Musamahah, Niha’i Makin Estafet Dalam Belajar

Musamahah, adalah istilah yang biasa digunakan warga pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor ketika santri kelas akhir (Niha’i) menghadapi ujian esok hari atau istilah simpelnya adalah hari pemadatan atau juga hari pembekalan ujian di santri kelas akhir, yang akan jatuh besok UAM (Ujian Akhir Madrasah) terhitung dari tanggal 04 maret-07 Maret 2013 berlanjut hingga Ujian Pondok setelahnya, UASBN, TRY OUT II dan UN.giat belajar hadapi ujian

Seperti tak ingin menyia-nyiakan waktu yang tinggal 1 hari ini saja, nampak sekali usaha serius mereka di hari musamahah ini, dengan tidak lupa memboyong buku-buku materi, lembaran-lembaran soal yang sudah diinventarisir dari jauh-jauh hari, semata-mata demi kesuksesan menghadapi ujian.

Tak pelak, tidak hanya kelas yang menjadi sentra belajar santri Niha’i ini, koridor kelas dan kelas-kelas kosong di sekitar kelas merekapun dijajaki, agar lebih konsentrasi alasan mereka ketika ditanya. Bahkan tak segan-segan satu sama lain saling bertanya dan berdiskusi perihal materi yang dihadapi yang sekiranya sulit. Hebatnya lagi, atas inisiatif mereka sendiri dari jauh-jauh hari mereka sudah membentuk kelompok belajar, di mana setiap kelompok terdiri dari 6-7 orang demi memudahkan dalam belajar dan masing-masing kelompok belajar ada ketua penanggungjawabnya.

Waktu-waktu belajar mereka sendiri di bagi ke dalam beberapa waktu, pagi hingga dzuhur di kelas, ba’da dzuhur hingga ashar belajar masing-masing, ba’da ashar kembali belajar di kelas, juga ba’da isya kembali belajar di kelas. Tak jarang banyak di antara mereka pasca belajar menuju mesjid melaksanakan sholat hajat.

Lain halnya dengan sore hari, kelas XIIC yang disebut dengan santri Niha’i non asrama memutuskan untuk silaturahmi ke kediaman guru-guru pengajar mereka di kelas, untuk mendapatkan do’a dan ridlo dari guru-guru, bahkan tidak segan sedikitpun mereka minta dimaafkan atas segala khilaf alfa di kelas selama ini, berharap dengan maaf dari asatidz memberi kemudahan dan kelancaran dalam ujian mereka besok. Mengutip kata-kata Pa Kyai Jamhari Abdul jalal, Lc, bahwa usaha lahir harus diimbangi dengan usaha batin. Ma’annajah..selamat berestafet dalam belajar. (WARDAN@Elana)