DNKindergarten, 18/05
Terkadang anak tidak mau sekolah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak tidak mau berangkat ke sekolah, seperti :
1. Standar diri yang tinggi
Anak yang selalu dilatih untuk selalu berprestasi cenderung mengalami sindroma mogok sekolah. Jika tidak berprsetasi maka orang tua akan kecewa. Terlebih jika si anak menyadari bahwa betapa pentingnya prestasi yang ia raih bagi orang tuanya.
” Putri berumur 4 tahun bersekolah di TK A. Setiap Kamis malam, ia mengatakan kepada ibunya bahwa ia tidak mau sekolah besok. Padahal ibunya tidak menemukan masalah dengan prestasi akademiknya. Rapor bulanan selalu baik. Ternyata, pelajaran hari Jumat adalah agama. Ketika pelajaran agama, ia hanya mengikutinya dengan 4 orang temannya. Bahasa yang digunakan dalam pelajaran, tidak pernah dia gunakan sehari-hari. Ia merasa malu jika tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan gurunya. “
Menambahkan motivasi berprestasi pada anak sangat baik, namun jika akhirnya menetapkan standar diri yang tinggi (harus berprestasi, harus bisa, tidak boleh salah) tentu tidak realitis. Tumbuhkan sikap realistis pada anak, tidak semua orang langsung bisa. Terimalah hasil pertama yang tidak sempurna. Jangan kecewa jika ia belum sempurna
2. Cari Perhatian Orangtua
Setiap anak tentu ingin merasakan selimut hangat keluarganya. Jika selimut hangat keluarganya belum dirasakan maka ia akan terus berupaya mendapatkannya dari ayah ibunya. Mogok sekolah ini paling sering muncul pada anak di awal sekolahnya. Anak yang telah mendapat selimut hangat dari gurunya dan temannya, ia tidak akan mencari lagi pada ayah ibunya. Namun jika selimut ayah ibunya lebih hangat, maka anak akan mudah untuk mogok sekolah.
Cobalah untuk :
*** Ajaklah anak melihat dan merasakan hangat di temannya dengan menyayikan lagu TK-nya…” Aku bernama Ani, punya banyak teman di sekolah. Ada yang bernama…(menyebutkan nama temannya satu persatu) “
*** Tanyakan guru kelasnya, dengan siapa ia suka bermain selama di kelas. Dan apa yang biasa ia lakukan dengan temannya.
*** Tanyakan apa kegiatan yang akan dilakukan esok hari dengan temannya.
Sikap yang harus dijaga :
*** Jaga kepercayaan anak. Jika berjanji menjemput, maka jemputlah ia.
*** Jangan berbohong kepada anak, Misal, ingin memberi hadiah kalau ia rajin ke sekolah maka berikan hadiah tersebut saat ia benar-benar rajin ke sekolah.
*** Beri kepercayaan kepada gurunya untuk menangani anak.
Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa anak yang mogok sekolah didasari oleh sikap ibu yang permisif. Setelah Sabtu-Minggu dimana ia mendapatkan seluruh perhatian, maka anak akan cenderung merasa masih ingin bercengkrama dengan orangtuanya. Kemudian ia akan mogok sekolah di hari Senin (Sindroma I don’t Like Monday). Ia akan mencoba segala upaya untuk tidak sekolah, dari alasan sakit hingga menangis agar tetap ada di rumah. Jika orangtua mengalah, maka cara ini akan digunakan terus. Kita harus bersikap tegas.
…Mogok sekolah adalah salah satu kegiatan untuk menghindari situasi yang dianggap mengancam dirinya atau untuk mendapatkan perhatian lebih dari orangtua…
(sita, [email protected])