Setelah menyelesaikan berbagai macam rentetan kegiatan akhir tahun di kelas XII, para santri menggelar acara tasyakuran. Setelah sebelumnya dilakukan oleh santri kelas XII MA putra dan putri di asrama masing-masing, kini giliran santri kampus 2 dan siswa-siswi non asrama, baik dari MA dan SMK menyelenggarakan tasyakuran tersebut yang bertempat di masjid kampus 2 pada hari Rabu, 16 Mei 2012.

Kegiatan yang dialokasikan selepas pulang sekolah tersebut dihadiri oleh seluruh siswa-siswi non asrama dan santri kampus 2 beserta dewan guru. Dengan mengenakan pakaian seragam batik motif bunga berwarna hijau dan ungu, para siswa kelas XII tampak anggun mengelola acara yang tengah berlangsung. Bagi yang tidak bertugas, mereka duduk menempati posisi depan berlawanan arah dengan para siswa. Pada barisan putri, mereka menempati barisan terdepan.
Kemudian rangkaian acara satu persatu dibawakan mulai dari pembacaan kalam ilahi oleh saudari Adawiyah. Kemudian mengisi acara selanjutnya adalah sambutan ketua panitia, saudara Mahmun. Dalam sambutannya, mewakili teman-temannya ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu mereka hingga mampu menyelesaikan tugas belajar di pesantren Darunnajah Cipining, terutama kepada dewan guru sebagai pengajar. Terima kasih juga ia luapkan atas kehadiran para undangan dalam memenuhi undangan mereka pada acara tasyakuran tersebut. Dalam kata terakhir, ia memohon doa agar kemudahan dan karunia Allah senantiasa mereka dapat di jenjang pendidikan selanjutnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, kepala SMK, Ustadz Sholeh Ahmad, S.Kom mengatakan bahwa syukur adalah ciri santri. Seperti yang terjadi saat itu, meskipun secara nasional kelulusan mereka dari UN masih belum diinformasikan oleh pihak pemerintah, namun mereka telah melaksanakan acara tasyakuran. Tapi juga tidak ada salahnya, selain bersukur adalah sebuah kewajiban sebagai ummat muslim, mereka juga pada hari Kamis (17 Mei) akan diwisuda oleh pesantren karena telah menamatkan pendidikan di pesantren Darunnajah Cipining.
Masih menurut Ustadz Sholeh, bersyukur adalah bagian dari sifat optimis. Pada hal lain Ustadz Sholeh mewakili dewan guru, sangat mengharapkan komunikasi antar mereka dan guru agar tetap terjalin. Kepada para calon alumni, Ustadz Sholeh menganjurkan, jika suatu saat mereka mendapatkan masalah atau perlu bantuan dari pihak guru-guru, diaharapkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk menghubungi. Karena bagaimanapun juga, pesantren sangat mengharapkan para alumni tersebut sukses di masa mendatang.
Senada dengan itu, kepala biro pendidikan, Ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I. juga menasehatkan agar selepasnya mereka dari pesantren, mereka tetap mampu menjaga sholat 5 waktu. Itulah identitas seorang santri yang menjadi barometer rasa bersyukur seorang hamba. Sebagai penutup, Ustadz Faruq memimpin doa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan salam-salaman antara calon alumni dengan adik-adik kelasnya. Acara kemudian disempurnakan dengan makan siang bersama. (Wardan/Billah)




