Muhammad Aliev Mardan

Aqiqah berasal dari kata ‘Aqq yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa ia adalah rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.

Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama, berdasarkan anjuran Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktek langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus)darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

Perkataannya Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan),” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silahkan lakukan.” (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan).

Perkataan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.

Sedikitnya, pengertian aqiqah diatas juga telah dilaksanakan oleh salah satu dari keluarga ustadz Darunnajah. Pasalnya sekitar pukul 11.00 WIB (28/05) pasangan ustadz H. Mardani Zuhri dan istri Nadia Mahrus sedang berbahagia dengan terlaksanannya acara aqiqahan putra ke-4nya yang lahir pada hari Jum'at, 22 Mei 2008 pukul 22.30 WIB seminggu yang lalu yang lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 4,8 cm dan diberi nama Muhammad Aliev Mardan.  

Bayi yang sekarang berumur seminggu ini lahir dengan sehat dan proses yang lancar, menurut pengakuan dari sang ibu, Nadia Mahrus saat kami berkunjung untuk memberikan selamat atas lahirnya sang bayi. Acara yang dilaksanakan di kediaman sang bayi terlaksana dengan lancar dan tamu undangan dari keluarga dan masyarakat pesantren. Saat kami berkunjung tertulis bahwa Mohon do'a semoga sehat selalu. Dan semoga bayi ke-4 dari pasangan ustadz H. Mardani Zuhri dan istri Nadia Mahrus sehat dan menjadi anak yang sholeh seperti ke-3 saudaranya Muhammad Husein Fadhullah, Shafadila Mardani dan Muhammad Hasan Al-Banna'. Amin Allahumma Amin.