Pagelaran Seni Akbar Drama Arena 534 2026 Pagelaran Seni Akbar Drama Arena 534 2026

Pagelaran Seni Akbar Drama Arena 534 2026

Pagelaran Seni Akbar Drama Arena 534 2026

Kebersamaan lahir dari perbedaan yang dirajut menjadi satu panggung megah. Sabtu malam, 11 Agustus 2026, aula Kampus 3 Pesantren Darunnajah 2 Cipining berubah menjadi arena teater yang menghadirkan drama kolosal bertajuk Pagelaran Seni Akbar Drama Arena 534. Seluruh santri kelas 5 TMI tampil sebagai penyelenggara sekaligus pemeran, mempersembahkan kisah yang lahir dari perjalanan panjang mereka selama menjadi bagian dari kepengurusan rayon.

Acara ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas kenaikan jenjang santri menuju kelas 5 TMI. Penonton yang hadir memenuhi aula, mulai dari santri kelas 1 hingga jajaran guru beserta keluarga. Momentum ini sekaligus menjadi ajang refleksi atas dinamika yang mereka lalui bersama adik-adik kelas 1 hingga kelas 4 selama menjalankan tugas kepengurusan.

Tema besar yang diangkat dalam drama ini adalah keberagaman peran di antara sesama santri. Ada yang menjabat sebagai atlan, sebutan bagi santri yang tidak mengurusi anggota secara langsung namun tetap mengemban tanggung jawab penting dalam struktur kepengurusan. Ada pula yang berperan sebagai pengurus rayon, bersinggungan langsung dengan santri kelas 1 hingga kelas 4 dalam keseharian pondok.

Perbedaan peran itulah yang justru menjadi benang perekat. Alih-alih menjadi jarak, aneka posisi dan tanggung jawab yang berbeda membuat ikatan di antara santri kelas 5 TMI semakin erat. Nilai ini dikemas apik melalui penampilan panggung yang memukau, menghadirkan pesan bahwa kebersamaan sejati tumbuh justru dari keberagaman peran, bukan dari keseragaman.

Persiapan acara ini menyimpan tantangan tersendiri bagi panitia. Santri dituntut menghadirkan pertunjukan yang megah namun tetap berpijak pada nilai-nilai yang dijunjung pondok. Proses pemasangan background sempat menemui kendala teknis, termasuk penaikan frame bagian atas yang harus dihentikan sementara demi mempertimbangkan kekuatan tali penopang. Berkat kehati-hatian tersebut, acara akhirnya dapat berjalan lancar hingga selesai.

Dua tokoh senior turut memberikan sentuhan bermakna dalam rangkaian acara. Al Ustadz Zainal Muttaqien membuka jalannya kegiatan, sementara Al Ustadz Hakim Firanda memimpin doa penutup. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa setiap karya besar santri senantiasa diiringi bimbingan dan doa para pendidik.

Respons yang mengalir dari seluruh pihak yang hadir turut mewarnai kesuksesan malam itu. Santri terlihat antusias mengikuti jalannya pertunjukan dari awal hingga akhir, sementara suasana aula tetap terkondisi dengan baik sepanjang acara berlangsung.

Pagelaran ini menjadi bukti bahwa proses lebih berharga dibanding sekadar hasil akhir. Perbedaan peran, tantangan teknis, hingga kerja keras di balik panggung mengajarkan santri kelas 5 TMI tentang arti tanggung jawab dan kebersamaan yang sesungguhnya. Semangat ini diharapkan terus terjaga sebagai bekal santri menghadapi peran-peran baru di jenjang berikutnya. Mari terus dukung kreativitas santri Pesantren dalam berkarya sambil menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas pendidikan pesantren.