Merajut Visi Generasi Emas

Regenerasi menjadi sebuah keharusan. Dengan proses inilah sebuah generasi akan tetap bertahan. Bukankah petuah kehidupan mengingatkan bahwa pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin baru. Hal ini senada dengan motto pesantren Darunnajah Cipining yang berbunyi siap memimpin dan siap dipimpin. Maka, setiap tahunnya, pergantian kepemimpinan menjadi hal mutlak guna melahirkan generasi penerus.

Kamis, 10 Februari 2011, usai Isya, pergantian kepemimpian santri kader dilaksanakan.  Berawal dari perkenalan di depan warga OSAD (Organisasi Santri Ashabunnajah Darunnajah), ke-6  kandidat mempresentasikan visi misi masing-masing. Pada sesi ini, Ustadz Husnul Mubarok sebagai moderator membuka pertanyaan yang dialamatkan kepada para kandidat. Maka berbagai pertanyaan terlontar dari dewan guru dan warga OSAD yang menggiring kepada statement para calon dalam kesiapannya terhadap komitmennya membwa OSAD lebih baik.

Dalam kesempatan itu, kepala biro pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. mengharapkan agar warga OSAD dapat memilih ketua yang mampu menyelesaikan permasalahan internal dan eksternal. “Organisasi ini ibarat kapal, maka carilah nahkoda yang mampu mengatur dan bervisi ke depan. Pilihlah yang tepat agar OSAD ini menjadi lebih baik!”

Di akhir penghitungan suara, kandidat atas nama Imam Syaifurrohman menempati posisi teratas dengan jumlah 40 suara, dilanjutkan dengan Giyanto yang memperoleh 26 suara. Dalam sambutannya, Imam mengaku bersyukur karena telah dipercaya membawa tongkat estafet kepemimpinan. Dia juga meminta do’a serta dukungan agar kepengurusan yang bakal dipimpinnya dapat amanah dan istiqomah. Selanjutnya ia kembali menekankan bahwa visi misi yang ditawarkannya akan ia perjuangkan sebaik mungkin. (Wardan/Billah)