Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta resmi menutup rangkaian kegiatan Olimpiade TMI & MQK Ke-5 Tahun 2026.
Acara penutupan berlangsung khidmat di Darunnajah Jakarta dan dihadiri oleh seluruh kontingen cabang Darunnajah 1 hingga Darunnajah 23.
Dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, para wakil pengasuh darunnajah cabang, serta kepala direktur. Kegiatan ini merupakan salah satu kesempatan bagi seluruh santri Darunnajah untuk mengukir prestasi di bidang keilmuan pesantren.
Dalam sambutan penutupan, K.H Bushtomi menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama olimpiade bukanlah kemenangan semata, melainkan semangat menuntut ilmu di jalan Allah. Pesan dalam bahasa Jawa “sing menang ojo jumowo, sing kalah ojo dulo” bermakna yang menang jangan sombong, dan yang kalah jangan berkecil hati.
Pada tingkat Wustho Putra, Darunnajah 2 keluar sebagai Juara Umum dengan 1.475 poin, sementara Darunnajah 1 meraih Juara Favorit dengan 1.435 poin.
Di tingkat Wustho Putri, Darunnajah 1 menjadi Juara Umum dengan 1.425 poin, diikuti Darunnajah 2 sebagai Juara Favorit dengan 1.250 poin.
Tingkat Ula Putra dimenangkan oleh Darunnajah 2 dan tingkat Ula Putri oleh Darunnajah 1. Perlombaan mencakup berbagai bidang, seperti Nahwu, Fiqh, Tauhid, Tafsir, Hadits, Ushul Fiqh, hingga Amaliyah Tadris.
Panitia menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh peserta dan dedikasi para pembimbing selama berbulan-bulan persiapan.
Olimpiade TMI & MQK Ke-5 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh cabang Darunnajah untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di masa mendatang.
Semoga seluruh peserta dapat memetik manfaat dan menjadi generasi mu’alim dan mu’alimat yang membanggakan umat.
