Mengulik Pengajian Istri-istri Guru Darunnajah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Alhamdulillah, Pesantren Darunnajah yang kaya akan ilmu pengetahuan, sumber meningkatkan wawasan bukan hanya dukung para santri  untuk dapat mengikuti kegiatan adukatif melainkan pesantren juga memfasilitasi para istri guru untuk dapat mengikuti pengajian mingguan bersama pimpinan pesantren yakni K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc,. Kegiatan ini bertempatkan di Gedung Sekretariat tepatnya setiap hari kamis Selepas shalat Ashar.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) khususnya bagi para istri guru dalam hal ini mempunyai peran sangat penting dalam menjaga, merawat dan mengurus rumah tangganya. Karnanya pengajian ini memiliki manfaat yang sangat banyak. Selain pesantren bertujuan mendorong para istri-istri guru untuk tetap dapat menjaga silaturahmi dengan sesamanya juga untuk memperkaya wawasan Agama Islam lebih dalam lagi.

Teknisinya ada satu orang ustad yang sudah berumah tangga untuk menyampaikan materi pengajian dengan materi seputar kehidupan berumah tangga yang baik ataupun tips-tips menjadi wanita sholehah. Tapi sebelum mendengarkan Ta’lim tersebut acara dikomandani langsung oleh pimpinan pesantren dengan bersholawat dan berdzikir bersama. Tak hanya itu biasanya pimpinan pesantrenpun turut memberikan motovasi dan pesan untuk para istri-istri guru agar dapat menjadi ibu, istri sekaligus wanita yang indah dimata Allah dan juga sesamanya.

Kamis (227/03/14) kemarin, para istri guru bergegas datang menghadiri kegaiatan tersebut. Adapun petugas pada saat itu adalah Ust. Trimo S.Ag dengan Ta’lim yang berjudul apa saja amalan yang dapat membawa kita ke surga.

Yang paling penting yang wajib kita ketahui adalah siapa saja yang dapat masuk ke dalam surga yakni orang-orang yang dicintai Allah, yang secara garis besarnya memiliki lisan Allah, Tangan Allah, Telinga Allah dalam hal ini yang dimaksudkan adalah orang-orang yang dapat menjaga lisannya karna allah, memiliki akhlak maupun perbuatan yang dicintai allah dan mendengarkan hal-hal baik yang disukai allah.  Untuk menjadi orang yang allah cintai kita harus melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Dalam Ta’lim beliau bertanya apa saja amalan yang dicintai Allah tersebut?

  • Shalat Tepat pada waktunya

Shalat adalah hal yang paling utama dalam rukun islam setelah kita membaca syahadat, maka dari itu posisi sholat dikategorikan sebagai amalan yang wajib. Bukan hanya itu shalat dapat menuntun kita pada hal yang baik dan menjauhkan kita dari hal-hal yang buruk. Namun dalam hal ini bukan hanya sholat yang dianjurkan melainkan masalah ketepatan waktu untuk dapat melaksanakannya. Karna seperti yang kita ketahui bahwasannya Allah akan melaknat dan memberikan ganjaran yang setimpal untuk siapa saja yang meninggalkan shalat walaupun hanya 1 waktu dengan sengaja.

  • Berbakti Kepada Orang Tua

Orangtua merupakan salah satu sumber ilmu yang telah kita dapat semenjak kita lahir hingga saat ini, orangtua merupakan pelindung dan pendidik nomor 1 yang dapat mengajarkan kita berbagai hal baik secara akademik maupun tingkah laku maka dari itu peranan orangtua di sisi kita sangatlah penting.

Bagaimana cara berbakti kepada orangtua?

Hal ini bisa kita cerminkan melewati Do’a, menjaga silaturahmi dan juga terus berusaha mengamalkan hal-hal baik sesuai ajarannya. Berusaha untuk dapat berdiri tegak menjaga iman, meningkatkan ibadah dan juga menjauhkan diri dari hal-hal yang keji. Begitupun dengan orangtua yang sudah meninggal, kita memiliki kewajiban untuk tetap berbakti kepada mereka dengan cara berdoa ataupun terus berusaha menjaga akhlak yang baik agar ilmu yang telah mereka beri dapat bermanfaat bagi kita yang masih hidup di dunia juga untuk tabungan mereka di hari pertanggung jawaban nanti.

Dalam kesempatan tersebut beliau hanya menyampaikan 2 amalan yang sangat dicintai Allah mengingat waktu yang sangat terbatas maka amalan lain akan kembali dibacakan diwaktu yang akan datang.

Seperti biasa kegiatan berakhir sebelum maghrib yang ditutup dengan tashofahan (bersalam-salaman) bersama dengan yang lainnya. Semoga hal ini dapat memberikan pengalaman dan juga wahana efektif  serta edukati bagi para istri-istri guru darunnajah cipining agar tercipta keharmonisan  rumah tangga dan hal baik lainnya. Amin!

(WARDAN/Annisa)

 

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait