Nyawer…Bikin Bangga Orang Tua

Nyawer…Bikin Bangga Orang Tua

Gemericik uang receh terdengar nyaring pada baskom yang terbuat dari tembaga itu. Tak hanya satu, 2 orang petugas siap siaga dengan aktivitas sama, berkeliling dengan baskomnya menunggu recehan. Juga tak tanggung-tanggung, terkadang uang-uang receh itu sengaja dilempar dari jarak jauh biar terdengar ramai. Atau recehan yang telah ada kembali dilemparkan. “Nyawer, nyawer…..!”

Padat Hingga Serunya Pengunjung Samenan

Begitulah serunya bila wali santri tengah bangga menyaksikan putra-putrinya berunjuk kebolehan di atas panggung. Seperti halnya yang kemarin terjadi, saat Madrasah Diniyah Darunnajah Cipining menyelenggarakan acara Samenan dan Silaturahmi bersama masyarakat Kampung Cipining, Sabtu (20/11).

Telah menjadi tradisi, di akhir tahun masa pembelajaran,  Madrasah Diniyah (MD) menutupnya dengan kegiatan yang menampilkan kompetensi siswa-siswi didiknya secara massal. Maka dibuatlah acara bernama Samenan atau ikhtifalan.  Dalam acara tersebut para murid MD dipersilahkan untuk menunjukan kreativitas mereka, seperti; nasyid, Qosidah, hafalan doa-doa, tilawatil Qur’an, hafalan surat-surat pendek, tarian-tarian, koor, dan drama.

Acara yang bertempat di di Majelis Ta’lim Nurul Iman ini benar-benar menjadi pusat kegiatan saat itu. Apalagi sebelum diberlangsungkan acara, peserta Samenan didukung oleh siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan sebagian santri, melakukan devail barisan dalam karnaval. Dengan diiringi pasukan drum band dan tim marawis, secara resmi karnaval dilepas oleh ketua panitia, Ustadz Solehuddin tepat pukul 08.00 WIB di lapangan basket menuju Kampung Cipining. Kontan saja, iringan karnaval ini menarik perhatian masyarakat.

Karnaval Menuju Samenan

Samenan juga sebagai masa berakhirnya para guru magang dari kelas VI TMI (XII) yang kemudian digantikan dengan guru magang baru dari kelas bawahnya. Maka sudah menjadi program, bahwa guru yang akan meninggalkan MD melihat hasil jerih payah mereka pada samenan ini. “Tujuan utama dari acara ini adalah untuk menarik para anak agar tertarik untuk mengikuti sekolah Diniyah dan untuk menunjukan kegiatan yang telah mereka laksanakan” ujar  Ustadzah Nurhalimah selaku salah satu pengajar MD.

Sebagai penambah semarak acara tersebut, para panitia juga membagikan door prize kepada warga sekitar. Sebelum mendapat door prize, mereka mendapat pertanyaan terlebih dahulu terkait dengan MD dan pengetahuan agama. Pada puncaknya, MD memberikan penghargaan kepada anak yang berprestasi, mereka itu adalah:

  1. Afifatul sebagai siswa terajin
  2. M.Rouf sebagai siswa terapi
  3. Mukti sebagai siswa tersopan

(Warna/Erniyanti Nur Fatahhela Dewi & Raihaana Rizky Jilaan Sakinah)

Pendaftaran Santri Baru