Mengintip Kemeriahan Lewat Perkemahan Khutbatul Arsy ke-8 Mengintip Kemeriahan Lewat Perkemahan Khutbatul Arsy ke-8

Mengintip Kemeriahan Lewat Perkemahan Khutbatul Arsy ke-8

Cidokom-Pondok pesantren Robi’ul Qulub mengadakan perkemahan Khutbatul ‘Arsy (Perkhutsy) pada tanggal 17-19 Agustus. Perkemahan yang berlangsung 3 hari 2 malam ini menguji kekompakan serta membuat kenangan manis bagi santri baru. 

Kegiatan ini sengaja diadakan sebagai sarana untuk memperkenalkan kegiatan dan lingkungan pesantren kepada santri baru. Kegiatan ini juga termasuk kedalam rentetan pekan perkenalan Khutbatul ‘Arsy. 

Dengan mengadakannya perkemahan ini juga dapat membuktikan jika santri pun memiliki jiwa kepramukaan yang selalu mengamalkan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, seperti bertakwa kepada Allah, menjaga kelestarian lingkungan, serta saling tolong menolong. 

Keseruan semakin memuncak dengan hadirnya berbagai perlombaan kepramukaan yang menguji ketangguhan jiwa para santri. Seperti lomba LKBB resmi, SMS, dasa dharma tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia) hingga lomba Miss Nusantara.

Mengintip Kemeriahan Lewat Perkemahan Khutbatul Arsy ke-8

Puncak perkemahan ditandai dengan malam api unggun yang meriah. Tidak hanya dinikmati oleh warga pesantren, tetapi penduduk setempat pun turut antusia menonton memeriahkan acara api unggun. 

Bukan sekedar menyalakan api, tetapi dengan proses penyulutan “Dasa Darma” yang berarti sepuluh obor melambangkan 10 kebaikan. Kobaran api yang melambung tinggi melambangkan semangat yang terus membara serta sarana pembersihan diri.

Suasana kian memanas dengan beberapa penampilan pun diadakan guna mengasah kreativitas para santri dan santriwati. Dimulai dengan penampilan para peserta perkhutsy hingga persembahan spesial para panitia bersama OSDR.

Selepas pulangnya para santri dan santriwati ke bumi perkemahannya, para panitia justru sibuk menyiapkan untuk tradisi yang rutin tengah malam, yaitu jerit malam. Kegiatan yang menguji mental serta keberanian para santri ini selalu menjadi momen paling mendebarkan sekaligus berkesan, di mana rasa takut diuji dan keberanian dibentuk di bawah pekatnya malam.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan wide game pada keesokan paginya juga menguji kepemimpinan dan problem solving. Para anggota menyusuri perkampungan dengan menyelesaikan beberapa misi yang diberikan oleh panitia. 

Perkemahan boleh saja usai, namun rasa kebersamaan, dan jiwa kepemimpinan yang telah kita asah jangan sampai hilang. Begitupun dengan kenangan yang telah kita buat bersama.