
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining memulai agenda Muraja’ah ‘Ammah Semester 2
Tahun Ajaran 2025/2026 sejak Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu, 04
Maret 2026 ini diikuti seluruh santri tanpa terkecuali. Departemen TMI menginisiasi program
tersebut sebagai instrumen evaluasi pembelajaran setengah semester.
Ujian di pesantren mengandung makna filosofis sebagai proses penyucian niat dan kejujuran
dalam menuntut ilmu. Selain berfungsi sebagai evaluasi akademis, agenda rutin tersebut juga
menjadi sarana penempaan mental serta spiritual santri. Kesungguhan dalam menjawab soal
mencerminkan integritas santri sebagai penuntut ilmu sejati di lingkungan Pesantren.




Pelaksanaan ujian tulis ini mencakup beberapa rincian statistik dan teknis penting sebagai
berikut:
- Durasi kegiatan berlangsung efektif selama 14 hari atau dua pekan berturut-turut.
- Peserta mencakup seluruh santri dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan Pesantren.
- Materi ujian dirancang secara komprehensif oleh staf pengajar di bawah koordinasi Departemen
- TMI.
Rangkaian kegiatan bermula dari upacara pembukaan yang diisi dengan berbagai wejangan
inspiratif dari pimpinan. Momen ini sangat krusial agar santri memiliki kesiapan psikologis
sebelum memasuki ruang ujian masing-masing. Melalui nasihat tersebut, santri diingatkan untuk
selalu menjaga ketenangan dan fokus dalam berpikir.
Antusiasme santri terlihat dari kebiasaan membawa buku pelajaran ke berbagai penjuru area
Pesantren untuk belajar mandiri. Fenomena ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk
meraih hasil yang memuaskan secara jujur dan mandiri. Suasana belajar di lingkungan asrama
menjadi jauh lebih produktif selama periode ujian ini.





Departemen TMI menegaskan bahwa ujian adalah tolak ukur sejauh mana santri
menyerap nilai keilmuan. Selain menguji pemahaman teori, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan
santri dalam mengelola waktu dengan efisien. “Kami berharap santri mampu mengikuti ujian
dengan sebaik-baiknya,” ujar perwakilan penyelenggara dalam pembukaan.
Evaluasi berkala ini diharapkan menjadi fondasi bagi santri untuk memperbaiki kekurangan dan
meningkatkan kapasitas diri. Pesantren berkomitmen menjaga kualitas pendidikan melalui
standar ujian yang objektif bagi seluruh peserta didik. Mari dukung terus semangat para santri
dalam menuntut ilmu demi mewujudkan generasi yang berakhlak mulia.