adalah ibadah, untuk itu beribadahlah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Selayaknya kita sebagai seorang mukmin yang beriman, mengikuti teladan dan petunjuk dari Rasulullah saw. Pahala dapat, Badan sehat wal’afiat. [WARDAN/Kang DR]

Pendaftaran Santri Baru