K
eingian dan kebutuhan adalah dua kata yang sangat akrab di telinga kita. Namun, kedua kata tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh setiap orang. Perlu diketahui bahwa manusia sejak kelahirannya sudah memiliki banyak sekali keinginan dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal. Keinginan itu begitu banyak hingga setelah kematiannya pun keinginan itu masih ada. Keinginan pun terus berkembang seiring perjalanan manusia. Keinginan seseorang di masa kanak-kanak bisa berubah ketika dia memasuki masa remaja, keinginan di masa remaja pun bisa jadi berbeda ketika dia memasuki usia dewasa. Muncul pertanyaan apakah setiap keinginan itu baik bagi orangnya ? apakah setiap keinginan itu harus dipenuhi ?
PERBEDAAN KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Sebelum saya menganalisa masalah ini saya ingin mengutip pengertian keinginan dan kebutuhan yang bisa kita jadikan bahan acuan untuk mendefenisikan makna keinginan dan kebutuhan menurut kita sehingga akan menghasilkan kesimpulan yang dapat kita terapkan dalam kehidupan keseharian kita.
‘’Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera’’.
‘’ keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang’’.
Setelah membaca defenisi kebutuhan dan keinginan diatas saya bermaksud mendefenisikan kembali makna kedua kata tersebut agar lebih mudah dipahami. menurut hemat saya kebutuhan adalah sesuatu yang keberadaannya merupakan suatu keniscayaan dan ketidakberadaannya akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan. sedangkan keinginan adalah sesuatu yang keberadaannya bukan merupakan suatu keniscayaan dan ketidakberadaannya pun tidak menimbulkan efek yang berbahaya. Tapi perlu diketahui bahwa keinginan bisa berubah menjadi kebutuhan. Contoh mudahnya adalah makan, makan bisa menghasilkan energi sehingga orang yang makan akan biasa bertahan hidup sedangkan orang yang tidak makan akan menjadi lemah dan kehidupannya terancam, maka makan menjadi kebutuhan. namun beda lagi jika orang makan bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan energinya untuk bertahan hidup tetapi hanya ingin menikmati lezat atau nikmatnya makanan saja, disini makan demi rasa lezat dan nikmat adalah keinginan . Jelas bahwa makan menjadi kebutuhan dan enak atau nikmatnya makanan adalah hanya sekedar keinginan.
DUA JENIS KEBUTUHAN
Ada dua jenis kebutuhan yang ingin penulis sampaikan melalui tulisan pendek ini. pertama : kebutuhan material. tidak diragukan lagi bahwa manusia adalah makhluk material maupun spiritual. manusia sebagai makhlik spiritual akan penulis jelaskan nanti. Karena manusia sebagai makhluk material maka manusia butuh terhadap materi-materi untuk menopang kalangsungan hidupnya di dunia ini makanan, rumah, pasangan dll adalah kebutuhan materi manusia. Kedua : kebutuhan spiritual, kebutuhan spiritual adalah kebutuhan asasi manusia karena inti dari kemanusiaannya bukan jasad atau tubuhnya tetapi jiwa dan ruhnya jasad akan hancur ketika manusia itu mati tapi ruh tidak mati ia tetap hidup. Ruh sebagaimana tubuh juga membutuhkan asupan makanan spiritual untuk berkembang. maka hendaknya kita tidak hanya memperhatikan kebutuhan jasmani saja tetapi kebutuhan rohani atau spiritual pun harus dipenuhi supaya manusia tidak mengalami ketidakseimbangan dalam hidupnya tafakkur, membaca Al-qur’an, shalat, mendengarkan ceramah agama, dan puasa adalah contoh kebutuhan spiritual manusia.
Jika kita saksikan melalui salurn-saluran televisi sekarang ini dengan iklan-iklannya yang bermacam-macam berusaha menarik orang untuk membeli produk-produk yang diiklankan sehingga seolah-olah orang dibuat butuh terhadap produk-produk tersebut. Setelah membaca tulisan pendek ini penulis tidak menjamin bahwa kita bisa dengan sepenuhnya bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan tapi penulis ingin berdoa kepada Allah Dzat Penggenggam alam semesta semoga kita dikaruniai pengetahuan yang sahih dan kemampuan supaya bisa membedakan kebutuhan dan keinginan sehingga kita tidak terjerumus kedalalam gaya hidup yang konsumtif.