Menggapai Sebuah Bintang

Suatu hari dikala matahari mulai memancarkan sinarnya dan mengeluarkan wujudnya, kicauan burung pun mulai turut menemaninya, seperti biasa manusiapun memulai aktifitasnya, dari sinilah kita bisa mengetahui bagaimana perjalanan hidup kita sebenarnya, apa yang akan kita lakukan dan apa pula yang akan kita dapatkan untuk kedepannya.

Ternyata setiap orang dituntut untuk bisa menghasilkan yang terbaik dalam perjalanan hidupnya, dan ini sangat patut di di jalankan, walaupun kita merupakan manusia yang sederhana karna kesempurnaan itu hanya milik sang pencipta, tapi kita di tuntut untuk bisa menghasilkan dari yang lebih sederhana tersebut bagaimana pun carannya kita merupakan makhluk yang sangat cerdas, namun tergantung bagaimana kita bisa memanagenya. Maka dari itu kita harus tau langkah-langkah untuk menjadi bintang yang di harapkan. Secara konseptual kita harus yakin bahwa pada diri kita sebenarnya ada sebuah sumber kekuatan besar yang mana jika kita bisa mengoptimalkannya maka kekuatan itu akan membawa kita pada puncak Prestasi yang kita harapkan.

Sebenarnya ada seekor macan yang sedang tertidur di dalam diri kita. Tugas kita adalah membangunkan macan tidur itu, supaya mampu menunjukkan potensi yang masih terpendam atau mungkin akan selalu terpendam apabila kita tidak pernah mau mencoba untuk sedikit berubah dan bergerak lebih maju lagi.

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

Ya Allah, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia”.

Karna pada dasarnya sesuatu ciptaan pasti memiliki tujuan dan sebab tertentu. Kesimpulannya bahwa tujuan kita hidup adalah menggapai kebahagian sedangkan untuk menggapai kebahagiaan harus di awali dengan kesuksesan sedangkan kesuksesan bisa di raih dengan cara mengularkan potensi diri yang kita miliki, dengan potensi yang teroptimalkan tersebut kita akan mendapatkan kesuksesan. Ingatlah apabila kita telah mengerahkan semua potensi diri kita, dunia pun akan tunduk pada kita dan bahkan bukan kita lagi yang akan mengejar-ngejar kesuksesan tapi justru kesuksesan itulah yang mengejar-ngejar keberadaan kita. Maka dari itu kita harus mulai bangkit dari rasa kenyamanan yang nantinya malah akan menjadikan kita sebagai manusia yang merugi.

Contohnya, Misalnya kita memiliki Potensi untuk bisa menjadi penulis yang handal dan sukses, karna kita memiliki tingkat kecerdasan bahasa yang tinggi, memiliki banyak buku Referensi,seminar dimana-mana,serta Ide-ide yang melimpah. Satu jika kita mau kita bisa menghasilkan 3 buah Artikel atau Cerpen. Namun kenyataannya kita belum mampu menaklukkan kemalasan untuk bisa menghasilkan lebih banyak tulisan, dan berarti kita belum bisa dikatakan sukses.

Tapi terkadang untuk mengukur potensi diri memang bukan suatu hal yang mudah, maka dari itu sebenarnya dalam kehidupan ini banyak sekali tugas-tugas yang harus kita jalankan. Bisa jadi misalnya kita merupakan sebuah computer yang sangat canggih namun, kita sebagai operator tersebut mendadak kehilangan berbagai macam program dan buku panduannya, sehingga kita tidak bisa mengoprasikannya atau mengaplikasikannya.

Para ilmuan banyak meneliti tentang hal apa saja yang harus di prioritaskan dalam menggapai dan menjadi apa yang kita harapkan. diantaranya:

  1. Kita harus tau siapa diri kita/ kenal dirinya sendiri.

Beberapa orang yang mengaku waras, ternyata justru menjadi orang lain seumur hidupnya, bahkan mereka tak biosa mengenali dirinya sendiri, mengapa kita bisa terangsang dengan orang lain karna pesona yang mampu memikat dan memberikan hal yang sangat domain sekali pada dirinya. Seorang bintang, ia akan mampu memancarkan cahaya yang berasal dirinya sendiri, ia adalah Trendsetter, bukan Follower. Dan seseorang bisa dikatakan Trendsetter jika dia mampu memancarkan sinarnya dan bisa memberikan suatu yang bermanfaat bagi orang lain, berusaha untuk bisa mengoptimalkan potensinya, dan mengenali dirinya sendiri.

  1. Konsep diri

Setiap orang pasti ingin memiliki kehidupan yang Ideal maka dari itu sebelumnya kita harus punya Konsep diri agar dapat memberikan gambaran untuk kedepannya, dan ini merupakan sebuah cermin di waktu sekarang atau masa yang akan datang.

Cotoh konsep hidup yang bisa kita lakukan:

  1. Beraqidah lurus dan selalu berusaha menyeimbangkan urusan duniawi dan ukhrawi.
  2. Memiliki wawasan pemikiran yang kuat, karna hal ini bisa mempermudah kita untuk dapat mengembangkan potensi yang kita miliki.
  3. Bermanfaat bagi orang lain, perlu diingat bahwa seseorang bisa dikatakan hebat apabila dia mampu memberikan ilmu yang telah di dapat dan tentu memancarkan sinarnya.
  4. Tertib disiplin dalam hal waktu. Dalam hal ini sudah taka sing lagi di dengar bahwa waktu adalah segala-galanya karna sedikit saja melalaikan waktu tersebut maka peluang untuk menggapai kesuksesan pun akan terbuang sia-sia.
  5. Dan yang paling penting adalah Mandiri, tidak tergantung pada orang lain walaupun kita merupakn makhlik social yang dimana kita tidak bisa hidup sendiri dan sangat membutuhkan pertolongan orang lain, lain hal nya dengan kita mengerjakan tugas dengan orang lain.

Dan ternyata kebahagian itu merupakan keseimbangan antara IDEALITA dan REALITA.

Maksudnya seperti yang kita ketahui bahwa setiap orang ingin memiliki kepribadian yang luar biasa tapi kenyataannya banyak pula orang yang tidak bisa menyesuaikan antara Idealita dan Realita. Terkadang faktanya kita tidak bisa menjadikan diri kita sebagai diri yang kita harapkan dan apabila ini terus berkelanjutan maka besar kemungkinan bagi untuk mendaptkan banyak kebahagiaan. Tapi perlu kita ketahui bahwa setiap permasalahannhya pasti ada dampak baik dan buruk kalaupun kadang kala hal ini tak sejalan dengan apa yang kita harapkan tapi yakinlah bahwa hal ini bisa menjadikan seseorang kreatif,inovatif dan bekerja keras untuk bisa mendekatkan realita dengan Idealita.

Setelah itu ita pun di tuntut untuk bisa menajamkan kekuatan yang telah teraktualisasikan, sehingga prestasi yang telah kita dapatkan akan semakin terarah dan kita akan menjadi manusia benar-benar mampu berubah menjadi manusia dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Dan yang pastinya kita harus bisa menjaga agar potensi yang lemah tidak bisa teraktualisasikan.

Dan setiap orang juga pasti mempunya visi misi dalam kehidupannya, dan kadang visi itu malah hancur dan terbengkalai karna membentur batu karang, atau keluar dari jalur koridor yang telah ditetapkan.

Perlu kita ketahui bahwa, “ketika Visi dan Misi kita seakan membentur karang sehingga sulit untuk direalisasikan, kita harus menanamkan pada diri sendiri bahwasannya hidup memang Perjuangan”.

Mengapa ada orang yang sukses dan ada yang gagal? Mengapa ada yang bisa menggapai puncak prestasi dan ada taraf yang sampai biasa-biasa saja? Mengapa ada yang mampu melangkah dengan percaya diri, namun ada pula yang tunduk dalam kerendahdirian?

Apa yang salah???

Jangan salahkan Ibu yang mengandung, jangan salahkan nasib yang tidak berpihak pada kita, jangan salahkan shio,zodiac ataupun kawasan lingkungan yang kurang baik.apalagi sampai menyalahkan sang pencipta.

Karna pada dasarnya.. ada sebuah bintang dalam diri kita, ia tersembunyi dan harus dicari ataupun di gali. Sehingga puncak kesuksesan, bukan lagi sekedar impian. Semua orang layak dan berhak menjadi bintang. Karna Allah telah menyetting dan membuat scenario untuk manusia dan menjadikan pribadi yag luar biasa dengan berbagai keunikan yang kita miliki. Dan tugas kita lagi-lagi yaitu bagaimana menjadikan sebuah keunuikan itu menjadi hal nilai Lebih kita.

Pepatah yang sudah tak asing lagi di dengar bahwa sebagian besar untuk menggapai kesuksesan adalah hasil dari 99% kerja keras dan 1% bakat. Jadi mana yang lebih menunjang dan berpengaruh terhadap kesuksesan yang akan kita raih. Kecilkan kemungkinan kegagalan setelah itu baru maksimalkan keberhasilan.

Banyak orang mengatakan bahwa Kehidupan itu seperti Air, Air akan mendatangkan kemanfaatan jika bergerak.

Ada sedikit penggalan cerita tentang suatu usaha dimana dia di tuntut untuk bisa mengatur dan berfikir sendiri. Contohnya Seekor kucing yang malang. Begitu ia mulai membuka matanya, melihat dunia untuk pertama kalinya, ia sudah hidup sebatang kara, sang induk tidak berada disampingnya. Entah pergi kemana.

Namun anak kucing ini tidak lantas menyerah, dengan gigih ia mencari sang induk. Ia tidak tau rupa Induknya,apakah sama rupanya dengan dirinya atau memiliki Rupa yang lain.

Sejak itu ia pergi mengembara mencari jati dirinya dan induknya. Di dalam perjalanan anak kucing ini banyak menemui tantangan . tapi, berbekal keyakinan dan kesabaran ia mampu menaklukan itu semua. Keprihatinan tidak membuatnya patah arang, ia begitu bersemangat.

Malam merayap pelan, sejenak anak kucing beristirahat.perutnya tidak kelaparan karna tadi siang ia menemukan makanan. Malam sedang purnama, anak kucing tidak bisa memejamkan mata. Matanya menerawang memandang rembulan dengan yang dengan manis tersenyum padanya.

“apakah rembulan itu Indukku”? tanyanya dalam hati.

Anak kucing begitu mengagumi rembulan, Cahayanya begitu terang menyinari gelapnya malam. Tidak lama berselang, kekecewaan menyergapnya, sang Rembulan tertutup segerombolan awan. Kekagumannya pun kini beralih pada awan.

“ duhai, perkasa sekali awan ini. Mereka mampu mengalahkan bulan yang bercahaya terang menyinari dunia. Ingin sekali aku jadi bagian mereka.

Belum puas anak kucing itu memuji awan, matanya kembali terbelalak. Gumpalan awan tersebut kocar-kacir tertiup angin, kembali ia menelan kekecewaan.

“ apa jadinya jika aku menjadi bagian dari bagian awan itu, tentu aku akan hancur tanpa rupa.”

Anak kucing kembali kagum pada angin. Ia kemudian berangan-angan untuk terbang bersama angin, terbang jauh meninggalkan nasib yang tak menentu. Akan tetapi,kekagumannya terhadap angin yang mampu merusak awan seketika itu juga sirna. Di saksikannya bukit yang tetap menjulang kokoh meski di terpa angin. Penyesalan pun datang ia lalu menaikkan bukit itu.

“alangkah kokoh bukit ini. Kalau aku memiliki tubuh seperti sekuat dan sekokoh ini tentu aku akan menjadi mahkluk yang paling kuat di dunia.

Anak kucing yang telah larut dalam lamunannya terkejut. Dari satu arah ada binatang-binatang besar benar saja, dari kejauhan terlihat beberapa ekor kerbau lari kearah bukit. Jumlah mereka mencapai 10 ekor. namun, sampai di atas bukit mereka Ambruk. Ambruk karna terperosok. Menyebabkan bukit itu retak-retak tanahnya. Anak kucing ternganaga di buatnya.

“kerbau yang terikat ini mampu menghancurkan bukit apalagi jika mereka tidak terikat”?

Namun, baru saja anak kucing ingin mengalihkan kekagumannya pada kerbau, kekecewaan telah lebih dulu menyerangnya. Kerbau-kerbau tersebut tidak mampu melepaskan diri dari jeratan tali yang mengikat mereka. Mereka terjerat hingga tak bisa bangun.

Anak kucing merasa terkejut ketika perlahan-lahan mereka mampu bangkit. Mereka bangkit karna tali yang mengekang mereka berhasil putus. Akan tetapi kekagumannya kembali hilang, ia kini mengagumi seekor tikus. Ya, binatang pengerat itulah yang melepaskan beberapa ekor kerbau tadi. Dengan giginya yang tajam,tikus itu sedikit-dikit menggigiti tali hingga putus.

Anak kucing tersenyum riang, ia kagum dengan ketangkasan dan kemampuan tikus , meski bertubuh kecil tapi ia sangat cerdik. Tak lama kemudian kekecewaan pun kembali datang. Tikus itu ternyata di terkam seekor binatang.

Setelah di perhatikan anak kucing, binatang itu memiliki Rupa yang mirip dengannya. Binatang itu lama menatap anak kucing. Tiba-tiba binatang itu pun mengeong, anak kucing juga mengeong.

“inikah induku”???

Tanpa di duga anak kucing itu sangat mirip dengan binatang tadi dan akhirnya binatang itu pun merangkulnya dan akhirnya ternyata binatang itu adalah induknya. Tentu saja ia kagum pada dirinya sendiri. Pengembaraanya telah membuahkan hasil. Kini ia telah bertemu dengan induknya.

Setiap diri adalah bintang!

Sebenarnya ada sebagian orang yang menyadari bahwa kita ini berpotensi menjadi bintang. Namun entahlah, kadang kita hanya merasa menjadi diri yang biasa-biasa saja. Terkadang, jika kesemangatan sedang berkobar kita pasti akan berusaha meningkatkan kecemerlangan itu. Akan tetapi jika motivasi sedang turun, kita pasti akan merasa sangat lelah dan hanya bisa berkata, ternyata sangat sulit untuk menjadi bintang! Lantas kita pun akan menyadari bahwa kita ini tak lebih dari seorang pecundang.

Maka dari itu bisa kita ambil kesimpulannya adalah…

Kesuksesan adalah hasil dari kesempurnaan, kerja keras, belajar dari kegagalan, Loyalitas, dan ketekunan. Dikutip dari beberapa buku referensi.

(WARDAN/Annisa)