Pada pertengahan bulan Januari 2012 lalu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI mengadakan penyaringan beasiswa dengan mengadakan Tes Potensi Akademik (TPA) yang diikuti oleh para santri kelas akhir (XII MA) di pesantren Darunnajah Cipining. Tujuan kegiatan ini untuk mencari peraih beasiswa SDM Ekspad di STEI SEBI. Tes berlangsung selama 1 jam dari pukul 14.00 s.d. 15.00 WIB. Saat itu, dari pihak SEBI menjanjikan pengumuman hasil tes tersebut diumumkan pada 2 pekan setelahnya.

Hari-hari pun berlalu hingga tiba saat pengumuman hasil TPA disebarluaskan melalui website resmi STEI SEBI. Terdapat beberapa nama santriwan dan santriwati yang tercantum pada pengumuman tersebut di antaranya adalah Ahmad Fahmi Kamil, Iman Taufik Muas, Putri Khoirunnisa, dan Namira Syafiah. Keempat santri tersebut diundang hadir untuk melaksanakan tes tahap selanjutnya yang terdiri dari tes tulis. Tes tulis ini meliputi Bahasa Inggris, Ekonomi, Matematika, dan Agama Islam, semua dirangkum menjadi 100 soal yang harus diselesaikan sekali waktu. Tes wawancara pun dilaksanakan pada hari yang sama. Dan selanjutnya akan diumumkan pada 7 hari setelah pelaksanaan tes lanjutan.
Setelah penantian yang berpengharapan oleh 4 orang santri tersebut, pada hari yang telah ditetapkan, pengumuman lolos tertera lewat website. Nama-nama yang tercantum dalam pengumuman tersebut adalah :
1. Ahmad Fahmi Kamil
2. Putri Khoirunnisa
3. Namira Syafiah
Ketiganya adalah nominasi terpilih menuju beasiswa 100 persen atau Full Scholarship. Mereka diundang kembali untuk hadir di kampus guna mengikuti tes wawancara tahap II. Dengan berbekalkan do’a dari para asatidz dan ustadzah, serta tak putus do’a dari para orang tua, mereka berangkat menuju kampus SEBI.
Pondok pesantren Darunnajah Cipining merupakan pesantren modern yang membekali para santrinya dengan berbagai pengalaman yang tidak akan didapatkan di sekolah-sekolah lain. Ketiga santri itu mengaku, sebagai santri Darunnajah Cipining, mereka semakin terpompa rasa percaya dirinya dalam mempresentasikan berbagai prestasi dan pengalaman yang telah mereka dapatkan di pesantren almamater tercintanya. Dengan dihadapkan kepada 3 dosen penguji, mereka pun mampu melewati tes saat itu dengan baik dan lancar.
Pengumuman selanjutnya diumumkan pada 2 pekan setelah terjadi penundaan pengumuman selama 1 minggu. Pada tanggal 17 Maret 2012 diumumkan keseluruhan peraih beasiwa, baik beasiswa 25 persen, 50 persen ataupun 100 persen. Maka pengumuman peraih beasiswa SDM Ekspad adalah sebagai berikut:
A. Beasiswa Pendidikan SDM Ekspad (Full Scholarship)
- Namira Syafiah
B. Beasiswa Pendidikan 50%
- Ahmad Fahmi Kamil
- Putri Khoirunnisa
“Usaha, do’a dan tawakal selalu kami lakukan setiap harinya. Dukungan ustadz dan ustadzah yang selalu memberikan support juga menjadi salah satu kunci keberhasilan kami. Berangkat pulang pergi dari pesantren tercinta menuju kampus SEBI adalah cerita manis yang kami ukir saat menjalani proses penerimaan beasiswa. Tidak ada kata menyerah dalam menjalaninya karena kami sebagai santri Darunnajah Cipining telah dididik bahwa menyerah adalah salah satu sumber utama dari kemunduran seseorang. Alhamdulillah, kini kami telah menuai hasilnya” ujar Namira.
Namira berharap, agar perjuangnnya dapat menjadi sunnah hasanah untuk adik-adik kelasnya. “Besar harapan agar adik-adik kelas kami dapat mengikuti jejak langkah yang kami lakukan saat ini. Semoga apapun yang kami lakukan selama kami menjalani proses penerimaan beasiswa menjadi pengalaman yang sangat berharga, mendapatkan ridho-Nya dan dapat banyak kami jadikan pelajaran dan pengalaman hidup yang baik. Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kedua orang tua yang senantiasa memberikan support dan motivasi kepada kami serta para alumni yang kuliah di kampus STEI Sebi yang selalu memberikan kami arahan demi memperlancar proses yang sedang kami jalani. Semoga seluruh yang telah kami lakukan dapat diberkahi dan mendapatkan ridho dari Allah SWT” tambah Namirah.
“ Bermimpilah karena manusia akan terlihat hidup jika memiliki impian dan cita-cita dalam hidupnya”
“Allah akan memberikan pada hambanya yang berusaha dan bertawakkal padaNya”
(Warna/Mira)