Mengenal kisah Nabi Muhammad bersama Ustadz H. Hasyim Sya'ban S.Pd.I Mengenal kisah Nabi Muhammad bersama Ustadz H. Hasyim Sya'ban S.Pd.I

Mengenal kisah Nabi Muhammad bersama Ustadz H. Hasyim Sya’ban S.Pd.I

Jakarta- Setiap bulan Rabiul Awal, umat islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pondok Pesantren Darunnajah memperingatinya dengan sholawat bersama dan ceramah singkat yang disampaikan oleh Ustadz H. Hasyim Sya’ban, S.Pd.I. Peringatan ini diikuti oleh seluruh santri-santri Darunnajah, dan para guru. Yang diawali dengan paduan tim hadroh santri Darunnajah.

Al-ustadz H. Hasyim Sya’ban S.Pd.I

Dalam ceramahnya, Ustadz Hasyim Sya’ban bercerita seputar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau bercerita, awalnya bulan robiul awal dianggap kaum kafir quraisy sebagai bulan penuh dengan hari sial.

tapi, dengan lahirnya Nabi Muhammad terbantahnya pernyataan tersebut dari prasangka buruk kaum kafir Quraisy. Kenapa pula Nabi di lahirkan di hari Senin? Nabi dilahirkan di sepertiga malam dan di lahirkan di hari Senin agar tidak tumpang tindih denga sejarah-sejarah sebelumnya.

Beliau juga mengatakan, Nabi Muhammad dilahirkan sebagai contoh umat Islam. Nabi Muhammad juga sama seperti manusia, tetapi ada banyak hal yang membuat-Nya tidak seperti manusia atau terlihat lebih spesial.

Seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١

Artinya: “sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah (kedatangan) hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah” {Al-Ahzab:21}

Beliau menjelaskan, orang yang pertama kali merayakan maulid Nabi SAW adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (Muhammad Al-Fatih).

Untuk membangkitkan semangat  umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam mebela islam pada masa perang salib.

(Rahmah Maulidiya/5E, staff club pers & jurnalistik)

(Alya Diena, Kuni Shakira, Nazilah Ramadhani/ Pers & jurnalistik OSDN 23-24)

(Fotografer: Darunnajah Production House)