Hirarki belajar santri adalah mengetahui kemudian memahami dan akhirnya menyadari. Kesadaran akan menggerakkan aktifitas kehidupan. Dalam upaya menjaga kualitas dan spirit penghafal Al-Qur’an, Divisi Tahfidzul Qur’an Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar Seminar Motivasi Tahfidz pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Aula Alghozali. Kegiatan ini bertujuan mengangkat makna filosofis di balik setiap hafalan, memastikan bahwa santri mendapatkan dorongan spiritual yang mendalam.
Sebanyak 306 santri Tahfidz dari kelas 1-6 TMI mengikuti Seminar Motivasi Tahfidz ini dengan antusiasme tinggi. Nara sumber adalah Ustadz, Ahmad Mujahid., Lc, seorang alumni Al Azhar Mesir guru sekaligus mahasiswa S2 di Yordania. Motivator yang merupakan alumni Pesantren Darunnajah Cipining Angkatan 23 (2016), menjadikannya figur inspiratif yang dekat dengan latar belakang pendidikan santri. Kehadiran beliau diharapkan mampu menyuntikkan energi baru bagi para santri yang tengah berjuang menghafal.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas tahfidz santri dan memperdalam pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an. Kegiatan dibuka dengan acara resmi, dilanjutkan penyampaian motivasi, serta pembahasan nilai-nilai fundamental Al-Qur’an oleh pemateri. Proses ini memastikan bahwa hafalan tidak sekadar lisan, tetapi menjadi landasan etika.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh seluruh peserta serta pihak penyelenggara, Divisi Tahfidzul Qur’an. Mereka merasa seminar ini mampu memberikan energi baru dan wawasan ilmu yang mendalam. “Santri sangat antusias karena banyak ilmu yang didapat” ujar salah satu perwakilan Divisi Tahfidzul Qur’an terkait respon peserta.

Keberhasilan acara yang melibatkan data statistik 306 santri ini menegaskan bahwa tahfidz adalah pondasi pendidikan karakter yang krusial. Seminar ini telah menanamkan pemahaman bahwa menghafal Al-Qur’an selain merupakan ibadah ritual, juga menjadi sumber inspirasi etika hidup. Diharapkan para santri dapat menjaga nilai luhur tersebut dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
