Sebagaimana yang telah dikatakan oleh para ilmuan bahwa kreatif itu muncul dengan sendirinya sebagaimana imajinasi yang bisa dilakukan oleh masing-masing orang. Namun pada kenyataannya, sulit juga untuk bisa mengeluarkan potensi dalam diri semaksimal mungkin, karna ternyata di dalam diri sendiri, istilahnya terdapat seekor macan yang tengah tertidur. Tugas setiap orang adalah membangunkannya agar bisa mengaung dan membangkitkan amarah sehingga ilmu atau potensi yang dimiliki tidak terpendam di dalam hati.
Beranjak dari hal tersebut, maka dari itu pondok pesantren Darunnajah Cipining merupakan salah satu lembaga yang memberikan sarana dan prasarana bersangkutan dengan terbentuknya jiwa kreatif ini. Berbagai kegiatan yang diagendakan selama 24 jam, 7 hari 4-5 pekan, dan 12 bulan selama setahun dengan bimbingan intensif, diharapkan mampu membantu mendayagunakan kreatifitas santri. Santri, diberikan keleluasaan pilihan pengembangan bakat, dewan guru yang bertindak selaku pembina bertugas mendampingi serta mengarahkan.
Alhamdulillah, dengan berbagai fasilitas, kegiatan ekstrakulikuler pesantren telah turut membantu terbentuknya sifat kreatif tersebut. Begitupun dengan kondisi milieu, media, bahkan keorganisasian dibuat mengacu kea rah itu, mulai dari sisi ibadah, keterampilan bahasa, olah raga, kesenian, pendidikan dan lain-lain.
Bukan hanya dengan berbagai kegiatan yang bisa diagendakan, di Pondok Pesantren ini, para santri pun dilatih untuk bisa membagi waktunya sekreatif mungkin agar kegiatan dalam kehidupan sehari-hari bisa lebih bermanfaat dan bermutu. Sesekali, para santri berkreasi secara otodidak dalam menyelenggarakan program baru maupun hal-hal baru, kemudian mengkomunikasikannya kepada para Pembina guna mendapat arahan.
Alhasil, santri jebolan pesantren, tidak hanya menekuni satu bidang dalam kehidupan ini, nyatanya, para alumni pesantren Darunnajah Cipining tampil dalam berbagai macam profesi, baik pada bidang produksi, jasa, maupun kreativitas. Pesantren Darunnajah Cipining, dalam visinya membidik santri berkemampuan luar biasa sebagai bentuk dari pengejawantahan dari ‘Umat Terbaik’. Visi itu terbalut dalam akronim IMAMA (Imam, Muttaqien, Alim, Mubaligh, dan Amilun bi ‘ilmihi).(Warna/Putri Khoirunnisa)