Menjelang Alumni, Santri Kelas Akhir TMI Darunnajah Dibekali Pemahaman Kristologi Menjelang Alumni, Santri Kelas Akhir TMI Darunnajah Dibekali Pemahaman Kristologi

Menjelang Alumni, Santri Kelas Akhir TMI Darunnajah Dibekali Pemahaman Kristologi

Jakarta – Pondok Pesantren Darunnajah mengadakan pembekalan intensif untuk santri kelas akhir TMI sebagai persiapan menjelang kelulusan mereka.

Salah satu sesi penting dalam acara ini adalah pembekalan bertema Kristologi, yang disampaikan oleh Ustadz Koh Dondy Tan, seorang mualaf, pendakwah nasional, dan pakar Kristologi, pada Senin, 09 Juni 2025, bertempat di Aula Al Ghazali Darunnajah.

Pembekalan ini diikuti oleh 177 santri kelas akhir TMI Darunnajah.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pembekalan Intensif Santri Kelas Akhir TMI Tahun 2025 Catalyst Generation, yang bertemakan Mundzirul Qoum atau “Generasi Terdepan dalam Mendidik Umat.”

Tujuan dari pembekalan ini adalah untuk mempersiapkan para santri agar siap berkiprah di masyarakat sebagai individu yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di dunia yang pluralistik.

Selain itu, pembekalan ini bertujuan untuk memperluas wawasan santri dalam berbagai bidang kehidupan serta menambah pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sesi Kristologi, Ustadz Dondy Tan menjelaskan bahwa Kristologi adalah cabang ilmu yang membahas ajaran Kristen secara akademis dan kritis, mencakup sejarah lahirnya agama Kristen, perkembangan kitab suci mereka, serta berbagai sekte dalam agama Kristen modern.

“Di era globalisasi ini, sebagai muslim kita harus mampu berdialog dengan orang-orang dari latar belakang agama yang berbeda, memahami argumen mereka, dan menyampaikan dakwah dengan kasih sayang,” ujar Ustadz Dondy Tan.

Pembekalan ini berlangsung dengan format yang interaktif, di mana para santri diberikan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar perbedaan Injil dan Al-Qur’an, serta bagaimana cara berdialog dengan non-muslim tanpa memicu konflik.

Salah satu pesan penting dari Ustadz Dondy adalah pentingnya memiliki pemahaman yang kuat terhadap keyakinan masing-masing, agar tidak mudah goyah atau mengalami krisis identitas di tengah derasnya arus pluralisme di masyarakat.

Pembekalan ini diakhiri dengan pesan dari Ustadz Dondy Tan yang mengingatkan para santri untuk tidak hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga menjadi intelektual muslim yang mampu memberikan solusi atas permasalahan umat.

Pesan ini mengajak para santri untuk terus mengembangkan diri dalam berbagai bidang, menjadi pribadi yang peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan tidak takut untuk mengambil peran sebagai pemimpin yang bijaksana.

Bagi para santri kelas akhir, kesempatan mengikuti pembekalan ini memberikan banyak manfaat, baik dari sisi keilmuan maupun keterampilan sosial.

Sebagai calon alumni pesantren, mereka merasa lebih siap untuk berkontribusi pada masyarakat dan menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Pembekalan ini menjadi fondasi bagi mereka untuk lebih siap dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan dinamika dan keberagaman.

Dengan bekal pengetahuan yang mendalam, diharapkan para santri dapat menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ibadah, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Pembekalan ini menegaskan pentingnya pendidikan yang holistik, yang meliputi aspek spiritual, intelektual, dan sosial dalam membentuk pribadi yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

Penulis: Amanda Sharfina
Editor: Publikasi & Dokumentasi