Laporan Dasment. Babak penyisihan pertandingan partai ke-6 pertemukan jawara Tangerang Madinatunnajah dan jawara Lebak La-Tansa.

Pertandingan dimulai setelah sholat dhuhur. Di bawah sengatan matahari, tak padamkan mereka demi meraih satu tiket delapan besar.

Fantastis, itulah kata yang patut diberikan kepada La-Tansa, yang pada pertemuan pertamanya dipermalukan 2:8, kini para pemainnya mampu meredam setiap serangan-serangan yang di bangun Sule cs.

Benteng pertahanan kokoh MN Jombang sedianya Benteng Takeshi, rapuh, bak tiada darah mendapatkan gempuran-gempuran pasukan The Dynamite La-Tansa.

Kekuatan setiap lini yang solid, sepadu-padan seakan kaveleri siap memburu dan menerjang musuh-musuhnya yang meghadang-rintang. La-Tansa terus menusuk jantung pertahanan MN. Jombang.

Usaha tanpa henti, bak perut tak berpusar, lari dan terus berlari mengejar bola dimanapun berada dengan apik diperankan dan peragakan La-Tansa sepanjang tiga puluh menit pertandingan.

Berbanding-terbalik, MN Jombang pada pertemuan pertama setiap gocekan-gocekannya mampu membuahkan hasil.

Gol demi gol sepanjang permainan mengalir saja seakan air tak tersumbat sampah, tapi pada pertemuan laga kedua, mereka tampil kurang taktis dan efisien. Terbukti, setiap pergerakan dan serangan yang dibangun dengan mudah mampu dipatahkan lawan.

Hingga peluit panjang dibunyikan Dede Maryadi, papan sekor menunjukkan hasil 8:4 untuk La-Tansa. Walaupun MN Jombang menelan kekalahan pertamanya pada babak penyisihan ini tetap melaju ke delapan besar karena menang selisih gol dua gol atas La-Tansa dengan aggregate 12 berbanding 10. [Wardan/Mr. Song]