Menyiapkan Calon Pendidik Berkarakter, Darunnajah 9 Laksanakan Amaliyah Tadris Menyiapkan Calon Pendidik Berkarakter, Darunnajah 9 Laksanakan Amaliyah Tadris

Menyiapkan Calon Pendidik Berkarakter, Darunnajah 9 Laksanakan Amaliyah Tadris

Amaliyah Tadris (Praktik Mengajar) menjadi salah satu program inti dalam sistem pendidikan Tarbiyatul Mu’allimat al-Islamiyah (TMI). Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 hingga 31 Januari 2026, dengan peserta seluruh santriwati akhir TMI. Amaliyah Tadris merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh santriwati kelas akhir sebagai bentuk implementasi langsung dari ilmu pedagogik, metodologi pengajaran, serta keilmuan yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di pesantren.

Amaliyah Tadris bukan sekadar latihan mengajar biasa, melainkan menjadi tolak ukur keberhasilan sistem pendidikan TMI, yang bertujuan mencetak santriwati sebagai mu’allimat (pendidik) serta calon kader umat yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. Melalui kegiatan ini, santriwati diharapkan mampu mempraktikkan ilmu secara nyata, tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan, membimbing, dan mendidik dengan metode yang tepat dan berakhlak.

Menyiapkan Calon Pendidik Berkarakter, Darunnajah 9 Laksanakan Amaliyah Tadris
Praktik Mengajar oleh Santriwati Akhir TMI

Selama pelaksanaan Amaliyah Tadris, setiap santriwati mendapatkan pendampingan yang intensif dan terstruktur. Satu orang musyrifah (pembimbing) ditugaskan untuk mendampingi santriwati dalam proses penyusunan persiapan mengajar, mulai dari penentuan tujuan pembelajaran, penyusunan materi, metode, media pembelajaran, hingga evaluasi. Peran musyrifah sangat penting dalam mengarahkan santriwati agar mampu menyusun rencana pembelajaran yang sistematis, efektif, dan sesuai dengan karakter peserta didik.

Selain itu, dalam pelaksanaan praktik mengajar, setiap santriwati juga diawasi oleh satu orang muntaqidah (pengawas) yang bertugas sebagai evaluator. Muntaqidah memberikan penilaian secara objektif terhadap jalannya proses pembelajaran, meliputi penguasaan materi, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, metode penyampaian, pengelolaan kelas, bahasa yang digunakan, serta sikap dan kepribadian sebagai seorang pendidik. Evaluasi ini bertujuan untuk memberikan masukan konstruktif agar santriwati dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas mengajarnya.

Kegiatan Amaliyah Tadris dilaksanakan dengan suasana yang serius namun tetap edukatif. Santriwati dituntut untuk tampil percaya diri di depan kelas, mampu berkomunikasi dengan baik, serta mengaplikasikan teori pendidikan yang telah dipelajari selama bertahun-tahun. Melalui praktik ini, santriwati belajar bahwa menjadi seorang guru bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga tentang menanamkan nilai, membangun karakter, dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Menyiapkan Calon Pendidik Berkarakter, Darunnajah 9 Laksanakan Amaliyah Tadris
Muntaqidah (Pengawas) sebagai Evaluator dalam Amaliyah Tadris

Lebih dari itu, Amaliyah Tadris juga melatih santriwati untuk bertanggung jawab, disiplin, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang sesungguhnya. Setiap tahapan kegiatan—mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi—menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga dalam membentuk mental dan profesionalisme calon pendidik.

Harapan besar dari pelaksanaan Amaliyah Tadris ini adalah agar ilmu yang telah diperoleh santriwati selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darunnajah 9 tidak berhenti pada tataran teori, melainkan dapat terus diamalkan dan disebarluaskan di tengah masyarakat. Santriwati diharapkan mampu menjadi pendidik yang ikhlas, berkompeten, dan berakhlak mulia, serta siap mengabdikan diri di berbagai medan pengabdian, baik di lembaga pendidikan formal, nonformal, maupun di lingkungan masyarakat.

Menyiapkan Calon Pendidik Berkarakter, Darunnajah 9 Laksanakan Amaliyah Tadris
Praktik Mengajar oleh Santriwati Akhir TMI

Dengan terselenggaranya kegiatan Amaliyah Tadris ini, Pondok Pesantren Darunnajah 9 menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan TMI yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara pedagogik dan kepribadian. Amaliyah Tadris menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pesantren berorientasi pada pembentukan generasi pendidik dan kader umat yang siap meneruskan perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam. – NA