Nurul Ilmi | MEMAHAMI KEBUTUHAN DAN KEINGINAN

 Keingian  dan kebutuhan adalah  dua kata  yang  sangat  akrab  di telinga kita. Namun, kedua kata tersebut  belum  sepenuhnya dipahami  oleh  setiap orang. Perlu diketahui  bahwa  manusia  sejak kelahirannya  sudah  memiliki banyak  sekali  keinginan  dari  yang  masuk akal  sampai yang  tidak masuk akal. Keinginan  itu begitu banyak  hingga  setelah  kematiannya pun  keinginan itu masih  ada. Keinginan pun terus  berkembang  seiring  perjalanan  manusia. Keinginan  seseorang  di masa  kanak-kanak  bisa  berubah  ketika  dia  memasuki  masa  remaja, keinginan di masa  remaja pun  bisa jadi berbeda  ketika  dia  memasuki  usia  dewasa.  Muncul  pertanyaan  apakah  setiap  keinginan itu  baik bagi  orangnya ? apakah setiap keinginan  itu harus  dipenuhi ?

PERBEDAAN  KEBUTUHAN  DAN  KEINGINAN

Sebelum  saya  menganalisa  masalah  ini  saya  ingin  mengutip  pengertian  keinginan  dan  kebutuhan  yang  bisa  kita  jadikan  bahan  acuan  untuk  mendefenisikan  makna  keinginan  dan  kebutuhan  menurut  kita   sehingga akan  menghasilkan  kesimpulan  yang dapat  kita  terapkan  dalam  kehidupan  keseharian  kita.

 ‘’Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera’’.

                ‘’ keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang’’.

Setelah  membaca  defenisi  kebutuhan  dan  keinginan  diatas  saya  bermaksud  mendefenisikan  kembali makna  kedua  kata  tersebut agar  lebih  mudah  dipahami. menurut  hemat  saya  kebutuhan  adalah  sesuatu  yang  keberadaannya  merupakan  suatu  keniscayaan dan  ketidakberadaannya  akan  menimbulkan  efek  yang  tidak  diinginkan. sedangkan keinginan  adalah  sesuatu  yang  keberadaannya  bukan  merupakan  suatu  keniscayaan  dan  ketidakberadaannya pun  tidak  menimbulkan  efek  yang  berbahaya.  Tapi perlu diketahui  bahwa  keinginan  bisa berubah  menjadi  kebutuhan. Contoh  mudahnya  adalah  makan, makan  bisa menghasilkan  energi  sehingga orang  yang  makan  akan  biasa  bertahan  hidup  sedangkan  orang  yang  tidak  makan  akan  menjadi  lemah  dan  kehidupannya  terancam, maka makan menjadi  kebutuhan. namun  beda lagi  jika  orang  makan  bukan  hanya  sekedar  memenuhi  kebutuhan  energinya  untuk  bertahan  hidup  tetapi  hanya  ingin menikmati  lezat atau  nikmatnya  makanan  saja, disini  makan  demi  rasa lezat  dan  nikmat  adalah   keinginan . Jelas  bahwa makan  menjadi  kebutuhan   dan  enak  atau  nikmatnya  makanan  adalah  hanya  sekedar  keinginan.

DUA  JENIS  KEBUTUHAN

Ada  dua  jenis  kebutuhan  yang  ingin  penulis  sampaikan  melalui  tulisan  pendek  ini. pertama :  kebutuhan  material. tidak  diragukan  lagi  bahwa  manusia  adalah  makhluk  material  maupun  spiritual. manusia  sebagai  makhlik  spiritual  akan  penulis  jelaskan  nanti. Karena  manusia  sebagai  makhluk  material  maka  manusia  butuh terhadap  materi-materi  untuk  menopang  kalangsungan  hidupnya  di dunia  ini makanan, rumah, pasangan dll adalah  kebutuhan  materi manusia. Kedua : kebutuhan  spiritual,  kebutuhan  spiritual  adalah  kebutuhan  asasi  manusia karena  inti  dari  kemanusiaannya  bukan  jasad  atau  tubuhnya  tetapi  jiwa dan ruhnya  jasad  akan  hancur ketika  manusia  itu  mati  tapi  ruh  tidak  mati ia  tetap  hidup. Ruh sebagaimana  tubuh  juga  membutuhkan  asupan  makanan  spiritual  untuk  berkembang. maka  hendaknya  kita  tidak  hanya  memperhatikan  kebutuhan  jasmani  saja  tetapi  kebutuhan  rohani atau  spiritual pun  harus  dipenuhi supaya  manusia  tidak  mengalami  ketidakseimbangan  dalam  hidupnya  tafakkur, membaca  Al-qur’an, shalat, mendengarkan  ceramah  agama, dan  puasa  adalah contoh  kebutuhan  spiritual  manusia.

Jika  kita  saksikan  melalui  salurn-saluran  televisi  sekarang  ini  dengan  iklan-iklannya  yang  bermacam-macam  berusaha  menarik  orang  untuk membeli  produk-produk  yang  diiklankan sehingga  seolah-olah  orang  dibuat  butuh  terhadap  produk-produk  tersebut. Setelah  membaca  tulisan  pendek  ini  penulis  tidak  menjamin  bahwa  kita  bisa dengan  sepenuhnya  bisa membedakan  antara  kebutuhan  dan keinginan tapi  penulis ingin berdoa  kepada  Allah Dzat  Penggenggam alam  semesta semoga  kita  dikaruniai pengetahuan  yang  sahih dan kemampuan   supaya  bisa  membedakan  kebutuhan  dan  keinginan  sehingga  kita  tidak  terjerumus  kedalalam  gaya  hidup  yang  konsumtif.

By : Nurul Ilmi