Merancang Masa Depan Untuk Putra Putri Terbaik Anda

Di hadapan orang tua siswa, kepala madrasah, Ustadz Nurfathoni, S.H.I. mengatakan bahwa mutu pendidikan di madrasah yang dipimpinnya telah terjamin. Hal ini telah ditandai dengan akreditasi nilai A yang diperoleh MI Darunnajah Cipining beberapa bulan sebelumnya.Hal ini dikatakannya dalam acara pembagian Raport Madrasah Ibtidaiyyah (MI) pada Selasa (21/6) kemarin.

Hal lain yang terus diupayakannya adalah kerja sama antara pihak madrasah dengan orang tua siswa. Orang tua diharapkan memberikan dukungan dan doa agar pendidikan di MI dapat berkembang, baik kualitas maupun kuantitas. Karena bagaimanapun juga, MI Darunnajah Cipining telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan dasar yang capable.  Dibandingkan dengan sekolah dasar  lainnya, MI memiliki nilai plus tidak saja karena berstandar dalam pendidikan level dasar, namun juga menjadi momentum guna merangsang dan melatih pendidikan agama secara general (kaaffah).

Sementara itu, kepala biro pendidikan, Ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I menambahkan, bahwa Rosulullah saw telah memberikan pengajaran terkait kewajiban orang tua terhadap anaknya. Dalam penjelasannya, Usatdz Faruq mengatakan bahwa kewajiban yang pertama adalah memberi nama kepada anak dengan nama yang baik. Nama adalah do’a.

Kewajiban selanjutnya adalah mendidik dengan baik. Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang seimbang antara ilmu dunia (umum) dengan agama. Kedua ilmu tersebut menjadi syarat bagi setiap orang yang menginginkan kebahagiaan di dunia serta akhirat. “Nah, terkait pendidikan yang seimbang inilah, saya mengatakan bahwa MI dan pesantren Darunnajah Cipining dapat menjadi alternatif sebagai lembaga pendidikan seperti itu.”

Pimpinan Pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc juga berpesan sama, bahwa pendidikan yang benar akan mengantarkan seorang anak menjadi sholeh dan sholehah. Anak yang sholeh-sholehah ini nantinya akan menjadi investasi paling berharga bagi kedua orang tuanya.

Pak Kyai lebih lanjut menjelaskan, memberikan pendidikan yang terbaik untuk seorang anak merupakan usaha mulia. Hal ini juga mengacu pada bahwasannya di bawah telapak kaki seorang ibulah syurga itu. Namun jika seorang ibu tidak memberikan pendidikan yang terbaik buat anaknya, bukan syurga yang akan didapat, tapi sebaliknya. Maka, kehadiran pesantren di tengah-tengah masyarakat, akan sangat membantu orang tua dalam memberikan pendidikan yang mengacu kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. (Wardan/Billah).