No Time To Play

Kata diatas adalah penggalan kata yang pantas diucapkan oleh santri kelas akhir yakni kelas XII MA. Rangkaian ujian telah mereka lewati bersama kini tiba saatnya untuk memaksimalkan doa dan usaha untuk menempuh UN (Ujian Nasional) yang tinggal menghitung hari lagi. Alhamdulillah semua kegiatan maupun berbagai rentetan telah dilewati dengan baik dan lancar.

Penuhnya rangkaian kegiatan kelas akhir tak kunjung memadamkan kesemangatan mereka, terlihat dalam proses belajar mereka tetap rajin dan terus menambah pengetahuan yang ada. Walau pernah merasa lelah mereka tetap optimis dan terus berjuang agar dapat menorah hasil yang maksimal.

Tak terasa padatnya kegiatan dan ujian kini telah menghantarkan mereka pada gerbang akhir yakni gerbang kelulusan yang telah ditunggu namun begitu sulit tuk dibayangkan. Masa akhir di sekolah adalah masa indah yang mereka lalui bersama. Tak hanya belajar bersama namun makan bersama, kegiatan bersama, ujian bersama dan berharap akan lulus bersama.

Di Pesantren mereka tak hanya menggoreskan banyak catatan prestasi namun juga meninggalkan setiap langkah baiknya. tentunya seluruh jeri payah ketika masih berada dalam kepengurusan menjadi pedoman dan kenangan indah untuk adik-adk kelas lainnya. Semoga semua amal yang telah mereka lakukan dapat memberikan manfaat tersendiri dan membawa keberkahan bagi yang lainnya.

Setelah melewati ujian nasional mereka akan kembali dihadapkan dengan ujian tulis Niha’ie. Ujian tulis ini mencakup seluruh mata pelajaran lokal yang ada di pesantren. Tak hanya itu dalam Ujian Nihai’e para peserta harus dapat menguasai pelajaran pesantren yang telah ditempuh mulai dari kelas VII MTs s.d kelas XII MA. Semua rangkaian akan ditutup dengan kegiatan PDPM (Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
) yang berlangsung selama 10 hari.

Seperti biasa UN telah menjadi momok dikalangan kelas akhir. Karna hal ini merupakan penentu belajar selama 6 tahun lamanhya.segala persiapan dan berbagai kelengkapannya telah dipersiapkan dengan matang agar mencapai hasil yang maksimal dalam menempuh perjalanan belajar di almamater tercinta ini yakni Pondok Pesantren Darunnajah Cipining.

Dalam hal ini jajaran dewan guru memberikan pemadatan khusus untuk persiapan menempuh UN. Ada pengawasan belajar malam, system karantina dll. Mereka tak hanya dituntut untuk belajar, namun juga harus menyeimbangkannya dengan Do’a. tak salah setiap kelas Akhir memaksimalkan betul ibadah kepada Allah SWT. Harapannya agar Allah selalu mempermudah jalan mereka dan juga mengabulkan Do’a baik mereka.

Semoga dengan segala usaha yang telah dikerahkan, doa yang telah dipanjatkan mampu menghantar mereka pada gerbang kesuksesan. Semoga lagi-lagi pesantren dapat meluluskan seluruh santri kelas akhir dengan kategori lulus 100% dan mencapai predikat mumtaz pada ujian Niha’ie tahun 2015 ini. Amin!

Selamat berjuang!!!