Metode Pembelajaran Berbahasa di Pondok Pesantren

Metode pembelajaran berbahasa di Pondok Pesantren

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Metode pembelajaran berbahasa di Pondok Pesantren
Metode pembelajaran berbahasa di Pondok Pesantren

Pondok Pesantren, merupakan lembaga pendidikan islam yang menerapkan sistem berasrama disini lah para santri belajar tentang ilmu keagamaan dan bahkan ilmu umum. Untuk itu, dipersiapkanlah para santri dengan materi-materi guna menguasai  kedua ilmu tersebut. Maka, bahasalah yang harus menjadi pondasi utama para santri untuk  mengejar ilmu tadi dan harus pula disetiap Pondok Pesantren memiliki Metode Pembelajaran Berbahasa.

  1. Mengapa Harus Berbahasa?

Menurut Wikipedia, merupakan alat komunikasi sosial yang berupa sistem simbol bunyi yang dihasilkan dari ucapan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan sarana untuk berinteraksi dengan manusia lainnya di masyarakat.

Santri Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8
Santri Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8

Namun, dari keseharian kita, terbukti bahasa adalah suatu perangkay penting untuk mengungkapkan dan menerima pendapat. Dalam hal ini, bahasa menjadi aset penting untuk proses pembelajaran, khususnya untuk para santri yang dimana mereka juga belajar pelajaran yang berbahasa Arab dan Inggris.

 

  1. Berawal dari Paksaan

Sebetulnya, paksaan ini bukanlah suatu ketetapan peraturan yang dipaksakan untuk dilakukan oleh para santri. Melainkan paksaan disini adalah suatu aturan yang dimana para santri harus menjalankan peraturan yang telah ditetapkan. Apabila sang santri telah

Proses pembelajaran berbahasa
Proses pembelajaran berbahasa

terbiasa, mereka pun akan bisa dan bahkan lebih menguasai perihal bahasa formal.

 

  1. Motivasi yang Tinggi

Untuk mendorong minat dan kemauan dari para santri, para pembimbing bagian bahasa beserta bagian bahasa dari organisasi santri pun turut memberikan dukungan-dukungan serta motivasi untuk para santri. Tidak dibedakan antara santri lama mauapun santri yang baru masuk (jenjang kelas 1 TMI & kelas 1 Intensif TMI). Semua dari mereka haruslah mendapatkan haknya untuk memiliki motivasi yang baik serta cita-cita (target cakap berbahasa) yang tinggi.

Motivasi Belajar yang Tinggi
Motivasi Belajar yang Tinggi

Rutin, setiap bulannya di Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 selalu memberikan jadwal Tasyji’ul Al-Lughah atau pemberian motivasi berbahasa yang disampaikan oleh guru senior yang telah memiliki banyak pengalaman yang baik pada bidang bahasa.

 

 

  1. Lingkungan yang kondusif

Salah satu faktor pendukung agar para santri selalu memakai bahasa resmi adalah lingkungan yang kondusif, sehingga lingkungan tersebut menjadikan para santri selalu berbicara dengan bahasa resmi.

 

Pesantren sebagai lingkungan yang kondusif untuk berbahasa
Pesantren sebagai lingkungan yang kondusif untuk berbahasa

Desain lingkungan juga telah diatur sedemikian rupa dengan memisahkan antara kawasan santri baru dan santri lama. Ini bertujuan untuk para santri baru dapat terbimbing dengan baik dan maksimal.

 

Faktor penunjang lainnya yang berkaitan dengan lingkungan adalah pamplet, nama gedung, pengumuman, jadwal, atau apapun itu haruslah berbahasa resmi. Tak lupa ditambah dengan fasilitas audio yang setiap harinya menyetel lagu berbahasa resmi dan panggilan serta pengumuman yang dikeluarkan melalui speaker menggunakan kalimat berbahasa resmi.

 

  1. Materi yang Berkelanjutan

Untuk memberikan konten yang berisi pelajajaran berbau bahasa Arab maupun Inggris, seluruh komponen dari bagian-bagian di Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 haruslah mendukung. Dari kasawan terdekat santri, yaitu asrama hingga proses Kegiatan Belajar Mengajar para santri haruslah disisipkan formula khusus tentang bahasa resmi.

Materi yang berkelanjutan
Materi yang berkelanjutan

Berikut adalah jadwal harian para santri untuk belajar berbahasa di Pondok Pesantren An-Nur Darunnaah 8:

  • Pagi Hari

Pada waktu terbaik ini, para santri diberikan tiga kosakata terbaru untuk dicatat dan juga dihafalkan. Tak hanya itu, mereka juga diberikan tugas untuk menulis kosakata tersebut dengan susunan kalimat yang baik (jumlah al-mufidah).

Untuk acara mingguan, para santri juga berkesempatan untuk mengikuti kegiatan muhadatsah.

Setelah itu, ketika program kegiatan belajar mengajar juga diberikan asupan materi berbahasa Arab maupun Inggris. Khusus untuk kelas satu TMI daan kelas satu Intensif TMI, diberikan pelajaran berbahasa dengan jumlah jam pelajaran yeng lebih banyak daripada mata pelajaran umum. Hal ini dilakukan guna proses adaptasi yang matang khusus untuk para santri baru.

  • Siang Hari

Di waktu ini, diadakan program pelajaran sore (darsul massa) yang dimana para santri mendapatkan penambahan materi yang akan diajarkan oleh santri senior. Adapun program ini merupakan pengembangan materi bagi para santri di Pesantren.

 

  • Sore Hari

Menunggu senja, biasanya para santri menyibukkan diri mereka untuk ikut serta dan aktif dalam ekstrakurikuler yang mereka pilih sesuai dengan minat dan bakat. Diwaktu senggang ini, para santri juga diputarkan dengan lagu-lagu berbahasa. Sima’ah atau pendengaran adalah hal pokok bagi sang pelajar bahasa.

 

  • Malam hari

Pada malam hari, muwajjah atau belajar malam rutin dilakukan oleh seluruh santri dengan ditemani dengan wali kelas masing-masing. Pada momen ini, mereka dapat menanyakan tentang hal apa saja yang berkaitan dengan Bahasa kepadawali kelasnya.

 

Setelah belajar malam, para Imudabbir Iatau pengurus rayon juga berperan penting dalam penanaman materi berbahasa bagi para santri. Di waktu ini, pengurus rayon akan mengulang kembali kajian kosakata yang telah diberikan kepada santri di pagi hari.

 

  1. Tugas yang Kompeten

Tugas yang kompeten
Tugas yang kompeten

Untuk menggali kemampuan dan perkembangan para santri dibidang bahasa, mereka harus memiliki tugas-tugas untuk mengetahui dan mengukur kadar kemampuan para santri. Untuk itu, setiap kegiatan yang diisi oleh materi-materi akan memberikan tugas kepada santri untuk dikerjakan lalu dievaluasi.

 

  1. Keteladanan Menjadi Contoh dalam Pembelajaran Berbahasa

Keteladanan dalam belajar
Keteladanan dalam belajar

Tidak ada kesuksesan tanpa keteladanan yang diberikan orang yang lebih tua kepada akik-adiknya atau kepada orang yang lebih muda darinya. Oleh karena itu, keteladanan para santri senior dan juga dari dewan guru haruslah terjaga. Sehingga, dimata santri guru maupun santri senior selalu menggunakan bahasa untuk mereka tiru.

 

  1. Hukuman & Penghargaan

Belajar Berbahasa
Ilustrasi Belajar Berbahasa

Hukuman dan penghargaan, juga harus diberikan kepada santri. Humuman diberikan kepada pemanggar bahasa, begitupun sebaliknya. Hal ini efektif akan membuat santri semakin berhati-hati dalam berbicara.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait