Membantu Anak yang Mudah Dilanda Depresi

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Jakarta/DNKids_ Tekanan masalah atau  depresi dapat terjadi kepada siapa saja termasuk anak-anak. Masalah merupakan bagian dalam kehidupan, ironinya tekanan masalah atau depresi dapat timbul dari hal-hal yang sepele bagi orang yang melakukannya.Contoh dari hal sepele adalahseringnya anak diejek dan dijadikan objek olol-olok temannya atau dikucilkan dari pergaulan teman, namun masalah tersebut dapat dianggap serius sebagai beban yang luar biasa oleh anak sehingga perasaannya menjadi tertekan.

Penyebab depresi tidak hanya karena maslah yang dihadapi saja namun karena pola pikir dan karena karakter kepribadian anak tersebut. Depresi pada anak dapat dibedakan menjadi 2 bagian besar yaitu :

1. Faktor Psikologis

a. sumber masalah yang menjadi pencetus

b. pola pikir dalam menyikapi dan menanggapi faktor pencetus

c. karakter kepribadian anak

2. Faktor Biologis

a. faktor keturunan

b. faktor ketidakseimbangan zat-zat kimiawi dalam otak

Faktor-faktor psikologis: jenis masalah yang dapat membuat anak depresi ini berhubungan dengan hal-hal mengenai ketidakmampuan diri, perbedaan diri, perpisahan diri dengan orang-orang yang cukup berarti dan penting dalam hidupnya atau bentuk-bentuk penolakan yang dirasakan anak. M asalah maslah ini dapat menyebabkan anak merasa kehilangan pegangan hidup, tempat bergantung, tempat berlindung, tersisih dan kesepian sehingga anak putus asa dn tidak tahu harus berbuat apa.

Pada faktor biologis anak yang mudah terkena depresi dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika anak secara garis keturunan keatas( ibu, bapak, kakek, nenek) ada yang pernah mengalami depresi maka besar kemungkinan suatu saat anak ini akan mengalami depresi. Dalam otak manusia banyak zat-zat kimiawi yang mempengaruhi tingkat emosi seseorang jika zat-zat tersebut tidak seimbang maka emosi seseorang menjadi labil.

Tanda-tanda anak yang terserang depresi dapat terlihat dari gejala-gejala perubahan perilaku sebagai berikut :

  • sering merasa cemas, sedih, atau pikiran kosong
  • kehilangan minat pada aktivitas yang digemarinya
  • mudah capek
  • sulit konsentrasi
  • suka melamun atau murung
  • malas
  • perubahan pola tidur, gelisah, mudah marah, perubahan nafsu makan, merasa tak berdaya
  • terpikir untuk mengakhiri hidup
  • terlalu semangat dan ceria berbeda dari biasanya
  • menjadi sangat aktif dan cerewet
  • merasa tak perlu tidur
  • berperilaku aneh dan berani melakukan hal-hal yang membahayakan
  • tidak merasa punya masalah

Bagaimana mengatasi depresi pada anak

  1. dekati anak dengan penuh kasih sayang
  2. bantu anak untuk menjadi lebih aman dan nyaman
  3. membantu anak memahami permasalahannya

sumber:BNN Republik Indonesia(sukarmi/anggra)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir