Pondok Modern Darussalam Gontor menggelar Lomba Mahrojan Al-Qur’an (Festival Al Qur’an), sebuah ajang kompetisi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menghafal dan menghayati Al-Qur’an. Kegiatan ini berlangsung dari Senin-Sabtu, 26-31 Mei 2025, dan diikuti oleh 19 peserta dari berbagai pondok pesantren di Indonesia. Tidak kurang dari 231 santri kelas 2-6 KMI/TMI dan 46 guru pembimbing aktif selama event penuh inspirasi ini.

Lomba ini mengambil tema “Menghadirkan Nilai-Nilai Islami dan Membangun Peradaban Utama”. Tema ini relevan dengan aneka mata lomba: Murattalah, Mujawwadah, Adzan, Hifdzul Qur’an, Syarhul Qur’an, Fahmul Qur’an, Kaligrafi Ornamen Hiasan Mushaf serta Kaligrafi Khat Riq’ah.
Pembimbing kontingen Darunnajah 2 Cipining, Ust. Zaky Perdana dan Ust. Muhammad Hakim Firanda menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah persiapan yang harus matang karena tingkat nasional.
Untuk itu, proses seleksi peserta dilakukan secara fair dan ketat melalui anggota Ikatan Qari Darunnajah (IQDA)untuk bidang qiraat, Ikatan Muballigh Darunnajah (IMDA) untuk bidang syarhil, Qismul Lughah (Bagian Bahasa)untuk keahlian dalam berbicara bahasa, dan Bagian Kesenian untuk keahlian bidang kaligrafi. Untuk melatih peserta terpilih, telah dikerahkan para guru senior dan ahli di bidangnya masing-masing.
Dengan total 150 poin yang diperoleh dari Juara 3 Fahmul Qur’an dan Juara 2 Adzan Shighar, maka kontingen Darunnajah ditetapkan sebagai The Best Five dalam Mahrojan Al Qur’an yang merupakan rangkaian dari Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

